​Kekayaan Bukan Sekadar Aset, Ini Cara Membangun Finansial yang Tangguh hingga Lintas Generasi

​Kekayaan Bukan Sekadar Aset, Ini Cara Membangun Finansial yang Tangguh hingga Lintas Generasi

Jakarta: Membangun kekayaan tidak cukup hanya dengan meningkatkan nilai aset dan mengumpulkan investasi. Di tengah perubahan ekonomi dan ketidakpastian pasar, kemampuan menjaga nilai kekayaan, mengelola risiko, serta mempersiapkan masa depan keluarga menjadi bagian penting dari perencanaan finansial jangka panjang.

Kekayaan juga berkaitan dengan kualitas hidup. Kesehatan, hubungan sosial, tujuan hidup, hingga kemampuan mewariskan nilai dan pengetahuan kepada generasi berikutnya turut menentukan seberapa berkelanjutan kekayaan yang dimiliki seseorang.

Perspektif tersebut semakin relevan ketika individu dan keluarga menghadapi berbagai kebutuhan sekaligus, mulai dari menjaga stabilitas keuangan, mengembangkan bisnis, mempersiapkan pendidikan anak, hingga merancang masa pensiun. Kondisi ini menuntut pendekatan pengelolaan kekayaan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan ketahanan menghadapi perubahan.
 

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyoroti pentingnya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penguatan investasi, peningkatan produktivitas, dan pengembangan ekspor bernilai tambah. Efisiensi logistik serta upaya mengatasi hambatan dunia usaha juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat perekonomian.

Dalam konteks tersebut, kepercayaan investor domestik terhadap fundamental ekonomi dan pasar modal Indonesia turut menjadi perhatian. Investasi dan perdagangan diharapkan dapat membuka sumber pertumbuhan baru, bukan sekadar mempertahankan momentum ekonomi yang telah terbentuk.

Bagi investor individu, dinamika ekonomi tersebut menjadi pengingat bahwa keputusan finansial perlu mempertimbangkan tujuan jangka panjang dan kemampuan menghadapi risiko. Pertumbuhan aset tetap penting, tetapi strategi investasi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan, profil risiko, dan tahapan kehidupan masing-masing.

TRENDING  Kenaikan Suku Bunga BI dan Aturan Bunga Pinjol Dinilai Berdampak ke Fintech Lending

Mengelola Kekayaan dengan Perspektif yang Lebih Luas

Pengelolaan kekayaan atau wealth management kini dapat dipahami sebagai proses yang lebih luas daripada memilih instrumen investasi. Pendekatan ini mencakup perencanaan keuangan, perlindungan terhadap risiko, pengelolaan aset, serta persiapan untuk memenuhi kebutuhan keluarga pada masa mendatang.

Eddie Sajoga, Direktur Consumer & Branch Banking Permata Bank, menilai kebutuhan nasabah terhadap layanan pengelolaan kekayaan terus berkembang mengikuti perubahan prioritas dan tahapan kehidupan. Karena itu, pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan aset, tetapi juga upaya menjaga nilainya dan memastikan kesesuaiannya dengan tujuan jangka panjang.

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan kepentingan masa depan. Keputusan untuk mengembangkan bisnis, meningkatkan investasi, atau memenuhi kebutuhan keluarga perlu diselaraskan dengan kemampuan finansial agar tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap arus kas.

Selain itu, diversifikasi aset dan pemahaman terhadap risiko menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keuangan. Investor perlu mempertimbangkan berbagai kemungkinan perubahan kondisi pasar serta memastikan bahwa strategi yang dipilih sesuai dengan jangka waktu dan tujuan penggunaan dana.

Pendekatan tersebut juga menempatkan kesehatan sebagai bagian dari perencanaan kekayaan. Biaya kesehatan, kebutuhan perlindungan, dan kemampuan mempertahankan produktivitas dalam jangka panjang dapat memengaruhi kondisi finansial seseorang maupun keluarganya.

Dengan demikian, keberhasilan finansial tidak semata-mata diukur dari besarnya portofolio investasi. Kemampuan mempertahankan kualitas hidup, memenuhi kebutuhan penting, dan menghadapi situasi tak terduga juga menjadi bagian dari ketahanan finansial.

Keseimbangan Hidup dan Tujuan Finansial

Pemahaman mengenai kekayaan yang lebih menyeluruh turut tercermin dalam program edukasi Wealth Wisdom 2026 yang diselenggarakan Permata Bank di tujuh kota pada 21 Agustus hingga 22 Oktober 2026. Program yang memasuki tahun ke-12 tersebut menghadirkan 16 kelas dengan pembahasan mengenai ekonomi, investasi, bisnis, kesehatan, dan kepemimpinan.

TRENDING  Fintech Amartha Nilai Prospek Pembiayaan ke Sektor Produktif Masih Besar

Salah satu gagasan yang diangkat adalah bahwa keputusan finansial sebaiknya berangkat dari tujuan hidup, bukan semata-mata mengikuti tren investasi atau mengejar peningkatan aset.

Kerangka tersebut mencakup enam aspek, yakni Frugality, Purpose, Health, Relation, Giving, dan Moments. Secara garis besar, keenamnya menekankan pentingnya kebiasaan finansial yang bijak, tujuan hidup yang jelas, kesehatan, hubungan sosial, kontribusi kepada sesama, serta pengalaman yang memberikan makna.

Dalam praktik sehari-hari, prinsip tersebut dapat diterapkan melalui pengendalian pengeluaran, penetapan prioritas keuangan, dan pemisahan antara kebutuhan dengan keinginan. Seseorang juga perlu memahami alasan di balik setiap keputusan investasi agar strategi yang dijalankan tidak mudah berubah hanya karena sentimen pasar.

Di sisi lain, kekayaan dapat memberikan manfaat lebih luas ketika digunakan untuk mendukung pendidikan, menjaga kesejahteraan keluarga, mengembangkan usaha, dan membantu masyarakat. Perspektif ini menempatkan uang sebagai sarana untuk mencapai tujuan, bukan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan hidup.

Menyiapkan Generasi Penerus Sejak Dini

Keberlanjutan kekayaan menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang memiliki aset atau bisnis lintas generasi. Kekayaan yang berhasil dibangun selama puluhan tahun belum tentu dapat dipertahankan apabila generasi penerus tidak memiliki pengetahuan finansial dan kesiapan untuk mengelolanya.

Karena itu, pendidikan mengenai investasi, bisnis, kepemimpinan, dan tanggung jawab menjadi bagian penting dari persiapan tersebut. Generasi muda perlu memahami bukan hanya cara memperoleh kekayaan, melainkan juga bagaimana menjaga, mengembangkan, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Permata Bank turut mengangkat aspek ini melalui program Future Leaders Journey Shanghai 2026 dalam rangkaian Permata Masa Depan. Program tersebut ditujukan kepada putra-putri nasabah Private dan Priority berusia 15–25 tahun yang memenuhi ketentuan program.

TRENDING  Permata Bank dan Japan Airlines Gelar Travel Fair 2025, Targetkan Lonjakan Transaksi

Peserta berkesempatan mengikuti kunjungan edukatif ke Fudan University, Shanghai Normal University, dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University. Program tersebut juga mencakup kunjungan bisnis ke Alibaba dan Bangkok Bank di Shanghai.

Pengalaman pendidikan dan bisnis lintas negara diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan ekonomi, dunia usaha, dan kepemimpinan. Namun, persiapan generasi penerus juga perlu dilengkapi dengan pembelajaran praktis mengenai pengelolaan uang, pemahaman risiko, serta komunikasi keluarga mengenai tujuan dan tanggung jawab atas aset.

Bagi keluarga yang memiliki usaha, proses regenerasi juga membutuhkan perencanaan yang matang. Pembagian peran, tata kelola bisnis, dan kejelasan mekanisme pengambilan keputusan dapat membantu mengurangi potensi konflik sekaligus menjaga keberlangsungan usaha. 

(SAW)

Similar Posts