Mau Buka Deposito? Cek Suku Bunga BRI, BCA, Bank Mandiri dan BNI

Mau Buka Deposito? Cek Suku Bunga BRI, BCA, Bank Mandiri dan BNI

Beritafintech.comBank Indonesia telah menaikkan BI Rate pada April 2024 lalu menjadi 6,25%. Kenaikan BI Rate itu pun secara langsung berdampak pada kredit perbankan dan suku bunga deposito.

Berdasarkan laporan Analisis Uang Beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), per Maret 2024, suku bunga deposito masih meningkat pada sejumlah tenor, yakni pada tenor 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan, masing-masing sebesar 5,69%; 5,83% dan 3,94%.

Beberapa bank Tanah Air pun turut menyesuaikan suku bunga deposito usai BI Rate naik seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI)), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Central Asia (BCA)

Lantas, berapa suku bunga deposito yang sudah disesuaikan oleh keempat bank konvensional di Tanah Air tersebut? Berikut daftarnya.

1. BRI

Bank konvensional yang mematok suku bunga deposito usai BI Rate naik adalah BRI. BRI pun bisa dibilang menawarkan suku bunga deposito yang besar dibandingkan ketiga bank konvensional sebelumnya, selain  tenor yang lebih lama hingga 36 bulan.

BRI menawarkan suku bunga deposito untuk 1 bulan sebesar 3,25%, 3 bulan sebesar 3,5%, 6, 12, dan 24 bulan sebesar 3%. Selain itu, ada tambahan extra reward  1% pada periode tertentu.

2. BCA

BCA menawarkan produk deposito dengan suku bunga mencapai 3,15% per tahun dengan tenor 1,3,6,12 bulan. Untuk 1 bulan, tenor suku bunga deposito ditawarkan sebesar 2,65-2,90%, sementara untuk 3 bulan mencapai 2,90-3,15%, 6 bulan mencapai 2,25%, dan 12 bulan sebesar 2%.

3. Bank Mandiri

Bank Mandiri menawarkan produk deposito lebih lama dibanding BCA, yakni hingga 24 bulan. Ada pun suku bunga yang ditawarkan adalah untuk 1 dan 3 bulan sebesar 2,25%, sedangkan untuk 6 dan 12 bulan sebesar 2,5%.

TRENDING  Grafik Forex Gratis Terbaik Rekomendasi Kami

4. BNI

Sama seperti Bank Mandiri, BNI pun menawarkan produk deposito dengan tenor hingga 24 bulan. Adapun suku bunga deposito yang ditawarkan adalah di 1 bulan sebesar 2,25%, 3 bulan sebesar 2,5%, 6 bulan sebesar 2,75%, serta 12 dan 24 bulan sebesar 3%.

Nah, itulah empat suku bunga deposito dari bank konvensional yang bisa kamu pilih untuk mengalokasikan uang yang dimiliki guna berinvestasi. Jadi menurut kamu, dari keempat bank tersebut yang paling bikin cuan?

Saham yang Punya Prospek Cerah

Selain deposito, instrumen investasi lain yang bisa dipilih adalah saham. Salah satu sektor investasi saham yang berpotensi mendapatkan imbal hasil stabil adalah perbankan.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa pilihan saham bank konvensional yang memiliki punya imbal hasil tinggi dari tahun ke tahun seperti BRI, BCA, BNI, dan Bank Mandiri. Lantas, manakah yang lebih memiliki prospek cerah?

1.    BRI

BBRI merupakan kode emiten saham dari BRI yang masuk dalam kategori blue chip. Karenanya, BBRI pun menjadi salah satu pilihan jika ingin mendapatkan imbal hasil stabil dalam berinvestasi saham.

Dari sisi kinerja keuangan, BRI berhasil mencetak laba sebesar Rp15,98 triliun hingga akhir Triwulan I-2024 atau tumbuh 2,69% year on year (YoY).

Pada saat yang sama, hingga akhir Maret 2024 tercatat BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.308,65 triliun atau tumbuh sebesar 10,89% YoY.

Penyaluran kredit yang tumbuh double digit tersebut berdampak terhadap meningkatnya aset perseroan yang mencapai sebesar Rp 1.989,07 triliun atau tumbuh 9,11% YoY.

Atas kinerja keuangan yang cemerlang tersebut, mayoritas analis pasar modal pun memasang rekomendasi Buy atau Beli untuk saham BBRI.

TRENDING  Buruan Intip 10 Cara Sehat Finansial dengan Atur Gaji Bulanan

2.    BCA

Saham blue chip selanjutnya adalah BCA dengan kode emiten BBCA. Hingga triwulan I-2024, BCA mencatatkan kinerja positif dengan laba naik 11,7% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp12,9 triliun.

Selain laba yang moncer, dari sisi penyaluran kredit, BCA mencatat pertumbuhan Rp17,1 triliun yang mencapai Rp835,7 triliun pada periode yang sama.

3.    BNI

Saham di sektor perbankan yang memiliki potensi cukup cemerlang lainnya adalah BNI dengan kode emiten BBNI. Pasalnya, kinerja keuangan BNI tercatat cukup cemerlang hingga kuartal I-2024.

BNI mencatatkan laba bersih Rp5,33 triliun atau tumbuh 2% secara tahunan. Tak hanya itu, BNI juga mencatat pertumbuhan kredit segmen UMKM yang mencapai 72% YoY dan pertumbuhan pembiayaan BNI Finance yang meningkat 370% YoY didominasi oleh pembiayaan konsumer.

Total kredit BNI sepanjang kuartal I-2024 tercatat sebesar Rp695,16 triliun atau tumbuh 9,6% YoY jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp634,3 triliun.

4.    Bank Mandiri

Bank Mandiri yang memiliki kode emiten BMRI bisa juga menjadi salah satu pilihan investasi saham di sektor perbankan.

Pasalnya, pertumbuhan laba Bank Mandiri tercatat tumbuh sebesar 1,13% menjadi Rp12,7 triliun pada kuartal I-2024. Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan 19,1% atau mencapai Rp1.435 triliun.

Dengan kinerja keuangan yang terbilang cemerlang tersebut, saham bank konvensional mana yang akan kamu pilih?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Jika Anda berencana untuk membuka deposito, penting untuk memeriksa suku bunga yang ditawarkan oleh bank-bank terkemuka di Indonesia seperti BRI, BCA, Bank Mandiri, dan BNI. Suku bunga deposito tersebut dapat bervariasi tergantung pada masing-masing bank, jangka waktu, dan jumlah deposito yang akan Anda buka. Bank-bank tersebut seringkali menawarkan suku bunga yang kompetitif untuk menarik minat nasabah. Dengan membandingkan suku bunga dari berbagai bank, Anda dapat menemukan penawaran yang paling menguntungkan dan sesuai dengan kebutuhan keuangan Anda. Jadi, pastikan untuk memeriksa suku bunga deposito di BRI, BCA, Bank Mandiri, dan BNI sebelum memutuskan untuk membuka deposito.

Similar Posts

  • Bosan Jadi Karyawan Terus? Yuk Belajar Jadi Pengusaha

    Beritafintech.com – Menjadi seorang karyawan artinya harus mau memiliki rutinitas yang penuh karena acara ngantor itu terjadi tiap hari, kecuali pada hari libur. Terkadang hal ini membuat bosan jadi karyawan terus. Inginnya segera resign meskipun ini keputusan yang sangat dilematis pula. Mengapa begitu? Sebab resign kerja itu harus memikirkan banyak hal lain terkait efek dari…

  • Bos BCA Sebut Tujuan Hidup Finansial Mandiri Dan Pensiun Muda Terlalu Egois

    Dalam seminar Bos BCA yang berjudul “Sebut Tujuan Hidup: Finansial Mandiri dan Pensiun Muda Terlalu Egois”, para peserta terlibat dalam diskusi yang sangat menarik. Mereka membahas pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas, termasuk bagaimana mengelola keuangan dengan bijak untuk mencapai kemandirian finansial dan pensiun dini. Para peserta sepakat bahwa sikap egois dalam hal ini bukanlah hal negatif, melainkan sebuah langkah cerdas untuk memastikan masa depan yang lebih baik. Semua orang setuju bahwa merencanakan keuangan secara matang adalah investasi terbaik untuk diri sendiri dan keluarga di masa depan

  • Penuhi Kebutuhan Listrik Nasional, Bank Mandiri Gandeng HBAP

    Bank Mandiri telah menjalin kemitraan strategis dengan Himpunan Bank-Bank Pembangunan Asia Pasifik (HBAP) untuk mendukung program Penuhi Kebutuhan Listrik Nasional. Melalui kerjasama ini, Bank Mandiri akan memberikan dukungan finansial yang signifikan untuk proyek-proyek pembangkit listrik di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat mempercepat pencapaian target listrik nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, Bank Mandiri juga berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi di Tanah Air demi mencapai kemandirian energi yang berkelanjutan

  • Peluang Usaha di Daerah Pedesaan yang Untung Besar

    beritafintech.com – Ingin memulai bisnis di desa? Tapi bingung mau ngapain? Simak beberapa contoh peluang usaha di daerah pedesaan yang bisa kamu coba sendiri berikut ini. Penduduk desa biasanya menggantungkan penghidupan mereka melalui pemanfaatan hasil alam. Misalnya dengan pertanian dan hortikultura. Tetapi bagaimana jika kamu tidak memiliki lahan untuk bertani dan berkebun? Membuka usaha adalah…

  • Tips Hemat Uang Makan untuk Orang Single

    Beritafintech.com – Sungguh menarik membicarakan kehidupan para single person. Terutama tentang bagaimana mereka mengatur keuangan. Tips hemat uang makan ini bisa jadi bekal para single dalam menentukan budget hariannya. Uang makan menjadi indikator pengeluaran belanja bulanan yang paling besar. Jumlahnya melebihi budget untuk membeli kebutuhan lain, seperti perlengkapan mandi, skincare dan tagihan listrik. Tentu hal…

  • 14 Fintech Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5Miliar, AFPI Urai Penyebabnya

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan bahwa dari 14 perusahaan fintech lending yang telah beroperasi di Indonesia, belum ada satu pun yang memenuhi persyaratan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar. AFPI pun mulai menyelidiki penyebab dari masalah ini.

    Menurut Ketua Umum AFPI, Tumbur Pardede, salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya pemahaman tentang regulasi dan persyaratan yang diperlukan untuk beroperasi di industri fintech lending. Banyak perusahaan masih belum memahami pentingnya memiliki modal yang cukup untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

    Selain itu, Tumbur juga menyoroti masalah transparansi dalam pengelolaan dana nasabah oleh beberapa perusahaan fintech lending. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa investor enggan untuk menanamkan modal lebih banyak ke dalam industri ini.

    AFPI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan edukasi kepada para pelaku usaha fintech lending agar dapat memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Dengan demikian, diharapkan industri fintech lending di Indonesia dapat tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat bagi semua pihak