Kredit Bank Mandiri Tembus Rp 1.592 Triliun, Laba Tumbuh 22,4% yoy Agustus 2026

Bank Mandiri Pastikan Tak Ada Penarikan Dana Nasabah Imbas Polemik Rekening Botok

ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank Mandiri (Dok/Mandiri)

Beritafintech.com-JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memastikan operasional perbankan perseroan tetap berjalan normal di tengah polemik penundaan transaksi rekening milik Supriyono alias Botok, warga Pati.

Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, perseroan akan menjalankan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku menyusul keputusan Polda Metro Jaya untuk membuka kembali penundaan transaksi rekening tersebut.

“Kita ikuti saja apa yang sudah disampaikan oleh Kabid Humas. Kita bank melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawab kita sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku,” ujar Riduan di DPR RI, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Bencana Alam Mengintai, AAUI Soroti Risiko Klaim dan Kapasitas Reasuransi

Sebelumnya, Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin menyatakan penundaan transaksi rekening Supriyono dapat dibuka kembali setelah penyidik melakukan klarifikasi dan memperoleh fakta hukum dari pihak-pihak terkait.

Dengan demikian, proses pengaktifan kembali rekening tersebut selanjutnya menjadi kewenangan Bank Mandiri.

Di tengah perhatian terhadap kasus tersebut, Riduan memastikan tidak terdapat dampak signifikan terhadap aktivitas nasabah Bank Mandiri.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya nasabah yang menarik dana sebagai dampak dari kejadian tersebut, Riduan membantah adanya kondisi tersebut.

“Enggak, enggak ada. Biasa saja ya. Semuanya normal,” kata Riduan.

Ia juga menanggapi pergerakan saham Bank Mandiri yang sempat mengalami penurunan. Riduan menilai pergerakan tersebut masih dalam kondisi normal.

“Enggak, enggak. Normal lah biasa ya. Ekonomi,” ujarnya.

Dengan demikian, Bank Mandiri menegaskan, tetap menjalankan kegiatan operasional secara normal sekaligus menindaklanjuti keputusan Polda Metro Jaya terkait pembukaan kembali rekening tersebut sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku.

TRENDING  Bank BTPN dan Fintech Danai.id Jalin Kerja Sama Channeling

Sebagai informasi, rekening atas nama Supriyono tersebut digunakan untuk menghimpun donasi dari warga yang akan digunakan untuk kebutuhan aksi unjuk rasa bersama Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Berdasarkan informasi yang disampaikan, rekening tersebut ditunda transaksinya pada Jumat (21/8/2026). Sebelum penundaan, dana yang terkumpul disebut telah mencapai sekitar Rp80 juta.

Pemilik rekening disebut tidak menerima informasi dari pihak bank sebelum rekening tersebut tidak dapat digunakan. Aksi unjuk rasa yang akan dilakukan AMPB dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Laba BSI (BRIS) Tumbuh 11%, CGS Pertahankan Rekomendasi Tapi Target Harga Dipangkas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

    Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

    Para nasabah kaya semakin memilih untuk “parkir” dana mereka di bank, terutama dengan adanya produk simpanan jumbo yang memberikan tingkat bunga yang menggiurkan. Dengan simpanan jumbo ini, para nasabah dapat melihat dana mereka berkembang dengan cepat dan aman.

    Tidak heran jika semakin banyak orang kaya yang memilih untuk menyimpan dananya di bank daripada menginvestasikannya ke dalam instrumen keuangan lain. Dengan tingkat bunga yang kompetitif dan keamanan yang terjamin, parkir dana di bank menjadi pilihan utama bagi para nasabah kaya.

    Dengan simpanan jumbo membengkak, para nasabah kaya dapat merasa lebih tenang karena dana mereka terjaga dengan baik dan tetap berkembang secara signifikan. Selain itu, dengan berbagai layanan tambahan yang ditawarkan oleh bank seperti wealth management dan asuransi, para nasabah kaya semakin yakin bahwa mereka telah membuat pilihan yang tepat dengan memilih untuk parkir dana mereka di bank

  • Risiko Mengintai Bank Himbara di Balik Wacana Guyuran Kredit Murah 5% Prabowo

    Wacana guyuran kredit murah 5% yang diusung oleh Prabowo menuai perhatian yang tinggi, terutama dalam konteks risiko yang mungkin mengintai Bank Himbara. Banyak pihak mulai mempertanyakan keberlanjutan dari program tersebut dan potensi dampaknya terhadap stabilitas keuangan bank-bank tersebut. Dengan kondisi ekonomi global yang tidak menentu, langkah-langkah seperti ini dapat menjadi bumerang bagi sektor perbankan nasional. Menarik untuk melihat bagaimana Bank Himbara akan mengelola risiko-risiko ini dan apakah mereka memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan ini

  • 3 Gaya Gen Z Atur Finansial

    Generasi Z saat ini semakin cerdas dalam mengatur keuangan mereka. Mereka tidak hanya fokus pada gaya hidup instant, namun juga memikirkan masa depan mereka. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, generasi Z dapat dengan mudah mengelola dan mengontrol keuangan mereka melalui aplikasi finansial yang tersedia. Mereka juga lebih aware akan pentingnya investasi dan tabungan untuk mencapai tujuan keuangan mereka di masa depan

  • Penuhi Kebutuhan Listrik Nasional, Bank Mandiri Gandeng HBAP

    Bank Mandiri telah menjalin kemitraan strategis dengan Himpunan Bank-Bank Pembangunan Asia Pasifik (HBAP) untuk mendukung program Penuhi Kebutuhan Listrik Nasional. Melalui kerjasama ini, Bank Mandiri akan memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk proyek-proyek pembangkit listrik di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat mempercepat pencapaian target listrik nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, Bank Mandiri juga berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi di Tanah Air demi mencapai kemandirian energi yang berkelanjutan

  • OJK: Kalangan Usia 26 Tahun Sampai 35 Tahun Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal

    Menurut data dari OJK, kalangan usia 26 tahun sampai 35 tahun merupakan kelompok yang paling banyak terjerat dalam praktik pinjaman online ilegal. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dapat memberikan dampak buruk bagi keuangan dan kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih waspada dan bijak dalam menggunakan layanan pinjaman online agar tidak terperangkap dalam jeratan utang yang sulit untuk diselesaikan

  • OJK selidiki kasus gadai emas Bank Mega Syariah

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang menyelidiki kasus gadai emas yang dilakukan oleh Bank Mega Syariah. Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia. OJK ingin memastikan bahwa praktik gadai emas yang dilakukan oleh Bank Mega Syariah sesuai dengan prinsip syariah dan tidak merugikan nasabah. Selain itu, OJK juga ingin memastikan bahwa transparansi dan keadilan tetap terjaga dalam setiap transaksi yang dilakukan oleh bank tersebut. Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan syariah di Indonesia