Ada Kampanye Telegram Berbahaya Incar Pengguna Fintech

Ada Kampanye Telegram Berbahaya Incar Pengguna Fintech

Jakarta: Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT) telah mengungkap kampanye global berbahaya oleh para penyerang dengan menggunakan Telegram untuk mengirimkan spyware Trojan, yang berpotensi menargetkan individu dan bisnis di industri fintech dan perdagangan. Malware tersebut dirancang untuk mencuri data sensitif, seperti kata sandi, dan mengambil alih perangkat pengguna untuk tujuan spionase.
 
Kampanye tersebut diyakini terkait dengan DeathStalker, aktor APT (Advanced Persistent Threat) bayaran yang terkenal yang menawarkan layanan peretasan dan intelijen keuangan khusus.
 
Dalam gelombang serangan terbaru yang diamati oleh Kaspersky, aktor ancaman mencoba menginfeksi korban dengan malware DarkMe – Trojan akses jarak jauh (RAT), yang dirancang untuk mencuri informasi dan menjalankan perintah jarak jauh dari server yang dikendalikan oleh para pelaku.
 
Aktor ancaman di balik kampanye tersebut tampaknya telah menargetkan korban di sektor perdagangan dan fintech, karena indikator teknis menunjukkan malware tersebut kemungkinan didistribusikan melalui saluran Telegram yang berfokus pada topik-topik ini. Kampanye tersebut bersifat global, karena Kaspersky telah mengidentifikasi korban di lebih dari 20 negara di seluruh Eropa, Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
 
Analisis rantai infeksi mengungkap bahwa penyerang kemungkinan besar melampirkan arsip berbahaya ke posting di saluran Telegram. Arsip itu sendiri, seperti file RAR atau ZIP, tidak berbahaya, tetapi berisi file berbahaya dengan ekstensi seperti .LNK, .com, dan .cmd. Jika calon korban meluncurkan file-file ini, hal itu mengarah pada pemasangan malware tahap akhir, DarkMe, dalam serangkaian tindakan.
 
“Alih-alih menggunakan metode phishing tradisional, pelaku ancaman mengandalkan saluran Telegram untuk mengirimkan malware. Dalam kampanye sebelumnya, kami juga mengamati operasi ini menggunakan platform pengiriman pesan lain, seperti Skype, sebagai vektor untuk infeksi awal. Metode ini dapat membuat calon korban lebih cenderung mempercayai pengirim dan membuka file berbahaya daripada dalam kasus situs web phishing. Selain itu, mengunduh file melalui aplikasi pengiriman pesan dapat memicu lebih sedikit peringatan keamanan dibandingkan dengan unduhan internet standar, yang menguntungkan bagi pelaku ancaman,” jelas Maher Yamout, Peneliti Keamanan Utama dari GReAT, Kaspersky.
 
“Meskipun kami biasanya menyarankan kewaspadaan terhadap email dan tautan yang mencurigakan, kampanye ini menyoroti perlunya kehati-hatian saat berhadapan bahkan dengan aplikasi pengiriman pesan instan seperti Skype dan Telegram.”
 
Selain menggunakan Telegram untuk pengiriman malware, para penyerang juga meningkatkan keamanan operasional dan pembersihan pasca-kompromi mereka. Setelah instalasi, malware akan menghapus file yang digunakan untuk menyebarkan implan DarkMe. Untuk lebih menghalangi analisis dan mencoba menghindari deteksi, pelaku meningkatkan ukuran file implan dan menghapus jejak lain, seperti file pascaeksploitasi, alat, hingga kunci registri, setelah mencapai tujuan mereka.
 
Deathstalker, yang sebelumnya dikenal sebagai Decepticons, adalah kelompok pelaku ancaman yang aktif setidaknya sejak 2018, dan mungkin sejak 2012. Kelompok ini diyakini sebagai kelompok tentara bayaran siber atau peretas bayaran, di mana pelaku ancaman tampaknya memiliki anggota yang kompeten yang mengembangkan perangkat internal, dan memahami ekosistem ancaman persisten yang canggih.
Tujuan utama kelompok ini adalah mengumpulkan informasi bisnis, keuangan, dan pribadi, mungkin untuk tujuan intelijen bisnis atau kompetitor yang melayani klien mereka. Mereka biasanya menargetkan bisnis kecil dan menengah, keuangan, fintech, firma hukum, dan dalam beberapa kesempatan, entitas pemerintah.
 
Meskipun mengincar jenis target ini, DeathStalker tidak pernah terlihat melakukan pencurian dana, itulah sebabnya Kaspersky meyakini bahwa kelompok ini merupakan kelompok intelijen swasta. Kelompok ini juga memiliki kecenderungan untuk mencoba menghindari atribusi aktivitas mereka dengan meniru pelaku APT lain dan memasukkan tanda-tanda palsu.
 
Demi keamanan pribadi, Kaspersky merekomendasikan langkah-langkah berikut:
1. Pasang solusi keamanan tepercaya dan ikuti rekomendasinya. Solusi yang aman akan menyelesaikan sebagian besar masalah secara otomatis dan memberi tahu jika perlu.
 
2. Tetap terinformasi tentang teknik serangan siber baru dapat membantu mengenali dan menghindarinya. Blog keamanan akan membantu untuk tetap waspada terhadap ancaman baru. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Beritafintech.com

TRENDING  Hadirnya Fintech Lending Berdampak Terhadap Industri Multifinance

(MMI)

Kampanye Telegram berbahaya telah menyasar pengguna fintech di Indonesia. Pelaku melakukan kejahatan dengan menyebarkan pesan melalui platform Telegram yang menguras uang dari akun korban. Modus operandi mereka adalah mengirimkan tautan palsu yang mengarahkan korban ke situs palsu untuk memasukkan informasi pribadi dan akun finansial. Kampanye ini dapat merugikan pengguna fintech dengan jumlah yang signifikan. Pihak berwenang telah mengimbau agar pengguna fintech tetap waspada dan berhati-hati dalam memberikan informasi pribadi serta tidak mengklik tautan yang mencurigakan. Upaya pencegahan dan edukasi terus dilakukan untuk menghindari kasus serupa.

Similar Posts

  • Ekspedisi Jakarta Tarakan via Laut di Tengah Transformasi UMKM Digital

    Ekspedisi Jakarta Tarakan via Laut di Tengah Transformasi UMKM Digital

    Pandemi Covid-19 telah memaksa banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertransformasi ke ranah digital guna bertahan dalam persaingan bisnis yang semakin ketat. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengoptimalkan pengiriman barang melalui ekspedisi laut, seperti Ekspedisi Jakarta Tarakan.

    Dengan layanan yang cepat dan handal, Ekspedisi Jakarta Tarakan mampu membantu UMKM dalam mengirimkan produk-produknya ke berbagai daerah dengan efisien. Hal ini tentu menjadi solusi bagi para pelaku usaha yang ingin memperluas jangkauan pasar mereka tanpa harus khawatir akan biaya pengiriman yang mahal.

    Dengan adanya transformasi digital dan dukungan dari layanan ekspedisi seperti Ekspedisi Jakarta Tarakan, UMKM di Indonesia semakin mampu bersaing secara global. Inilah bukti nyata bahwa kolaborasi antara teknologi dan logistik dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis lokal

  • Mengenal Fintech, Jenis dan Contohnya di Indonesia

    Jakarta: Dalam beberapa tahun terakhir, jasa keuangan financial technology alias fintech banyak digunakan oleh masyarakat.  Fintech merupakan salah satu alternatif yang menjadi pilihan Anda untuk mengakses layanan jasa keuangan dengan praktis, efisien, nyaman, dan ekonomis. Lalu, apa sebenarnya fintech itu?   Fintech adalah Melansir laman Bank Indonesia (BI), fintech adalah hasil gabungan dari jasa keuangan

  • Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mini Terhimpit Bank Bermodal Jumbo

    Dalam situasi yang genting ini, Bank Mini terhimpit oleh kehadiran Bank Bermodal Jumbo yang semakin menguasai pasar. Dengan sumber daya yang lebih besar, Bank Bermodal Jumbo mampu menawarkan layanan dan produk dengan harga yang lebih kompetitif. Hal ini membuat persaingan semakin ketat bagi Bank Mini untuk tetap bertahan dan bersaing di pasar keuangan. Bagaimana Bank Mini akan menghadapi tantangan ini? Apakah mereka mampu bertahan atau akhirnya harus menyerah kepada dominasi Bank Bermodal Jumbo? Semua mata tertuju pada langkah strategis Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam mengatasi masalah ini

  • Pindah ke Jakarta, Krom Bank Indonesia (BSSI) Beli Aset Kantor Senilai Rp 842,2 Juta

    Welcome to our blog!

    Here at Amazing Adventures, we are dedicated to bringing you the latest news and updates on all things travel. Whether you’re a seasoned globetrotter or planning your first trip abroad, our team of experts is here to provide you with tips, recommendations, and inspiration for your next adventure.

    Stay tuned for exciting travel stories, destination spotlights, packing guides, and much more. Join us as we explore the world one adventure at a time!

  • Fintech Jadi Mitra Strategis Perbankan di Era Universal Banking

    Fintech telah menjadi mitra strategis bagi perbankan di era Universal Banking. Dengan teknologi yang terus berkembang, Fintech mampu memberikan solusi inovatif dan efisien dalam menyediakan layanan keuangan kepada nasabah. Kolaborasi antara perbankan dan Fintech tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga meningkatkan pengalaman nasabah secara keseluruhan. Dengan adopsi teknologi yang tepat, perbankan dapat memperkuat posisinya di pasar dan menghadapi persaingan dengan lebih baik. Selain itu, kerjasama dengan Fintech juga membuka peluang baru untuk menciptakan produk-produk finansial yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern. Dengan demikian, sinergi antara perbankan dan Fintech menjadi kunci sukses dalam menghadapi tantangan di era Universal Banking ini

  • Berinvestasi dengan kecerdasan buatan

    Berinvestasi dengan kecerdasan buatan dapat memberikan keuntungan yang besar bagi para investor. Dengan menggunakan teknologi canggih ini, kita dapat menganalisis data pasar secara lebih akurat dan cepat, sehingga memungkinkan kita untuk membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan menguntungkan. Selain itu, kecerdasan buatan juga dapat membantu kita dalam mengelola risiko investasi dengan lebih baik, sehingga meningkatkan potensi profitabilitas portofolio investasi kita. Dengan demikian, berinvestasi dengan kecerdasan buatan merupakan langkah cerdas bagi para investor yang ingin meraih kesuksesan di dunia finansial