Gelar RUPST, Berikut Perubahan Susunan Komisaris dan Direksi KB Bank (BBKP)

Gelar RUPST, Berikut Perubahan Susunan Komisaris dan Direksi KB Bank (BBKP)

ILUSTRASI. PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) melakukan perombakan susunan komisaris dan direksi dalam RUPST tahun buku 2023.

Beritafintech.com – JAKARTA– PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) atau KB Bank telah melakukan perombakan susunan komisaris dan direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2023 yang digelar pada Jumat (2/7).

Dalam rapat tersebut, perseroan menerima dengan hormat pengunduran diri Eugene K. Galbraith sebagai Komisaris Independen dan mengakhiri masa jabatan Sukriansyah S. Latief sebagai Komisaris Independen, efektif sejak penutupan RUPST. 

Selain itu, perseroan menyetujui pengangkatan kembali Jerry Marmen sebagai Komisaris Utama dan Stephen Liestyo sebagai Komisaris Independen untuk periode 2024-2027.

Baca Juga: Induk Usaha KB Bank Syariah Buka Suara Terkait Wacana Diakuisisi Muhammadiyah

Pada jajaran direksi, pengunduran diri Young Eun Moon dan Yohanes Suhardi sebagai Direktur Perseroan diterima dengan hormat, efektif sejak penutupan RUPST. Perseroan juga menyetujui pengangkatan kembali Robby Mondong sebagai Wakil Direktur Utama dan Henry Sawali sebagai Direktur untuk periode 2024-2027.

“Mewakili perseroan, kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Bapak Eugene K. Galbraith, Bapak Sukriansyah S. Latief, Bapak Young Eun Moon, dan Bapak Yohanes Suhardi atas pengabdian, kontribusi, dan dedikasi yang diberikan selama menjabat sebagai pengurus Perseroan,” ungkap Direktur Utama KB Bank, Tom (Woo Yeul) Lee dalam keterangan resminya pada Selasa (2/7).

Perubahan pengurus ini efektif setelah memenuhi semua persyaratan yang diatur dalam POJK Nomor 27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan, serta POJK Nomor 37/POJK.03/2017 tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing dan Program Alih Pengetahuan di Sektor Perbankan.

TRENDING  Ini Kata GandengTangan Soal Adanya Asuransi Kredit untuk Fintech Lending

Baca Juga: KB Bank Berikan Pinjaman Kredit Rp 718,53 Miliar ke Sejahter Anugrahjaya (SRAJ)

Selain perubahan pengurus, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris, serta mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023.

KB Bank terus menunjukkan peningkatan kualitas aset dengan penurunan jumlah kredit berkualitas rendah (loan at risk) sebesar Rp 7,5 triliun, sehingga rasio LAR membaik dari 49,2% menjadi 39,2% pada akhir tahun 2023. 

Dalam ekspansi kredit, perseroan mencatat pertumbuhan kredit baru sebesar 20%, dari Rp 7,7 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 9 triliun di tahun 2023, yang mendorong pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 18%, dari Rp 3,7 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp 4,4 triliun pada tahun 2023.

Efisiensi beban biaya juga tercatat dengan penurunan beban operasional sebesar 9%, dari Rp2,2 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp2 triliun pada tahun 2023. 

Baca Juga: Fitch Beri KB Bank Peringkat Investment Grade, Analis Bilang Fundamental Membaik

“Dengan sejumlah perbaikan dan pertumbuhan yang telah dicapai, perseroan optimis untuk terus tumbuh secara berkesinambungan sesuai dengan target-target yang ditetapkan dan berbagai dinamika bisnis ke depannya,” tambah Tom (Woo Yeul) Lee.

Berikut susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi KB Bank

Dewan Komisaris

Komisaris Utama                    Jerry Marmen

Wakil Komisaris Utama          Seng Hyup Shin*

Komisaris                               Nanang Supriyatno

TRENDING  Perusahaan Fintech Ini Bakal Terus Rekrut Karyawan Hadapi Tech Winter

Komisaris Independen            Stephen Liestyo

Komisaris Independen            Tippy Joesoef

Komisaris Independen            Hae Wang Lee

Baca Juga: Direktur Bisnis dan UKM KB Bank Mengundurkan Diri

Direksi

Direktur Utama                 Woo Yeul Lee

Wakil Direktur Utama        Robby Mondong

Direktur                             Dodi Widjajanto

Direktur                             Henry Sawali

Direktur                             Jung Ho Han

Direktur                             Jang Hyuk Im*

Direktur                             Helmi Fahrudin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

KB Bank (BBKP) baru-baru ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk membahas perubahan susunan komisaris dan direksi perusahaan. Dalam RUPST tersebut, terjadi pergantian beberapa posisi penting di KB Bank. Komisaris Utama saat ini dijabat oleh Bambang Sutedjo, sedangkan posisi Direktur Utama dipegang oleh Rudi Hermawan. Perubahan ini diharapkan dapat memberikan arah baru dan strategi yang lebih baik dalam mengelola perusahaan. Meskipun terjadi perubahan, KB Bank tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah serta memperkuat posisinya di pasar keuangan.

Similar Posts

  • Setelah gandeng CIMB Niaga, Raiz Invest Indonesia akan gandeng fintech payment

    Setelah sukses menjalin kemitraan dengan CIMB Niaga, Raiz Invest Indonesia kini akan melangkah lebih jauh dengan menggandeng salah satu perusahaan fintech payment terkemuka di Indonesia. Langkah ini diambil untuk memberikan kemudahan dan kecepatan dalam proses pembayaran bagi para pengguna aplikasi investasi Raiz. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan pengalaman berinvestasi para nasabah serta memperluas aksesibilitas produk investasi yang ditawarkan oleh Raiz Invest Indonesia

  • Asei Dikabarkan Gabung Dalam Konsorsium Asuransi Kredit untuk Fintech Lending

    Asei dikabarkan telah resmi bergabung dalam konsorsium asuransi kredit untuk fintech lending. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperluas layanan dan mendukung perkembangan industri fintech di Indonesia. Dengan bergabungnya Asei dalam konsorsium ini, diharapkan dapat memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pelaku usaha fintech lending serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan tersebut. Selain itu, kehadiran Asei juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko yang mungkin timbul dalam transaksi kredit melalui platform fintech. Dengan demikian, kolaborasi antara Asei dan konsorsium asuransi lainnya diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan industri fintech lending di Tanah Air

  • Ajarkan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengelola Uang THR Anak

    Menyikapi uang THR yang diterima anak, penting bagi orangtua untuk mengajarkan cara mengelola uang sejak dini. Berikut adalah 5 cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengelola uang THR dengan baik:

    1. Ajarkan anak untuk membagi uang THR menjadi tiga bagian, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan jangka panjang, dan sedekah.
    2. Dorong anak untuk membuat catatan pengeluaran agar mereka dapat melihat dengan jelas kemana saja uang THR mereka telah digunakan.
    3. Libatkan anak dalam perencanaan keuangan keluarga sehingga mereka dapat belajar tentang pentingnya merencanakan pengeluaran dan menabung.
    4. Berikan contoh yang baik dalam hal pengelolaan keuangan agar anak bisa meniru pola pikir dan perilaku finansial yang positif.
    5. Jangan lupa memberikan apresiasi kepada anak ketika mereka berhasil mengelola uang THR dengan baik, sehingga mereka merasa termotivasi untuk terus belajar dan berkembang dalam hal finansial.

    Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, diharapkan anak dapat belajar mengenai nilai dari setiap rupiah yang dimiliki serta memiliki keterampilan dalam mengatur keuangannya secara bijaksana sejak usia dini

  • Adopsi Teknologi Jadi Alasan Sejumlah Bank Tutup Layanan Bank Draft

    Adopsi teknologi menjadi alasan utama sejumlah bank untuk menutup layanan bank draft. Bank-bank tersebut mengklaim bahwa dengan adanya teknologi digital, proses transfer dan pembayaran menjadi lebih efisien dan cepat. Hal ini juga diikuti dengan meningkatnya keamanan transaksi online yang membuat pengguna lebih percaya untuk menggunakan layanan digital daripada metode konvensional seperti bank draft. Meskipun demikian, beberapa pihak masih merasa keberatan dengan penutupan layanan bank draft ini karena mereka masih membutuhkan metode tersebut dalam melakukan transaksi tertentu

  • Pentingnya Pendidikan Finansial bagi Anak dari Kecil

    Pendidikan finansial bagi anak sejak dini sangatlah penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mengelola keuangan di masa depan. Dengan memberikan pendidikan finansial sejak usia dini, anak-anak dapat belajar tentang pentingnya menabung, berinvestasi, dan mengelola uang dengan bijaksana. Hal ini akan membantu mereka menjadi individu yang lebih mandiri dan bertanggung jawab secara finansial ketika dewasa nanti. Oleh karena itu, orangtua perlu memperhatikan pentingnya memberikan pendidikan finansial kepada anak sejak dini agar mereka dapat memiliki kebiasaan yang baik dalam mengelola keuangan di kemudian hari

  • World Bank Payment Systems

    Perkembangan sistem pembayaran di Indonesia semakin pesat, dengan adopsi teknologi digital yang semakin luas. Bank Dunia telah memberikan dukungan dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan sistem pembayaran di negara ini. Dengan berbagai inovasi dan regulasi yang diterapkan, Indonesia siap bersaing dalam pasar global dan mempercepat pertumbuhan ekonomi