Fintech Diharap Bisa Bantu Indonesia Jadi Negara Maju

Fintech Diharap Bisa Bantu Indonesia Jadi Negara Maju

Jakarta: Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara berharap keberadaan perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) bisa mendorong perekonomian Indonesia, lantaran telah menjadi inovasi dan sumber kreativitas di sektor keuangan.
 
Menurut Suahasil, adanya inovasi melalui fintech yang diiringi dengan peningkatan produktivitas, pada akhirnya bisa membuat Indonesia menjadi negara maju.
 
“Perekonomian Indonesia yang kami ingin terus memajukan kesejahteraan umum harus didorong dengan produktivitas dan kreativitas, harus didorong dengan kerja keras dan inovasi,” kata Suahasil saat ditemui usai acara Bulan Fintech Nasional dan 5th Indonesia Fintech Summit & Expo 2023 di Jakarta, Kamis, 23 November 2023.
Meski kunci keberhasilan pembangunan menuju kemajuan dan kesejahteraan sebuah negara adalah produktivitas, namun menurutnya Suahasil hal itu tidaklah cukup. Apalagi, meski terdapat konsistensi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), di sisi lain ada pula potensi penurunan kontribusi sektor sekunder.
 
Maka dari itu, lanjut Suahasil, dengan realitas kondisi ekonomi global, ekonomi Indonesia, perkembangan teknologi, hingga aspirasi humanitas, yang dibutuhkan sebuah negara, termasuk Indonesia yaitu kreativitas, bukan hanya produktivitas.
 

Genjot inovasi

Oleh karenanya, tegas dia, sumber daya manusia di Indonesia harus semakin bisa memunculkan inovasi dan kreativitas di seluruh sektor, termasuk di sektor keuangan.
 
“Kreativitas atau inovasi menjadi sangat penting karena kondisi ekonomi dan kemanusiaan dunia saat ini bukan hanya berdasarkan keringat yang dikucurkan, tetapi kreativitas yang dimunculkan,” tutur dia.
 
Dengan demikian, inovasi akan menjadi kunci keberhasilan bagi Indonesia maupun dunia ke depan, khususnya dalam sektor keuangan yang saat ini cenderung didominasi oleh inovasi fintech.
 
Meski begitu, dirinya mengingatkan inovasi di sektor keuangan tetap harus dilakukan dengan bertanggung jawab, sehingga Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) akan terus menjadi regulator yang menjaga sektor keuangan di Tanah Air.
 
Dalam hal adaptasi teknologi di sektor keuangan, KSSK bertugas dalam pengamanan data, literasi penggunaan teknologi, penyediaan infrastruktur pendukung, hingga pengaturan e-commerce dan media sosial.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Beritafintech.com

TRENDING  Jaga Kepercayaan Lender Fintech Lending, OJK Bakal Lakukan Sejumlah Upaya Ini

(HUS)

Check Also

OJK Atur Pembatasan Lender Nonprofesional di Fintech Lending, Ini Kata GandengTangan

OJK Atur Pembatasan Lender Nonprofesional di Fintech Lending, Ini Kata GandengTangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur pembatasan bagi lender nonprofesional di industri fintech lending. Hal ini disambut baik oleh GandengTangan, platform peer-to-peer lending yang telah lama beroperasi di Indonesia. Menurut GandengTangan, langkah OJK tersebut sangat penting untuk melindungi para peminjam dari risiko yang mungkin timbul akibat praktik tidak etis dari lender nonprofesional. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, diharapkan akan tercipta lingkungan bisnis yang lebih sehat dan transparan di industri fintech lending. GandengTangan juga menyatakan komitmennya untuk terus mematuhi semua regulasi yang dikeluarkan oleh OJK demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan peer-to-peer lending. Mereka percaya bahwa dengan kerjasama antara regulator dan pelaku usaha, industri fintech lending di Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak

%site% | NEWS