Adu Kencang Pertumbuhan Kinerja Bank Konvensional dan Bank Syariah, Siapa Jawaranya?

Adu Kencang Pertumbuhan Kinerja Bank Konvensional dan Bank Syariah, Siapa Jawaranya?

ILUSTRASI. Bank Umum konvensional maupun Bank Umum Syariah kompak menunjukkan pertumbuhan yang positif di kuartal III-2023. KONTAN/Muradi/2018/06/05

Beritafintech.com – JAKARTA. Hampir seluruh perbankan tanah air telah merilis laporan kinerja keuangannya untuk periode yang berakhir 30 September 2023. Baik bank Umum konvensional maupun Bank Umum Syariah, keduanya kompak menunjukkan pertumbuhan yang positif di sembilan bulan pertama tahun ini.

Memang, tidak semua bank umum konvensional maupun syariah mencatatkan pertumbuhan yang positif. Namun jika melihat data terakhir dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kinerja aset bank syariah secara industri tumbuh 18,35% yoy per Juli 2023 sebesar Rp 534,2 triliun. Sementara itu Bank Umum Konvensional per Juli mencatat total aset sebesar Rp863,71 triliun atau tumbuh 7,3% YoY. 

Laba sebelum pajak Bank Umum Konvensional tumbuh 21%, sementara Bank Umum syariah mencatat laba tumbuh 18,15% YoY.

Baca Juga: Begini Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Kamis (9/11)

Jika dibandingkan pertumbuhan keduanya, Bank Umum Syariah secara industri lebih tinggi pertumbuhan kinerja asetnya dibandingkanBank Umum Konvensional. Namun secara laba, Bank umum Konvensional masih unggul meski angka pertumbuhannya tidak terlalu jauh.

Adapun menurut data terakhir, per Agustus 2023 total aset Bank Umum Konvensional mencapai Rp10,51 triliun. Sementara OJK belum merilis untuk data Bank Umum Syariah per Agustus.

Berdasarkan riset Kontan, bank umum konvensional yang mencatat pertumbuhan laba bersih tertinggi di industri selama periode Januari-September 2023 adalah PT Bank OKE Indonesia Tbk (DNAR), yang laba bersihnya tumbuh 101,46% YoY menjadi Rp20,67 miliar di sembilan bulan pertama 2023.

TRENDING  Daftar 97 Perusahaan Pinjol Legal Tahun 2025, OJK Resmi Turunkan Bunga Pinjaman

Penyaluran kredit Oke Bank mencapai Rp 8,64 triliun, tumbuh 15,74% yoy. Di sisi himpunan dana, kelolaan DPK tercatat tumbuh 8,7% menjadi Rp6,13 triliun pada akhir September 2023. Alhasil total aset OK Bank tumbuh 16,17% yoy menjadi Rp10,98 triliun.

Sementara di jajaran bank KBMI 4, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi bank dengan pertumbuhan paling tinggi untuk laba di periode tersebut.

Bank Mandiri mencatatkan kenaikan laba mencapai 27,4% (YoY) menjadi Rp 39,1 triliun. Kredit bank juga tumbuh 12,71% dan DPK tumbuh 6,6%. Alhasil total aset konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp2.007 triliun, tumbuh 9,11% YoY.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan dalam mendorong pertumbuhan bisnis, Bank Mandiri terus berfokus dalam peningkatan pelayanan dengan memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah. Terutama dengan mendorong sektor yang prospektif di setiap wilayah.

Di sisi lain, dalam jajaran Bank Umum Syariah, ada PT Bank Muamalat Tbk yang menjadi jawara pertumbuhan laba bersih untuk periode Januari-September 2023. 

Pertumbuhan laba bersih bank muamalat melesat 65,59% YoY menjadi Rp52,36 miliar per September 2023. Lonjakan laba Bank Muamalat ini didorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi yang meningkat 20,74% (yoy).

Baca Juga: Bank Raya Luncurkan Fitur Saku Bisnis Hingga Ubah Logo

Penyaluran pembiayaan yang tumbuh 22,4% (yoy) dan pendanaan DPK  tumbuh 6,9%. Alhasil aset Bank Muamalat juga tumbuh sebesar 10,7% (yoy) menjadi Rp 66,2 triliun.

“Raihan aset ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah bank ini berdiri. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan laba yang signifikan hingga hampir dua kali lipat. Tentu saja ini adalah hal yang menggembirakan dan merupakan bagian dari rencana Bank Muamalat menuju pertumbuhan bisnis yang sehat dan profit berkesinambungan,” ujar Indra Falatehan Direktur Utama Bank Muamalat belum lama ini.

TRENDING  Sejumlah Bank Mulai Genjot Penyaluran KUR di Awal Tahun 2026

Pertumbuhan tertinggi kedua disusul oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang mencatatkan perolehan laba  bersih tumbuh 31,04% YoY menjadi Rp 4,2 triliun.

Pertumbuhan laba bersih di topang Pendapatan setelah distribusi bagi hasil tumbuh 7,4% menjadi Rp 12,8 triliun dan pendapatan berbasis komisi mencapai Rp 3,02 triliun atau meningkat 12,4%.

Sementara itu, pembiayaan BSI tercatat tumbuh 15,9%. Hal ini membuat aset BSI ikut bertumbuh 4,6% menjadi sebesar Rp 319,8 triliun pada periode September 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Dalam sebuah studi yang membandingkan pertumbuhan kinerja antara bank konvensional dan bank syariah, diketahui bahwa kedua jenis bank itu bersaing sengit untuk menjadi yang terbaik. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada beberapa indikator tertentu, bank syariah berhasil mengungguli bank konvensional. Meskipun begitu, keduanya tetap memiliki keunggulan masing-masing. Bank syariah cenderung lebih stabil karena tidak terpengaruh oleh fluktuasi pasar keuangan global, sementara bank konvensional memiliki lebih banyak akses ke modal dan teknologi. Dengan demikian, tidak ada jawara yang jelas antara kedua jenis bank tersebut dalam persaingan untuk pertumbuhan kinerja yang lebih baik.

Similar Posts

  • Huawei Cloud Indonesia Fintech Summit2023 Digelar,Potensi Industri TeknologiFinansial

    ILUSTRASI. James Huang, Direktur Global Fintech Solution Huawei Cloud, menyatakan, ‘Huawei Cloud telah memiliki pengalaman panjang selama bertahun-tahun dalam menyediakan layanan kepada pelanggan dari sektor keuangan di seluruh dunia. Beritafintech.com –  Huawei, penyedia solusi TIK terkemuka dunia, menggandeng Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar Huawei Cloud Indonesia FinTech Summit dengan mengangkat tema “Unlocking New…

  • Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

    Bank Emas merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia perbankan yang menawarkan peluang bisnis yang menarik. Dengan kehadiran Bank Emas, para investor dapat dengan mudah membeli dan menjual emas secara online, tanpa perlu repot-repot datang ke toko fisik. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelaku bisnis emas.

    Selain itu, Bank Emas juga memberikan jaminan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi yang dilakukan. Dengan sistem teknologi blockchain yang digunakan oleh Bank Emas, para investor dapat melacak setiap transaksi mereka dengan mudah dan aman. Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi para pelaku bisnis emas yang ingin mengoptimalkan investasi mereka.

    Dengan adanya Bank Emas, peluang bisnis di bidang investasi emas semakin terbuka lebar. Para investor dapat dengan mudah membeli emas dalam jumlah besar maupun kecil sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, harga emas yang ditawarkan oleh Bank Emas juga bersaing sehingga para investor bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi mereka.

    Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan oleh Bank Emas, tidak heran jika banyak orang mulai melirik peluang bisnis di bidang investasi emam ini. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan di dunia bisnis dengan memanfaatkan kehadiran Bank Emam sebagai sarana berinvestasi Anda!

  • Ini Daftar Lengkap Bank Syariah di Indonesia

    Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah Islam. Di Indonesia, terdapat sejumlah bank syariah yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi. Berikut ini adalah daftar lengkap bank syariah di Indonesia:

    1. Bank Muamalat Indonesia
    2. Bank Syariah Mandiri
    3. BRI Syariah
    4. BNI Syariah
    5. Bank Mega Syariah
    6. Bank BCA Syariah

    Keberadaan bank syariah di Indonesia semakin berkembang pesat, menawarkan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam kepada masyarakat. Dengan adanya pilihan bank syariah ini, masyarakat dapat memilih layanan perbankan yang sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai mereka dalam menjalankan aktivitas keuangan secara lebih Islami dan berkelanjutan

  • OJK: Pinjol Ilegal Menjerat Semua Usia, Terbanyak dari Usia 26–35 Tahun

    Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pinjaman online ilegal atau yang biasa dikenal dengan sebutan Pinjol telah menjerat semua kalangan usia, namun yang paling terbanyak adalah dari usia 26 hingga 35 tahun. Hal ini menjadi perhatian serius karena Pinjol ilegal dapat memberikan dampak buruk bagi keuangan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, OJK terus melakukan langkah-langkah untuk memberantas praktik pinjol ilegal agar masyarakat tidak terperangkap dalam jeratannya

  • Beban Membengkak, Laba Sejumlah Bank Tertekan

    ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank BJB di Bandung. Beritafintech.com – JAKARTA. Sejumlah bank bermodal mini telah merilis laporan keuangannya untuk tahun buku 2023. Beberapa di antaranya mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif, meskipun ada juga bank-bank bermodal mini yang mencatatkan penurunan kinerja.  Secara industri, jika melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank di KBMI II mencatat…

  • Kredit Channeling Tembus Rp 108 Triliun, Bank Makin Selektif Pilih Mitra

    Bank semakin selektif dalam memilih mitra untuk kredit channeling setelah berhasil menembus angka Rp 108 triliun. Hal ini menjadi bukti bahwa bank tidak main-main dalam mengelola dana yang begitu besar. Dengan jumlah yang fantastis tersebut, bank tentu harus lebih berhati-hati dalam memilih mitra agar risiko kerugian dapat diminimalisir. Keberhasilan bank dalam mencapai angka tersebut juga menunjukkan bahwa mereka telah melakukan evaluasi dan analisis yang matang sebelum memberikan kredit kepada mitra-mitra terpilih. Selain itu, hal ini juga menunjukkan komitmen bank untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan nasabahnya