Perbankan Bisa Hentikan Penyaluran Kredit ke Fintech Hingga Startup, Ini Pemicunya

Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

ILUSTRASI. Teller menghitung uang di Hana Bank, Jakarta (KONTAN/Baihaki). Simpanan nasabah di atas Rp 5 miliar melonjak 22,76% . Fenomena ini bukan cuma cerminan kekayaan, tapi sikap wait and see pemilik dana besar.

Beritafintech.com – JAKARTA. Simpanan nasabah jumbo di perbankan terus menggelembung. Lonjakan ini bukan semata mencerminkan akumulasi kekayaan kelompok atas, tetapi juga menunjukkan sikap wait and see pemilik dana besar di tengah risiko geopolitik dan ketidakpastian arah ekonomi.

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menunjukkan nilai simpanan nasabah dengan saldo di atas Rp 5 miliar melonjak 22,76% secara tahunan. Kenaikan ini jauh melampaui pertumbuhan simpanan kelompok menengah dan bawah yang cenderung stagnan, bahkan tertekan.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution menjelaskan, lonjakan simpanan jumbo tidak sepenuhnya bersifat organik. 

Salah satu pendorongnya adalah kebijakan Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Baca Juga: Simpanan Nasabah Kaya Naik 9,45% Meski Ekonomi Lesu, Ini Alasannya

Namun, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menilai, tren ini memperlihatkan ketimpangan yang makin nyata. Menurutnya, pertumbuhan simpanan terkonsentrasi di kelompok kaya, sementara simpanan di bawah Rp 100 juta justru mengalami tekanan.

Kondisi tersebut membuat bank berlomba memburu dana besar dengan menawarkan bunga tinggi atau special rate. Dampaknya, biaya dana (cost of fund) perbankan ikut naik. 

TRENDING  Tren Penipuan di Akhir Tahun Naik, CLIK Imbau Waspada Tawaran Fintech Ilegal

“Ini menjadi sinyal bank semakin kesulitan mendapatkan dana murah,” kata Bhima.

Situasi ini sekaligus menandai berakhirnya era dana murah. Bank dituntut lebih agresif memperluas basis tabungan, termasuk mendorong pembukaan rekening baru dari pelaku usaha baru dan segmen UMKM. 

Baca Juga: Simpanan Nasabah Kaya di Perbankan Kian Meroket

Tanpa langkah itu, tekanan biaya bunga berisiko terus meningkat dan menggerus margin.

Di tengah tren tersebut, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat pertumbuhan agresif di segmen nasabah kaya. 

Sepanjang 2025, dana pihak ketiga (DPK) dari nasabah dengan aset kelolaan di atas Rp 5 miliar tumbuh lebih dari 20% secara tahunan, didominasi produk tabungan dan menjadi yang tertinggi di segmen private banking.

General Manager Divisi Wealth Management BNI Henny Eugenia menyebutkan, lonjakan ini ditopang kolaborasi yang semakin erat antara consumer banking dan business banking. 

Dari sisi jumlah rekening, nasabah dengan aset kelolaan di atas Rp 5 miliar tumbuh lebih dari 15% secara tahunan, sementara nasabah private banking dengan AUM di atas Rp 15 miliar melonjak sekitar 25%.

Baca Juga: HSBC Putus Hubungan dengan Nasabah Kaya Timur Tengah di Swiss

Meski demikian, lebih dari 60% dana tersebut masih berasal dari nasabah non-perorangan. Henny mengakui, pertumbuhan segmen ritel mulai berakselerasi, terutama pada produk tabungan.

Tren serupa terlihat di HSBC Indonesia. Direktur International Wealth and Premier Banking HSBC Indonesia Lanny Hendra mengatakan, simpanan nasabah kaya di bank tersebut tetap tumbuh solid hingga akhir 2025, seiring kinerja positif produk deposito, investasi, dan bancassurance. 

TRENDING  Danamon & Manulife Luncurkan Proteksi Prima Investa Utama Guna Bantu Bebas Finansial

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan strategi diversifikasi portofolio nasabah di tengah ketidakpastian ekonomi.

Selanjutnya: BI Masih Buka Peluang Turunkan Suku Bunga, Inflasi Inti Tetap Rendah

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Terbaru Untuk Hari Ini Rabu 28 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Securely Storing Business Equipment in a Bali Monthly Villa

    Menyimpan peralatan bisnis dengan aman di sebuah vila bulanan di Bali adalah langkah penting untuk memastikan kelancaran operasional perusahaan Anda. Dengan fasilitas penyimpanan yang aman dan terjamin, Anda dapat memiliki ketenangan pikiran saat meninggalkan peralatan berharga Anda di vila selama kunjungan bisnis atau liburan. Jangan biarkan risiko kehilangan atau kerusakan mengganggu fokus Anda, pastikan untuk memilih vila bulanan yang menyediakan layanan penyimpanan yang aman dan andal

  • Banyak perusahaan pinjol ilegal digerebek, ini daftar pinjol yang resmi di OJK

    Banyak perusahaan pinjol ilegal digerebek oleh pihak berwajib akhir-akhir ini. Untuk itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali daftar pinjol yang resmi terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar terhindar dari praktik ilegal dan penipuan. Berikut adalah daftar pinjol yang resmi dan sah menurut OJK: [list of registered online lending companies]. Jangan ragu untuk memeriksa keabsahan perusahaan pinjol sebelum melakukan transaksi atau peminjaman dana. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda semua

  • OJK Batasi Kriteria Peminjam di Fintech Lending, Ini Kata Pengamat

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi kriteria peminjam di layanan fintech lending. Hal ini menuai beragam tanggapan dari para pengamat industri finansial. Salah satu pengamat menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan upaya yang tepat untuk melindungi konsumen dari risiko yang mungkin timbul akibat pinjaman online yang tidak terkendali. Menurutnya, regulasi yang ketat perlu diterapkan agar pertumbuhan fintech lending dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. Selain itu, pengamat juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai cara menggunakan layanan fintech lending dengan bijak agar tidak terjerumus dalam masalah keuangan yang lebih besar

  • Fintech Tunjuk Ronald Waas Sebagai Dewan Komisaris

    Fintech Tunjuk Ronald Waas Sebagai Dewan Komisaris

    Fintech, perusahaan teknologi keuangan terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan penunjukan Ronald Waas sebagai anggota Dewan Komisaris mereka. Keputusan ini disambut dengan antusias oleh para pelaku industri finansial di Tanah Air.

    Ronald Waas, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang keuangan dan investasi, diharapkan dapat membawa inovasi dan strategi baru bagi Fintech. Dengan latar belakangnya yang kuat dalam manajemen risiko dan pengembangan produk keuangan, Ronald diyakini mampu membantu Fintech mencapai tujuan mereka untuk menjadi pemimpin pasar dalam layanan keuangan digital.

    Para pemegang saham dan karyawan Fintech pun optimis dengan kedatangan Ronald sebagai bagian dari tim manajemen perusahaan. Mereka percaya bahwa dengan kepemimpinan yang visioner dan komitmen yang kuat, Fintech akan semakin berkembang pesat dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholders-nya.

    Dengan penunjukan Ronald Waas sebagai Dewan Komisaris, Fintech siap melangkah lebih jauh menuju kesuksesan di dunia fintek Indonesia. Semua mata tertuju pada langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Ronald untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri finansial yang semakin ketat

  • Online and Mobile Banking Features and Digital Services

    Dengan fitur Online dan Mobile Banking yang semakin canggih, kini nasabah dapat dengan mudah mengakses layanan perbankan mereka di mana saja dan kapan saja. Dari transfer dana hingga pembayaran tagihan, semua bisa dilakukan secara praktis melalui aplikasi perbankan digital. Tidak hanya itu, fitur-fitur keamanan seperti OTP dan fingerprint juga semakin memastikan keamanan transaksi nasabah. Dengan kemudahan dan keamanan yang ditawarkan oleh layanan digital ini, tidak heran jika semakin banyak orang beralih untuk menggunakan Online dan Mobile Banking dalam aktivitas perbankan mereka sehari-hari

  • Fintech Lending Punya Hak Menagih jika Peminjam Tak Kembalikan Pinjaman

    Bagi para peminjam yang tidak mengembalikan pinjaman tepat waktu, kami memiliki hak untuk menagihnya sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa pinjaman tersebut dikembalikan dengan baik dan tepat waktu. Jadi, jangan ragu untuk mengajukan pinjaman kepada kami karena kami akan selalu menjaga kepercayaan dan integritas dalam layanan fintech lending kami