AIA Indonesia Menyasar Nasabah yang Mencari Aman

Kolaborasi antara bank dan fintech semakin meningkat

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di Bank BRI Agro Jakarta, Jumat (6/3/2020). 

Beritafintech.com – JAKARTA. Kolaborasi antara perbankan dengan fintech terus meningkat. Keduanya sama-sama memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing sehingga kolaborasi diperlukan untuk menutupi kekurangan diantara kedua belah pihak. 

PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) misalnya telah berkolaborasi dengan 14 fintech sejauh ini.  Hirawan Nur Kustono Sekretaris Perusahaan BRI Agro mengatakan, langkah kolaborasi itu dilakukan sebagai strategi perseroan bertransformasi menjadi bank digital. 

Adapun penyaluran kredit yang sudah terealisasi adalah dengan 8 fintech. “Total disbursement dari kerjasama dengan 8 fintech yang sudah terealisasi mencapai Rp 348 miliar,” kata Hirawan pada Beritafintech.com, Selasa (15/6).

Baca Juga: LPS dan Kejaksaan Agung perkuat koordinasi untuk hadapi bank bermasalah

Salah satu manfaat kolaborasi bank dan fintech disebut untuk efisiensi. Namun karena jumlah outstanding kredit kepada fintech belum terlalu besar dan akan terus berkembang, BRI Agro belum bisa menjabarkan perhitungan efisiensi yang diperoleh dari kolaborasi tersebut.

Hirawan mengatakan, kolaborasi dengan fintech akan terus dilanjutkan BRI Agro sebagai strategi menjalankan bisnisnya. Saat ini, perseroan masih dalam proses menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas target penyaluran kredit secara digital.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga melakukan hal senada. Bank ini sudah menjalin kerjasama dengan beberapa fintech, e-commerce dan digital start up dalam penyaluran kredit. 

Hingga Mei 2021, BCA telah mencatatkan total penyaluran kredit melalui channeling dan partnership dengan e-commerce sebesar Rp112,4 miliar. “Penyaluran ini akan terus ditingkatkan demi mendukung kinerja UMKM Indonesia,” kata Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn.

TRENDING  Bank DKI sukses raih prestasi di tengah pandemi Covid-19

Dia menambahkan, BCA mencermati bahwa perkembangan bisnis di era digital saat ini semakin pesat sehingga muncul beragam fintech untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat. Perseroan melihat hadirnya fintech ini berhasil membuka pintu baru bagi perkembangan bisnis perbankan di Tanah Air. 

Baca Juga: NPL fluktuatif, bankir yakin kondisi akan membaik

Selain berkolaborasi dengan fintech, BCA juga menyalurkan digital loan secara selektif melalui Business Personal Loan yang merupakan salah satu produk atau layanan BCA.  

Di samping kolaborasi channeling, BCA juga siap mendukung ekspansi bisnis fintech melalui anak usaha modal venturanya yakni PT Central Capital Ventura (CCV).  Perusahaan ini memfokuskan pendanaan kepada perusahaan rintisan, fintech, insurtech, perusahaan berbasis artificial intelligence, cybersecurity, dan wealth management.

“CCV memiliki peran strategis dalam membangun kolaborasi dengan perusahaan berbasis teknologi dan digital dengan cara melakukan investasi ke perusahaan tersebut yang berpotensi untuk menjadi bibit unggul menuju perkembangan ekosistem berorientasi ekonomi digital Nasional masa depan.” pungkas Hera.

Similar Posts

  • Authors

    Ketika malam tiba, bulan bersinar terang di langit gelap. Angin berbisik lembut di telinga, mengantar aroma bunga yang harum. Di tengah hening malam, aku merenung tentang arti kehidupan dan tujuan hidupku. Apakah semua ini hanya sebuah permainan takdir atau ada yang lebih besar di balik semua ini? Aku terus mencari jawaban, meski kadang-kadang terasa seperti aku berjalan sendirian dalam kegelapan

  • Wadirut Bank Mega, Lay Diza Larentie Mengundurkan Diri dari Jabatannya

    Kabar mengejutkan datang dari Wadirut Bank Mega, Lay Diza Larentie, yang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya. Keputusan ini langsung mencuri perhatian publik dan menjadi pembicaraan hangat di kalangan pebisnis dan pengamat ekonomi. Banyak yang bertanya-tanya apa penyebab di balik keputusan mendadak tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap perjalanan Bank Mega ke depan. Semua mata tertuju pada langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak manajemen untuk mengisi posisi kosong tersebut

  • Bank Aladin Syariah Telah Menghimpun Dana Nasabah Rp 1,3 Triliun

    Bank Aladin Syariah telah berhasil menghimpun dana nasabah sebesar Rp 1,3 triliun, menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi seluruh pemegang saham dan nasabah Bank Aladin Syariah. Dengan komitmen yang kuat dalam prinsip-prinsip syariah, Bank Aladin Syariah siap menjadi mitra terpercaya dalam memenuhi kebutuhan finansial dan investasi Anda

  • Fintech Lending Perlu Bentuk Pooling Funds guna Perkuat Perlindungan Lender

    Fintech lending telah menjadi pilihan yang populer bagi banyak orang dalam mendapatkan pinjaman tanpa harus melalui proses yang rumit. Namun, ada risiko yang perlu diperhatikan, terutama bagi para pemberi pinjaman atau lender. Untuk mengatasi risiko tersebut, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk pooling funds.

    Pooling funds merupakan praktik di mana sejumlah dana dari beberapa lender dikumpulkan menjadi satu pool besar. Dengan demikian, risiko default dari peminjam dapat tersebar ke seluruh lender dalam pool tersebut. Hal ini akan memberikan perlindungan ekstra bagi para lender dan meminimalkan kerugian jika terjadi default.

    Dengan membentuk pooling funds, para lender dapat saling mendukung dan bekerja sama untuk mengurangi risiko serta meningkatkan keuntungan secara kolektif. Selain itu, pooling funds juga dapat memperkuat hubungan antara para lender dan platform fintech lending sehingga transaksi berjalan lebih lancar dan aman.

    Dengan demikian, penting bagi para pemberi pinjaman atau lender untuk mempertimbangkan pembentukan pooling funds sebagai strategi perlindungan dalam berinvestasi di dunia fintech lending. Dengan cara ini, kita semua bisa merasakan manfaat dari perkembangan teknologi finansial tanpa harus khawatir akan risiko yang mungkin timbul

  • OJK Sebut Gelombang PHK Dapat Pengaruhi Pembiayaan Multifinance dan Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa gelombang PHK yang terjadi akibat pandemi Covid-19 dapat berdampak pada pembiayaan perusahaan multifinance dan fintech lending di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kemampuan konsumen dalam membayar cicilan pinjaman, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kredit bagi lembaga pembiayaan tersebut. OJK pun memberikan peringatan kepada para pelaku usaha di sektor ini untuk lebih berhati-hati dalam mengelola risiko kredit agar tidak terjadi peningkatan jumlah kredit bermasalah