Era Digital, Bank Danamon Ajak Masyarakat Sesuaikan Kebutuhan Finansial

Era Digital, Bank Danamon Ajak Masyarakat Sesuaikan Kebutuhan Finansial

Jakarta: Di tengah era digital ini, banyak generasi produktif baik dari yang paling muda seperti Gen Z, Millennial, sampai Gen X terpapar informasi yang menyebar begitu luas. Penyebaran informasi yang dikemas secara pendek dan cepat membuat informasi tersebut lebih menarik di mata masyarakat.

Hal ini mempengaruhi perilaku konsumen dari yang sebelumnya mencari informasi dengan bertanya kepada orang terdekat, menjadi melalui internet dan media sosial. Hal ini didukung dengan penetrasi smartphone yang sudah sangat tinggi di Indonesia.

Banyaknya informasi yang diserap tanpa disaring terlebih dahulu kemudian akan menimbul rasa ingin membanding-bandingkan kondisi diri sendiri. Akibatnya, orang akan mengambil keputusan finansial seperti membeli barang dengan impulsif dan terburu-buru sehingga merugikan.
Untuk itu, PT Bank Danamon Indonesia Tbk mengadakan DXPO by Danamon untuk menunjukkan berbagai kemampuan produk, layanan, dan channel perusahaan; dan menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi one-stop financial solution provider untuk semua kebutuhan keuangan nasabah.

Mengusung tema Tumbuh Bersama, yang juga merupakan tema HUT tahun ini, DXPO Talks diadakan di Central Park Mall, 20-23 Juli 2023. Dalam acara ini, Danamon membahas berbagai kebutuhan finansial mulai dari pembiayaan kendaraan, kredit pemilikan rumah (KPR), travelling, hingga kesadaran finansial.

Danamon menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial yang disampaikan. Seperti kebutuhan memperoleh kendaraan pertama, Danamon berpendapat bahwa penting memilih mitra pembiayaan yang tepat, terpercaya, dan fleksibel.

Kemudian kebutuhan memperoleh properti yang diinginkan generasi muda, di mana Danamon memberikan insights bahwa ada baiknya bagi generasi muda untuk membeli properti dari sekarang karena harga properti akan selalu naik.

TRENDING  Penjelasan KB Bank soal Transaksi Anomali Senilai 3,18 Miliar Won

Selanjutnya dari sisi travelling, selain solusi yang diberikan Danamon melalui promo menarik pada tiket penerbangan, hotel, dan atraksi, Danamon juga menyediakan asuransi yang menjamin kenyamanan dan keamanan nasabah selama travelling.

Menjawab kekhawatiran yang terakhir yaitu literasi finansial sejak dini pada anak, Danamon menghadirkan produk tabungan yang disesuaikan dengan kebutuhan si kecil sembari dirinya belajar mengenai finansial dasar dari ayah dan ibunya, yaitu Danamon Lebih Junior dan Danamon Lebih Youth.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(END)

Era digital telah memungkinkan transformasi besar dalam layanan perbankan, termasuk di Bank Danamon. Bank ini mengajak masyarakat untuk menyusun rencana keuangan yang sesuai dengan kebutuhan finansial mereka melalui berbagai layanan digital yang disediakan. Dengan adanya kemudahan akses melalui perangkat elektronik, nasabah dapat dengan mudah mengelola keuangan mereka, melakukan transaksi, serta mengatur investasi secara lebih efisien. Inisiatif ini merupakan upaya Bank Danamon untuk membantu masyarakat memahami dan mengelola keuangan mereka dengan lebih baik di tengah era digital yang semakin canggih dan dinamis.

Similar Posts

  • Pendanaan dari Lender Perbankan di Fintech Lending Meningkat, Ini Kata Celios

    Menurut Celios, pendanaan dari lender perbankan di fintech lending semakin meningkat karena adanya kebutuhan akan layanan pinjaman yang cepat dan mudah. Hal ini juga dipicu oleh perkembangan teknologi yang memungkinkan proses pengajuan pinjaman menjadi lebih efisien. Dengan adanya dukungan dari lender perbankan, fintech lending dapat terus berkembang dan memberikan solusi keuangan yang inovatif bagi masyarakat

  • Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

    Bank Emas merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia perbankan yang menawarkan peluang bisnis yang menarik. Dengan kehadiran Bank Emas, para investor dapat dengan mudah membeli dan menjual emas secara online, tanpa perlu repot-repot datang ke toko fisik. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelaku bisnis emas.

    Selain itu, Bank Emas juga memberikan jaminan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi yang dilakukan. Dengan sistem teknologi blockchain yang digunakan oleh Bank Emas, para investor dapat melacak setiap transaksi mereka dengan mudah dan aman. Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi para pelaku bisnis emas yang ingin mengoptimalkan investasi mereka.

    Dengan adanya Bank Emas, peluang bisnis di bidang investasi emas semakin terbuka lebar. Para investor dapat dengan mudah membeli emas dalam jumlah besar maupun kecil sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, harga emas yang ditawarkan oleh Bank Emas juga bersaing sehingga para investor bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi mereka.

    Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan oleh Bank Emas, tidak heran jika banyak orang mulai melirik peluang bisnis di bidang investasi emam ini. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan di dunia bisnis dengan memanfaatkan kehadiran Bank Emam sebagai sarana berinvestasi Anda!

  • Bantah Bersekongkol, AFPI Berharap Fintech Lending Berikan Bukti di Sidang KPPU

    Bantah Bersekongkol, AFPI Berharap Fintech Lending Berikan Bukti di Sidang KPPU

    Asosiasi Fintech Peer-to-Peer Lending Indonesia (AFPI) menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam praktik bersama-sama atau bersekongkol untuk menetapkan suku bunga pinjaman. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan atas tuduhan yang dilontarkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

    AFPI berharap bahwa dalam sidang yang akan datang, pihak-pihak yang terlibat dapat memberikan bukti konkret dan tidak hanya sekadar asumsi semata. Mereka siap untuk menghadirkan data dan fakta yang mendukung klaim bahwa industri fintech lending di Indonesia telah beroperasi secara transparan dan sesuai dengan regulasi yang ada.

    Dalam upaya membuktikan ketidakbersekongkolan tersebut, AFPI juga mengajak para pelaku usaha fintech lending lainnya untuk bersama-sama memberikan klarifikasi kepada KPPU. Mereka yakin bahwa dengan kerja sama antar pemain industri, isu-isu persaingan usaha dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus melibatkan pihak ketiga.

    Dengan sikap tegas dan komitmen untuk menjaga integritas industri fintech lending, AFPI optimis bahwa kebenaran akan terungkap dalam sidang nanti. Mereka juga meminta dukungan dari seluruh anggota asosiasi serta pemerintah agar proses hukum ini dapat berjalan dengan lancar dan adil bagi semua pihak yang terlibat

  • Ini Respons Samir Soal Adanya Ketentuan Pembatasan Pinjaman Borrower Fintech Lending

    Menurut Samir, ketentuan pembatasan pinjaman bagi peminjam fintech lending merupakan langkah yang sangat penting untuk melindungi konsumen dari potensi penyalahgunaan dan over-indebtedness. “Dengan adanya batasan ini, diharapkan para peminjam akan lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka dan tidak terjerumus dalam masalah hutang yang berkepanjangan,” ujar Samir dengan tegas.

    Selain itu, Samir juga menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran dari pihak penyedia layanan fintech lending dalam memberikan informasi kepada para peminjam. “Konsumen harus diberikan akses yang jelas terkait dengan syarat dan ketentuan pinjaman, serta besaran bunga yang akan dikenakan. Hal ini akan membantu para peminjam untuk membuat keputusan finansial yang lebih cerdas,” tambahnya.

    Samir juga berharap bahwa regulasi terkait dengan fintech lending dapat terus dikembangkan dan diperkuat guna menjaga stabilitas pasar finansial serta melindungi kepentingan konsumen secara keseluruhan. “Kita semua harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan finansial yang sehat dan berkelanjutan bagi semua pihak,” tutup Samir dengan optimis

  • OJK Luncurkan Dukungan Asuransi Kredit untuk Perkuat Ekosistem Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini meluncurkan dukungan asuransi kredit untuk memperkuat ekosistem fintech lending di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi para pelaku usaha kecil dan menengah yang menggunakan layanan pinjaman online dari risiko gagal bayar. Dengan adanya asuransi kredit, diharapkan para peminjam dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam mengakses dana tambahan untuk mengembangkan bisnis mereka. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri fintech lending sehingga pertumbuhan sektor ini dapat semakin berkembang pesat