BSI Luncurkan BSI Gold, Bakal Menjadi Cikal Bakal Bullion Bank

BSI Luncurkan BSI Gold, Bakal Menjadi Cikal Bakal Bullion Bank

ILUSTRASI. BSI bekerja sama dengan produsen emas PT Hartadinata Abadi Tbk meluncurkan produk emas bernama BSI Gold. KONTAN/Baihaki/28/11/2024

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bekerja sama dengan produsen emas PT Hartadinata Abadi Tbk untuk meluncurkan produk emas bernama BSI Gold.  Produk ini bisa didapatkan melalui fitur Cicil Emas milik BSI.

Tak hanya peluncuran produk biasa, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa kerjasama ini bisa menjadi awalan bagi BSI untuk menjalankan bisnis bullion bank. Di mana, aturan resmi untuk bisnis tersebut baru saja keluar dalam POJK 17/2024.

“Mungkin di sisi lain, (produk) ini akan menjadi cikal bakal yang namanya Bullion Bank.  Kami membaca POJK baru itu juga sangat liberal,” ujar Hery, Kamis (29/11).

Baca Juga: Dukung Industri Kreatif, BSI Kolaborasi Dengan Pinasthikafest Melalui Superapp BYOND

Lebih lanjut, ia menilai potensi bullion bank di Indonesia masih cukup besar. Terlebih dengan batasan bank yang naik bisa menjual minimal 500 gram.

Hery bercerita saat ini ketika batasan bank hanya bisa menjual hingga 150 gram, banyak nasabah yang mengeluh. Sebab, ia melihat minat nasabah untuk membeli emas dalam jumlah besar juga cukup banyak.

“Kemarin ada nasabah yang datang ke kantor BSI, tanya bisa beli emas 50 kilo tidak? ya belum bisa,” cerita Hery.

TRENDING  Terapkan ESG, Bank Mandiri Kampanyekan Pemrosesan Data Pribadi

Ia bilang dengan adanya bullion bank, nantinya cerita-cerita seperti itu bisa berkurang. Di mana, bullion bank menawarkan layanan seperti titip emas, pembiayaan emas, dan simpan emas.

“Jadi emas itu nanti kita kasih pembiayaan, jadi agunannya emas. Kalau sekarang kan baru gadai ya, nanti bisa pembiayaan. Kemudian dititip kustodi, jadi kita juga nanti bisa menjadi  bank kustodian, kalau ada yang mau dititip emas, kita akan lakukan itu,” jelas Hery.

Baca Juga: BRIS Tersengat Sentimen Positif Pengurangan Penerbitan SRBI dan Rekomendasi Analis

Sayangnya, ketika dikonfirmasi lebih lanjut pasca acara, Hery masih malu-malu untuk mengungkapkan kapan BSI akan mengajukan izin usaha untuk bullion bank. 

Hery hanya bilang semua rencana bisnis bank BSI saat ini sedang dalam kajian internal. Nantinya, itu baru akan diserahkan ke OJK dan mendapat persetujuan.

“Jadi semua rencana bisnis kita ajukan ke OJK dan belum bisa dibuka sekarang. Nanti kalau sudah official baru kita umumkan,” tandas Hery.

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca IKN dan Kalimantan Timur, Hujan Siang (1 Desember 2024)

Menarik Dibaca: Daftar Buah yang Menaikkan Gula Darah Ada di Sini, Batasi Konsumsinya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Efisiensi SDM Jadi Jurus Bank Jaga Laba di Tengah Tekanan Kinerja

    Efisiensi SDM merupakan kunci utama bagi sebuah bank untuk dapat menjaga laba di tengah tekanan kinerja yang semakin meningkat. Dengan memiliki sumber daya manusia yang efisien dan kompeten, bank dapat menghadapi berbagai tantangan dan persaingan yang ada di pasar keuangan. Oleh karena itu, penting bagi manajemen bank untuk terus meningkatkan efisiensi SDM melalui berbagai strategi dan program pelatihan yang tepat guna. Dengan demikian, bank akan mampu bertahan dan bahkan berkembang di era digital ini

  • Ketahui Penyebab Sulit Bertahan Hidup Saat Tanggal Tua

    Beritafintech.com – Anda mungkin pernah mengalami, saat tiba-tiba Anda harus merogoh saku dalam-dalam, ternyata saku itu kosong. Sebab hari itu adalah tanggal tua yang mana sudah sangat sekarat, tidak punya uang lagi. Mengapa masih ada orang yang demikian kiranya? Orang-orang yang tidak bisa bertahan hidup karena tanggal tua. Penyebab sulit bertahan hidup begini biasanya karena…

  • Laba Sejumlah Bank Daerah Tumbuh Positif pada Agustus 2025, Ini Pendorongnya

    Menurut data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejumlah bank daerah di Indonesia berhasil mencatat pertumbuhan positif pada bulan Agustus 2025. Hal ini menjadi kabar baik bagi industri perbankan tanah air, mengingat kondisi ekonomi global yang masih belum stabil akibat pandemi COVID-19.

    Pendorong utama dari pertumbuhan positif ini adalah strategi pemasaran yang agresif serta inovasi produk dan layanan yang dilakukan oleh sejumlah bank daerah. Mereka mampu menarik minat masyarakat untuk menggunakan produk perbankan mereka melalui berbagai promosi menarik dan kemudahan akses layanan melalui teknologi digital.

    Selain itu, kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah juga turut menjadi faktor penting dalam pertumbuhan positif ini. Dengan memberikan pelayanan yang baik dan transparan, bank-bank daerah berhasil mempertahankan loyalitas nasabah mereka serta menarik minat dari calon nasabah baru.

    Diharapkan dengan adanya pertumbuhan positif pada sejumlah bank daerah ini, dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Semoga tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan industri perbankan di tanah air

  • Bank BUMN gandeng fintech untuk salurkan kredit program PEN

    Bank BUMN telah mengumumkan kerjasama strategis dengan perusahaan fintech terkemuka untuk menyediakan akses kredit yang lebih mudah melalui program PEN. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh dana pinjaman dengan proses yang lebih cepat dan efisien. Selain itu, Bank BUMN juga berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabahnya melalui teknologi digital yang inovatif. Jadi, jangan ragu untuk mengajukan kredit melalui program PEN ini dan nikmati kemudahan serta keuntungannya!

  • Pentingnya Pendidikan Finansial bagi Anak dari Kecil

    Pendidikan finansial bagi anak sejak dini sangatlah penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mengelola keuangan di masa depan. Dengan memberikan pendidikan finansial sejak usia dini, anak-anak dapat belajar tentang pentingnya menabung, berinvestasi, dan mengelola uang dengan bijaksana. Hal ini akan membantu mereka menjadi individu yang lebih mandiri dan bertanggung jawab secara finansial ketika dewasa nanti. Oleh karena itu, orangtua perlu memperhatikan pentingnya memberikan pendidikan finansial kepada anak sejak dini agar mereka dapat memiliki kebiasaan yang baik dalam mengelola keuangan di kemudian hari

  • OJK Godok Rancangan SEOJK Mengenai Tingkat Kesehatan Fintech P2P Lending, Ini Isinya

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis rancangan peraturan mengenai tingkat kesehatan industri fintech peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia. Rancangan tersebut berisi langkah-langkah yang akan diambil untuk memastikan keberlangsungan dan keamanan dari sektor fintech P2P lending. Hal ini menjadi perhatian serius bagi OJK mengingat perkembangan pesat dari industri fintech P2P lending belakangan ini. Dengan adanya regulasi yang ketat, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech P2P lending dan melindungi para pelaku usaha serta konsumen dari risiko-risiko yang ada