Jauhi Pinjol, Pahami Kelebihan dan Kekurangan Fintech

Jauhi Pinjol, Pahami Kelebihan dan Kekurangan Fintech

Jakarta: Perkembangan internet telah merambah ke berbagai sektor, salah satunya adalah ekonomi digital atau financial technology (fintech). Fintech merupakan bidang jasa keuangan yang memanfaatkan teknologi, mulai dari metode pembayaran, transfer dana, peminjaman, pembayaran cicilan, dan pengelolaan aset.

Fintech lending atau peer-to-peer lending alias pinjaman online adalah penyelenggaraan layanan jasa keuangan untuk mempertemukan pemberi pinjaman/lender dengan penerima pinjaman/borrower dalam rangka melakukan perjanjian pinjam meminjam dalam mata uang rupiah secara langsung melalui sistem elektronik.

Fintech lending juga disebut sebagai Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Kemunculan fintech memberikan opsi bagi masyarakat diIndonesia untuk permodalan bagi bisnis kecil dan mikro.
“Dulu, sebagian besar pelaku UMKM menggunakan pinjaman bank untuk modal usaha dan biasanya dipatok dengan bunga dan persyaratan yang cukup sulit,” ujar Anggota Komisi I DPR RI H Taufiq R Abdulah, dalam webinar, dikutip Kamis, 16 Mei 2024.

Menurut dia, kehadiran jasa pinjol dengan basis peer-to-peer (P2P) lending dianggap membantu masyarakat karena dana cepat cair, persyaratan mudah dipenuhi, anti-ribet, dan tanpa agunan. Dia pun membeberkan kelebihan dan kekurangan fintech.

Kelebihan fintech:

  1. Proses transaksi sangat cepat. Keputusan pemberian pendanaan tidak dilakukan manual oleh manusia, tetapi menggunakan artificial intelegence.
  2. Persyaratan mudah (dalam pendanaan jumlah kecil bahkan hanya dibutuhkan KTP dan foto saja).
  3. Rantai Transaksi menjadi sederhana.
  4. Tanpa batasan waktu dan tempat. Transaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.
  5. Menekan biaya operasional dan modal.
TRENDING  Pendanaan Fintech Mulai Bangkit, Tapi Masih Dihantui Ketegangan Global dan Kenaikan Tarif

Kekurangan fintech:

  1. Rawan penipuan.
  2. Dana tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  3. Tingkat bunga pinjaman jauh lebih tinggi dibandingkan bank konvensional.

Bentuk pengaduan dengan pelanggaran berat yang ditemukan dalam pelanggaran biasanya adalah pencairan tanpa persetujuan pemohon, ancaman data pribadi, penagihan secara kasar dan juga bisa terjadi pelecehan seksual.

Praktisi digital Mochamad Hadiyana menambahkan, produk fintech biasanya berupa suatu sistem yang dibangun guna menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik. Fintech lending adalah salah satu inovasi pada bidang keuangan yang memungkinkan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman melakukan transaksi pinjam meminjam tanpa harus bertemu langsung.

Dia mengatakan, keamanan pinjol legal sudah diatur, diawasi, dan dilindungi oleh OJK. Serta mendapatkan perlingan data, perlindungan dana, seleksi pengurus, proses penagihan, pengawasan operasional, dan layanan pengaduan.

“Gagal bayar tagihan pinjol menjadi salah satu risiko bagi debitur yang kurang perhitungan. Jika dibiarkan, kondisi tersebut akan menimbulkan kerugian karena ada uang denda yang harus dibayarkan,” tegas dia.

Sebelum memutuskan menggunakan jasa pinjol, ada baiknya debitur perlu mengetahui kebutuhan dan kemampuan untuk membayar kembali uang yang dipinjam.

Lalu, bagaimana jadinya jika sudah terlanjur mengambil pinjaman online dan tak mampu membayar tagihan? Berikut tipsnya:

1. Restrukturisasi

Restrukturisasi adalah upaya yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya membayar tagihan.

Melalui restrukturisasi, debitur bisa melakukan negosiasi dengan pihak penyedia pinjaman online untuk diberikan keringanan berupa pengurangan bunga pinjaman, perpanjangan jangka waktu pembayaran, atau penghapusan denda.

Perlu diperhatikan, dalam melakukan kesepakatan dengan pihak penyedia pinjaman online debitur juga harus memperhatikan kesanggupan finansialnya agar bisa melunasi semua tagihan yang belum dibayar.

TRENDING  DBS Ungguli CIMB dalam Perebutan Saham Mayoritas Panin Bank

2. Hindari mengambil pinjaman lain

Dalam keadaan finansial yang sulit, hindari mengambil pinjaman lain untuk membayar pinjaman yang sebelumnya. Hal ini akan membuat pinjaman online semakin menumpuk dan lebih banyak lagi yang harus debitur bayar.

3. Laporkan ke pihak berwenang

Saat mengalami gagal bayar dan tagihan menunggak selama beberapa bulan, tidak menutup kemungkinan jika pihak penyedia pinjaman online mengirim debt collector untuk menagih utang kepada debitur.

4. Debt collector

Perlu dicatat, tidak semua debt collector mengikuti aturan dari pemerintah untuk menagih utang, sehingga memungkinkan terjadinya tindakan seperti teror, intimidasi, atau ancaman. Jika hal tersebut terjadi, blokir semua nomor kontak yang mengirim teror. Kemudian, laporkan ke pihak kepolisian dan lampirkan laporan polisi ke kontak yang masih melakukan aksi teror.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(AHL)

Pinjol adalah salah satu bentuk fintech yang harus dihindari karena dapat menimbulkan masalah finansial bagi masyarakat. Sebelum menggunakan layanan fintech, penting untuk memahami baik kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan fintech antara lain kemudahan, kecepatan, dan keterjangkauan layanan keuangan. Namun, kekurangannya adalah adanya risiko penyalahgunaan data pribadi, bunga dan biaya yang tinggi, serta potensi terjerat dalam utang yang sulit diselesaikan. Oleh karena itu, sebaiknya masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan fintech dan lebih memilih lembaga keuangan yang resmi dan terpercaya.

Similar Posts

  • Akuisisi Multifinance, Fintech Lending Berupaya Perluas Cakupan Bisnis

    Akuisisi Multifinance, Fintech Lending Berupaya Perluas Cakupan Bisnis

    Dalam upaya untuk memperluas cakupan bisnisnya, perusahaan multifinance telah melakukan akuisisi terhadap sebuah perusahaan fintech lending yang memiliki potensi besar di pasar. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri keuangan.

    Dengan akuisisi ini, diharapkan perusahaan dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan memberikan layanan finansial yang lebih luas. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi dari perusahaan fintech lending tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih baik bagi para pelanggan.

    Langkah ini juga sejalan dengan visi perusahaan untuk terus berkembang dan menjadi pemimpin dalam industri keuangan. Dengan menggabungkan kekuatan dari kedua entitas tersebut, diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan membawa bisnis mereka menuju kesuksesan yang lebih besar

  • Siapkan Dana Jumbo, Bank Pastikan Keamanan IT Dari Serangan Siber

    ILUSTRASI. Pembiayaan Bank: Pelayanan nasabah di Kantor Bank CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2024). Per 31 Maret 2024, total kredit/pembiayaan Bank CIMB Niaga naik 6,0% YoY menjadi Rp211,6 triliun, terutama kontribusi dari Usaha Kecil Menengah yang naik 9,4% YoY dan Perbankan Konsumer yang naik 6,9% YoY. KONTAN/Baihaki/25/6/2024 Beritafintech.com-JAKARTA. Perbankan memastikan jebolnya pertahanan keamanan Pusat Data…

  • Bank Mandiri Hadirkan Layanan Verifikasi Bank Garansi, Begini Caranya

    Bank Mandiri kembali memberikan kemudahan bagi nasabahnya dengan menghadirkan layanan verifikasi bank garansi. Dengan adanya layanan ini, proses verifikasi bank garansi menjadi lebih cepat dan mudah. Nasabah hanya perlu mengikuti langkah-langkah yang telah disediakan oleh Bank Mandiri. Jadi, tidak perlu lagi repot-repot datang ke kantor cabang untuk melakukan verifikasi bank garansi. Terima kasih Bank Mandiri atas inovasi yang memudahkan para nasabahnya!

  • Gencarkan Pembiayaan Micro Financing, Cashlez & Fintech P2P Lending Lumbung Dana Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama

    Lumbung Dana telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Cashlez dan Fintech P2P Lending untuk menggencarkan pembiayaan micro financing. Langkah ini diharapkan dapat memberikan akses lebih luas bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan pembiayaan yang dibutuhkan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi finansial yang inovatif. Ayo dukung bersama-sama upaya untuk mendorong perkembangan sektor UMKM di tanah air!

  • Simak Rencana dan Strategi Bisnis Bank Neo Commerce di Bawah Kepemimpinan Eri Budiono

    Bank Neo Commerce merupakan salah satu bank yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Eri Budiono, bank ini berhasil meraih berbagai prestasi dan mengimplementasikan berbagai strategi bisnis yang sukses.

    Eri Budiono dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan inovatif dalam mengelola Bank Neo Commerce. Dengan visi yang jelas dan strategi bisnis yang matang, bank ini mampu bersaing dengan bank-bank besar lainnya di Indonesia.

    Salah satu strategi bisnis yang berhasil diimplementasikan oleh Eri Budiono adalah meningkatkan layanan digital bagi nasabah. Dengan adanya layanan digital yang mudah digunakan dan efisien, Bank Neo Commerce mampu menarik minat para nasabah untuk menggunakan produk-produk perbankan mereka.

    Selain itu, Eri Budiono juga fokus pada pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) di Bank Neo Commerce. Dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan dan memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas, bank ini berhasil menciptakan tim kerja yang solid dan kompeten dalam menjalankan tugas-tugasnya.

    Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bank Neo Commerce terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam industri perbankan di Indonesia. Kepemimpinan Eri Budiono telah membawa bank ini menuju kesuksesan dan menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka

  • Meneropong Prospek Saham Emiten Bank di 2025, Seperti Apa Rekomendasinya

    Dalam meneropong prospek saham emiten bank di tahun 2025, banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Dari pertumbuhan ekonomi hingga kebijakan pemerintah, semuanya dapat memengaruhi kinerja saham sebuah bank. Oleh karena itu, rekomendasi yang diberikan haruslah didasarkan pada analisis mendalam dan pemahaman yang kuat terhadap pasar modal.

    Sebagai investor, penting untuk memilih emiten bank yang memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan yang tinggi di masa depan. Selain itu, juga perlu memperhatikan faktor-faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan regulasi pemerintah.

    Dengan melakukan riset secara menyeluruh dan mengikuti perkembangan pasar dengan cermat, investor dapat membuat keputusan investasi yang cerdas dan menguntungkan di tahun 2025. Jadi, jangan ragu untuk mencari saran dari para ahli finansial atau melakukan analisis sendiri sebelum menentukan investasi Anda di sektor perbankan