Risiko Mengintai Bank Himbara di Balik Wacana Guyuran Kredit Murah 5% Prabowo

Utang BUMN Karya Berpotensi Ditunda, Laba Bank Himbara Terancam Tertekan

Beritafintech.com – JAKARTA. Prospek laba bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menghadapi tekanan baru.

Selain margin bunga bersih (NIM) yang cenderung menyempit, bank pelat merah berpotensi kembali menambah pencadangan jika penundaan pembayaran utang proyek BUMN Karya diperpanjang.

Sumber KONTAN menyebut, Danantara telah mengingatkan bank Himbara mengenai kemungkinan perpanjangan penundaan pembayaran utang proyek infrastruktur yang dikerjakan BUMN Karya.

Kondisi keuangan BUMN Karya yang belum sepenuhnya pulih menjadi salah satu pertimbangannya.

Baca Juga: Restrukturisasi Utang BUMN Karya Berpotensi Tekan Laba Himbara

Jika terjadi, penundaan pembayaran tersebut akan memasuki tahun keempat. Kondisi ini berpotensi membuat Himbara harus membentuk pencadangan hingga 100% atas kredit-kredit yang terdampak.

Direktur Corporate Banking Bank Tabungan Negara (BTN) Helmy Afrisa Nugroho mengatakan, eksposur pembiayaan BTN ke BUMN Karya relatif kecil, yakni 0,97% dari total kredit korporasi per semester I-2026.

“BTN tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Helmy, Senin (8/8/2026).

Menurut Helmy, pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) ditentukan berdasarkan kualitas kredit, kondisi dan kemampuan bayar debitur, prospek proyek, agunan, estimasi arus kas, serta expected credit loss.

Baca Juga: Kinerja Emiten BUMN Karya Masih Merana

Jika penundaan pembayaran diperpanjang, BTN akan melakukan kajian restrukturisasi secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memperbaiki kemampuan bayar debitur, bukan sekadar menunda kewajiban.

Bila diperlukan, BTN juga dapat meminta tambahan agunan maupun dukungan dari pemegang saham dan pihak terkait.

Dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan proyek strategis dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan BUMN Karya sekaligus mendukung keberhasilan restrukturisasi.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, perseroan akan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait usulan perpanjangan pembayaran kewajiban tersebut.

TRENDING  Bunga Pinjol Legal & Berizin OJK Akan Turun Mulai 2025, Jauhi Pinjol ilegal Berikut

Bank Mandiri akan melakukan penilaian secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing debitur dan ketentuan yang berlaku.

Per Juni 2026, portofolio kredit Bank Mandiri ekosistem pemerindah dan BUMN mencapai Rp 489 triliun, tumbuh 41,6% secara tahunan. Kredit tersebut mencakup pembiayaan proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.

Baca Juga: Cek Proyeksi Dividen Bank Himbara, Perlambatan Pertumbuhan Kinerja Membayangi

Meski demikian, kualitas aset Bank Mandiri hingga Juni 2026 masih terjaga. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) bank only sebesar 0,98% dengan NPL coverage ratio mencapai 242%.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menilai, perpanjangan pembayaran utang memang dapat memberi ruang bagi BUMN Karya dalam jangka pendek.

Namun, bagi Himbara, risiko kredit pada dasarnya hanya bergeser ke masa depan.

Jika kemampuan bayar debitur tidak membaik secara fundamental, kualitas kredit berpotensi memburuk. Dampaknya, kebutuhan CKPN meningkat dan pada akhirnya dapat menekan laba serta permodalan bank.

Baca Juga: Bank Himbara Kebut Dukungan ke Program Prioritas, dari MBG hingga Kopdes Merah Putih

“Restrukturisasi jangan sampai sekadar menunda pengakuan risiko kredit yang sudah memburuk,” kata Rizal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Asuransi Penyakit Kritis Bisa Melindungi Finansial Keluarga

    Asuransi penyakit kritis adalah salah satu produk asuransi yang dapat memberikan perlindungan finansial bagi keluarga Anda dalam menghadapi risiko penyakit serius. Dengan memiliki asuransi ini, Anda tidak perlu khawatir akan beban biaya pengobatan yang besar jika suatu saat terkena penyakit kritis. Selain itu, asuransi ini juga dapat memberikan manfaat tambahan berupa santunan tunai untuk membantu keluarga Anda menjalani kehidupan sehari-hari selama masa pemulihan. Jadi, jangan ragu untuk melindungi finansial keluarga Anda dengan memilih asuransi penyakit kritis sebagai investasi masa depan yang cerdas

  • Dampak Inflasi Kesehatan bagi Kondisi Finansial Keluarga

    Inflasi dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi finansial keluarga. Kenaikan harga-harga barang dan jasa akan membuat biaya hidup semakin tinggi, sehingga menyebabkan pengeluaran keluarga meningkat. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya daya beli keluarga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan tetap.

    Selain itu, inflasi juga dapat berdampak pada kesehatan keluarga. Kenaikan harga obat-obatan dan biaya perawatan kesehatan akan membuat akses terhadap layanan kesehatan menjadi semakin sulit bagi keluarga dengan pendapatan rendah. Akibatnya, banyak keluarga yang terpaksa menunda atau bahkan mengabaikan perawatan kesehatan karena tidak mampu membayar biayanya.

    Dengan demikian, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dampak inflasi terhadap kondisi finansial dan kesehatan mereka. Merencanakan anggaran secara bijaksana dan mempertimbangkan perlindungan keuangan seperti asuransi kesehatan dapat membantu melindungi kondisi finansial keluarga dari dampak negatif inflasi

  • Saatnya Merdeka Finansial dengan Emas Bersama Pegadaian

    Kini saatnya kita semua meraih kemerdekaan finansial dengan berinvestasi dalam emas bersama Pegadaian. Dengan emas, kita dapat melindungi kekayaan kita dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mencapai kebebasan finansial yang selama ini kita impikan. Ayo bergabung bersama Pegadaian dan mulailah langkah menuju kemerdekaan finansial!

  • Simak Target Bank Mandiri Tahun 2025

    Pada tahun 2025, Bank Mandiri telah berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan inovasi dan strategi yang tepat, Bank Mandiri mampu meningkatkan layanan kepada nasabah serta memperluas jaringan cabang di seluruh Indonesia. Kepercayaan masyarakat terhadap Bank Mandiri semakin meningkat, hal ini terbukti dari peningkatan jumlah nasabah dan transaksi perbankan yang terus mengalami pertumbuhan signifikan.

    Selain itu, Bank Mandiri juga berhasil meraih berbagai penghargaan bergengsi dalam industri perbankan, seperti “Bank Terbaik” dan “Inovasi Terbaik”. Hal ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh nasabahnya. Dengan visi dan misi yang jelas serta dukungan dari seluruh karyawan, Bank Mandiri siap untuk terus berkembang dan menjadi bank terdepan di Indonesia

  • Ini Kata Pengamat Soal Batas Atas Penyaluran Produktif Fintech Lending Jadi Rp 5 M

    Menurut pengamat, batas atas penyaluran produktif fintech lending yang telah ditetapkan sebesar Rp 5 juta merupakan langkah yang tepat. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi risiko yang dapat terjadi akibat penyaluran dana yang terlalu besar. Dengan adanya batasan tersebut, diharapkan para pelaku usaha dapat memanfaatkan layanan fintech lending secara bijaksana dan tidak terjebak dalam jerat utang yang berlebihan. Selain itu, regulasi ini juga diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi konsumen agar tidak menjadi korban praktik pinjaman ilegal atau rentenir online

  • Pembiayaan Fintech Lending Naik Saat Ramadan, Waspadai Potensi Kenaikan Kredit Macet

    Pembiayaan fintech lending mengalami lonjakan yang signifikan selama bulan Ramadan. Namun, perlu diwaspadai potensi kenaikan kredit macet yang bisa terjadi akibat peningkatan permintaan pinjaman. Hal ini menuntut para pelaku usaha untuk lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan dan memastikan kemampuan untuk membayar kembali pinjaman tepat waktu. Jangan sampai terjebak dalam jerat utang yang bisa merugikan kedua belah pihak. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih jenis pembiayaan dan pastikan untuk melakukan perencanaan keuangan yang matang sebelum mengajukan pinjaman kepada lembaga fintech lending