Bank Mandiri Masuk Peringkat Perusahaan Terbaik di Dunia versi Majalah TIME

Bank Mandiri Masuk Peringkat Perusahaan Terbaik di Dunia versi Majalah TIME

ILUSTRASI. Bank Mandiri berhasil masuk daftar World?s Best Companies 2024 atau peringkat Perusahaan Terbaik di Dunia versi TIME.

Beritafintech.com – Kabar baik datang dari Bank Mandiri. Bank BUMN terbesar di Indonesia ini berhasil masuk daftar “World’s Best Companies 2024” atau peringkat Perusahaan Terbaik di Dunia versi Majalah TIME.

Hal ini menjadi bukti konsistensi Bank Mandiri dalam melakukan beragam strategi selama beberapa tahun terakhir.

Mengutip siaran pers, strategi yang dilakukan pun selalu menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Sebagai informasi, pemeringkatan perusahaan terbaik di dunia tersebut merupakan hasil kolaborasi Majalah TIME dengan Statista.

Penilaiannya didasarkan pada pertumbuhan pendapatan, survei kepuasan karyawan, serta data ketat terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).

Nama-nama yang muncul dalam daftar menunjukkan siapa yang mendominasi tatanan ekonomi dunia, dengan perusahaan teknologi dan jasa bisnis yang bergerak cepat menggantikan produsen dan perusahaan barang konsumen yang dulu menggerakkan ekonomi global.

Jurnalis Majalah Time, Alana Semuels, menyatakan bahwa perusahaan terbaik dunia pada 2024 adalah perusahaan yang bukan hanya menghasilkan revenue seperti pendahulu mereka.

Lebih dari itu, mereka juga bisa memberikan kesejahteraan bagi karyawan, pemegang saham, dan juga planet ini.

Baca Juga: BNI Masuk Daftar Perusahaan Terbaik Dunia Versi Majalah TIME

Di dalam daftar deretan perusahaan terbaik yang dilansir oleh Time, Bank Mandiri menjadi bank dengan sustainability rank tertinggi di Indonesia, didukung dengan revenue growth terindikasi “very high” dimana Time melakukan evaluasi terhadap pertumbuhan pendapatan dalam 3 (tiga) tahun terakhir.

TRENDING  Bank Himbara Ramai-Ramai Cabut Pernyataan Terkait Kenaikan Bunga Deposito Valas

Bank Mandiri berhasil memimpin pembiayaan berkelanjutan dengan menguasai lebih dari 30 persen pangsa pasar yang ada.

Hingga akhir Juni 2024, total portofolio berkelanjutan Bank Mandiri telah mencapai Rp278 triliun atau meningkat 14,7 persen secara year-on-year (YoY).

Secara lebih rinci, dari total portofolio berkelanjutan yang dicapai Bank Mandiri terdiri dari portofolio hijau yang naik 20,4 persen secara YoY menjadi Rp139 triliun dan portofolio sosial yang naik 9,5 persen secara YoY menjadi Rp139 triliun.

Hal ini tak lepas dari inisiatif-inisiatif keuangan berkelanjutan yang dilakukan Bank Mandiri.

Selain terus mengembangkan inisiatif-inisiatif keuangan yang berkelanjutan, Bank Mandiri juga melakukan peningkatan kapasitas sumber daya, serta penyesuaian organisasi, tata kelola, dan manajemen risiko yang mengintegrasikan aspek ESG.

Dari segi operasional, Bank Mandiri melibatkan seluruh karyawannya dengan mengurangi jejak karbon dengan mengembangkan ekosistem operasi perbankan yang ramah lingkungan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pengukuran dan pemantauan emisi gas rumah kaca (GRK).

Selain itu juga membangun dan mengembangkan infrastruktur rendah karbon serta inisiatif carbon offsetting dengan pembelian Verified Carbon Unit (VCU) dan metode Nature Based Solution (NBS).

Baca Juga: Sila Pilih, Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu Di ATM BCA, BNI, BRI, Mandiri, CIMB, Permata

Similar Posts

  • Kasus Pinjol Ilegal Mendominasi Pengaduan Di OJK, Catat Pinjol Legal OJK Maret 2025

    Kasus pinjol ilegal mendominasi pengaduan di OJK, dengan jumlah keluhan yang terus meningkat setiap bulannya. Data terbaru dari OJK menunjukkan bahwa sebagian besar pengaduan yang diterima berkaitan dengan praktik pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memastikan bahwa mereka hanya menggunakan layanan pinjol legal yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

    Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan memeriksa daftar pinjol legal yang telah disahkan oleh OJK. Dengan demikian, konsumen dapat memastikan bahwa mereka tidak menjadi korban praktik ilegal dari pinjol ilegal. Selain itu, penting juga untuk selalu membaca syarat dan ketentuan sebelum mengajukan pinjaman online agar tidak terjerat dalam perangkap utang yang sulit untuk diselesaikan.

    Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menggunakan layanan pinjol legal, diharapkan kasus-kasus penipuan dan praktik ilegal dapat diminimalisir. Sebagai konsumen cerdas, kita harus selalu waspada dan berhati-hati dalam menggunakan layanan keuangan agar tidak menjadi korban dari praktik-praktik penipuan yang merugikan. Semoga dengan adanya regulasi lebih ketat dari pihak berwenang, kasus-kasus seperti ini dapat diminimalisir dan memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat pengguna jasa keuangan online

  • Fintech P2P Lending Syariah Bantu Perluas Layanan Keuangan Syariah

    Fintech P2P Lending Syariah merupakan solusi inovatif yang membantu memperluas layanan keuangan syariah di Indonesia. Dengan platform online yang mudah digunakan, masyarakat dapat dengan cepat dan mudah mengakses pembiayaan syariah tanpa harus melalui proses yang rumit. Hal ini tentu saja menjadi kabar baik bagi para pelaku usaha mikro dan kecil yang seringkali kesulitan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Dengan adanya Fintech P2P Lending Syariah, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat merasakan manfaat dari sistem keuangan syariah yang adil dan transparan

  • OJK Ungkap Tujuan Adanya Ketentuan Rapat Umum Pemberi Dana di SEOJK Fintech Lending

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap tujuan adanya ketentuan rapat umum pemberi dana di sektor fintech lending. Rapat umum ini bertujuan untuk memberikan transparansi dan kejelasan kepada para pemberi dana mengenai kondisi dan kinerja perusahaan fintech lending. Dengan adanya rapat umum ini, diharapkan para pemberi dana dapat memahami dengan lebih baik risiko dan potensi investasi yang mereka lakukan. Selain itu, rapat umum juga menjadi sarana bagi perusahaan fintech lending untuk mendapatkan masukan dan saran dari para pemberi dana guna meningkatkan kualitas layanan dan keberlanjutan bisnis mereka. Dengan demikian, ketentuan rapat umum pemberi dana di SEOJK Fintech Lending merupakan langkah yang positif dalam menjaga kepercayaan dan hubungan baik antara perusahaan dengan para pemegang sahamnya

  • Tiga Bank BUMN Masuk Pengelolaan Danantara, Ini Kata OJK

    Tiga Bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BNI, dan BRI telah resmi masuk dalam pengelolaan dana antara. Hal ini disambut baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyatakan bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sektor keuangan di Indonesia. Menurut OJK, kehadiran ketiga bank tersebut akan memperkuat stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana antara guna menjaga kepercayaan publik terhadap industri perbankan di Tanah Air

  • Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu Di ATM BCA, BNI, BRI, Mandiri, CIMB, Permata

    ILUSTRASI. Cara tarik tunai tanpa kartu di ATM BCA, BNI, BRI, Mandiri, CIMB, Permata Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu Di ATM BCA, BNI, BRI, Mandiri, CIMB, Permata – JAKARTA. Banyak bank menyediakan layananan transaksi tarik tunai tanpa kartu debit di ATM. Nasabah Bank BCA, BRI, BNI, Bank Mandiri, dll bisa melakukan tarik tunai tanpa kartu di…

  • Saham Bank Jumbo Terperosok, Simak Rekomendasi Analis Berikut

    Menurut analis keuangan terkemuka, Saham Bank Jumbo Terperosok saat ini merupakan saham yang perlu diwaspadai. Dengan kondisi pasar yang tidak stabil, para investor disarankan untuk mempertimbangkan ulang investasi mereka dalam saham ini. Analis juga menyarankan agar para pemegang saham segera mengambil tindakan yang tepat untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Kesimpulannya, situasi Saham Bank Jumbo Terperosok saat ini membutuhkan perhatian ekstra dan keputusan bijak dari para investor