AI Ubah Layanan Pelanggan Fintech, Platform Indonesia Raih Best Use of AI di Asia

AI Ubah Layanan Pelanggan Fintech, Platform Indonesia Raih Best Use of AI di Asia

Jakarta: Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian memainkan peran penting dalam transformasi industri jasa keuangan. Teknologi ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat pendukung, tetapi telah menjadi fondasi untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghadirkan layanan yang lebih cepat, personal, dan responsif kepada pelanggan.
 
Pemanfaatan AI tersebut mulai menjadi strategi utama berbagai perusahaan teknologi finansial (fintech), terutama dalam meningkatkan kualitas layanan pelanggan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
 
Salah satu pengakuan atas penerapan teknologi tersebut datang dari ajang CX Asia Excellence Awards 2026 yang digelar di Singapura. Dalam ajang tersebut, platform pinjaman daring Kredit Pintar berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus, yakni Silver – Best Operational Excellence, Bronze – Best Intelligent/Virtual Agent, dan Winner – Best Use of AI.

Presiden Direktur Kredit Pintar Ronny Kasim mengatakan penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas komitmen perusahaan dalam memanfaatkan AI untuk memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.
 
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen kami dalam menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pelanggan. Bagi Kredit Pintar, kecerdasan buatan bukan sekadar tren teknologi, melainkan fondasi untuk membangun layanan yang lebih cepat, lebih personal, dan lebih efisien. Ketika teknologi mampu membantu pelanggan memperoleh solusi dengan lebih mudah dan memberikan pengalaman yang lebih baik, di situlah inovasi benar-benar menciptakan nilai,” ujar Ronny.
 
Salah satu inovasi yang dikembangkan perusahaan adalah Super Kepi, chatbot asisten virtual berbasis AI yang dirancang untuk mendampingi pelanggan sepanjang perjalanan penggunaan layanan.
 
Tidak hanya melayani pertanyaan pelanggan selama 24 jam, Super Kepi juga mampu melakukan komunikasi secara proaktif, seperti menghubungi pelanggan, menawarkan bantuan pembayaran, hingga memberikan panduan yang relevan sesuai kebutuhan. Pendekatan tersebut dinilai mampu mempercepat penyelesaian masalah sekaligus meningkatkan efisiensi operasional layanan pelanggan.
 
Menurut Ronny, investasi perusahaan pada AI tidak hanya ditujukan untuk mengotomatisasi proses, tetapi juga membantu agen layanan pelanggan bekerja lebih efektif dan fokus pada penyelesaian masalah yang membutuhkan sentuhan manusia.
 
“Teknologi seharusnya tidak menggantikan sentuhan manusia, melainkan memperkuatnya. Kami memanfaatkan AI untuk menghilangkan proses-proses yang repetitif sehingga tim kami dapat lebih fokus memberikan solusi yang lebih cepat, tepat, dan personal kepada pelanggan. Pada akhirnya, keberhasilan implementasi AI diukur bukan dari seberapa canggih teknologinya, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan pelanggan,” katanya.
 
Hingga saat ini, Kredit Pintar telah diunduh lebih dari 36 juta kali dengan peringkat 4,3 di Google Play Store dan 4,4 di Apple App Store. Platform tersebut juga telah menerima lebih dari dua juta ulasan dari pengguna di Indonesia.
 
Dari sisi bisnis, sepanjang 2025 perusahaan membukukan penyaluran pinjaman lebih dari Rp9,5 triliun. Sementara sejak berdiri pada 2017, total akumulasi pinjaman yang telah disalurkan telah melampaui Rp64 triliun.
 
Ronny menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat inovasi AI di Asia Tenggara, khususnya di sektor jasa keuangan.
 
Menurutnya, penerapan AI yang dilakukan secara bertanggung jawab tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih cepat, aman, dan berkualitas.
 
“Di sektor jasa keuangan, pemanfaatan AI yang dilakukan secara bertanggung jawab tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang lebih cepat, aman, dan berkualitas. Kami ingin menjadi bagian dari transformasi tersebut,” tutup Ronny.
 
Seiring meningkatnya adopsi AI di industri keuangan, inovasi teknologi diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penentu daya saing perusahaan fintech. Selain menghadirkan efisiensi, implementasi AI juga dinilai mampu meningkatkan pengalaman pelanggan, yang kini menjadi salah satu aspek paling penting dalam perkembangan layanan keuangan digital.
 
Jadikan Beritafintech.com sumber informasi pilihan Anda

TRENDING  Bank DBS Indonesia Analisis Prospek Finansial Tahun Naga Kayu di Spring Festival 2024

(ASM)

Similar Posts