Laba Sejumlah Bank Daerah Tumbuh Positif pada Agustus 2025, Ini Pendorongnya

Laba Sejumlah Bank Daerah Tumbuh Positif pada Agustus 2025, Ini Pendorongnya

ILUSTRASI. Transaksi ATM: Warga bertransaksi menggunakan ATM di Tangerang, Banten, Sabtu (4/10/2025). Kinerja sejumlah bank pembangunan daerah atau BPD tampak membaik di delapan bulan tahun 2025, khususnya bank daerah di Pulau Jawa.

Beritafintech.com-JAKARTA. Kinerja sejumlah bank pembangunan daerah atau BPD tampak membaik di delapan bulan tahun 2025, khususnya bank daerah di Pulau Jawa.

Mayoritas mencatatkan peningkatan laba pada periode Agustus 2025, bahkan ada yang mencatatkan pertumbuhan laba dua digit.

Ambil contoh, PT Bank Banten (BEKS) yang mencatatkan lonjakan kinerja laba bersih sebesar 39,56% secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai Rp 8,35 miliar pada Agustus 2025.

Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun sebelumnya labanya mencapai Rp 5,98 miliar.

Baca Juga: Kinerja Laba Sejumlah Bank Daerah Membaik pada Semester I-2025

Hal ini didorong oleh pendapatan bunga bersihnya yang ikut meningkat 15,29%  menjadi Rp 130,58 miliar dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 113,26 miliar.

Peningkatan laba juga terjadi pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng), dimana pada Agustus 2025 labanya meningkat 14,39% menjadi Rp 977,08 miliar.

Mengutip laporan keuangannya, capaian laba tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp 2,20 triliun, naik 2,79% yoy. Pendapatan komisi perseroan juga tumbuh 13,34% yoy menjadi Rp 229,34 miliar, sementara beban pencadangan alias impairment menurun 9,01% yoy menjadi Rp 408,43 miliar.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) turut melengkapi meningkatnya kinerja bank-bank daerah di periode ini. Bank berkode saham BJTM ini mencatatkan peningkatan laba sekitar 17,53% yoy menjadi Rp 925,63 miliar.

TRENDING  Gaya Konsumen Berubah, Perbankan Siap Berkompetisi Ketat dengan Fintech

Baca Juga: Kredit Kendaraan Bermotor Bank Tercatat Tumbuh Positif pada Mei 2025

Sama halnya dengan bank Jateng, Bank Jatim mencatatkan peningkatan pendapatan bunga sebesar 12,13% menjadi Rp 5,62 triliun, dibandingkan Rp 5,01 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Dengan beban bunga yang hanya tumbuh 4,18%, atau menjadi Rp 1,69 triliun, pendapatan bunga bersih bank ini tercatat mencapai Rp 3,92 triliun. Angka itu meningkat 15,91% secara tahunan.

Adapun Bank Jakarta mencatat pertumbuhan laba sebesar 5,47% pada delapan bulan tahun 2025 atau sebesar Rp 481,19 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 456,24 miliar.

Capaian ini terutama didorong oleh pendapatan bunga bersihnya yang naik 5,98% menjadi Rp 1,95 triliun, dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,84 triliun.

Sementara PT Bank BPD DIY mencatatkan laba Rp 209,66 miliar, capaian ini turun tipis 0,09% yoy jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 209,84 miliar.

Baca Juga: Bisnis Agen Laku Pandai Bank Besar Tumbuh Positif pada Kuartal l-2025

Mengutip laporan keuangan perseroan, penurunan laba ini dipicu kenaikan beban operasional perseroan.

Lebih rinci, beban promosi naik 9,24% menjadi Rp 21,25 miliar pada Agustus 2025. Beban lainnya juga ikut naik 9,39% menjadi Rp 210,08 miliar. Kerugian penurunan aset keuangannya juga melonjak 32,01% menjadi Rp 103,90 miliar. 

Meski demikian, pendapatan bunga bersih Bank BPD DIY tetap tumbuh 4,79% dari Rp 757,16 miliar di Agustus 2024 menjadi Rp 793,46 miliar pada Agustus 2025.

Direktur Bisnis Bank Banten Bambang Widyatmoko mengatakan, capaian kinerja yang impresif hingga Agustus 2025 seiring dengan strategi perseroan yang konsisten memanfaatkan captive market di wilayah Provinsi Banten.

TRENDING  Prospek Cerah Fintech Lending: OJK Soroti Pertumbuhan 2026

“Kinerja cemerlang ini didorong oleh fokus Bank Banten sebagai Bank Pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten selaku pemegang saham pengendali,” ungkap Bambang kepada Beritafintech.com, Jumat (3/10).

Baca Juga: Keputusan Anggaran TKD Bisa Pengaruhi Likuiditas Bank Daerah

Perseroan disebut berhasil mengoptimalkan ekosistem keuangan daerah untuk mendorong pertumbuhan DPK yang lebih stabil dan penyaluran kredit yang terukur.

“Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi kami dalam mengelola captive market, sehingga portofolio kredit tumbuh dengan tetap menjaga kualitas aset yang sehat,” ujar Bambang.

Hingga Agustus 2025, aset Bank Banten juga tercatat tumbuh 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyaluran kredit meningkat 35%, sedangkan DPK tumbuh 17% secara tahunan (year-on-year). Perseroan optimistis tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun.

Bambang menyampaikan bahwa kinerja semester II 2025 diproyeksikan tetap solid, meskipun ada tantangan berupa pelemahan daya beli kelas menengah ke bawah.

“Kami tetap pada jalur pertumbuhan yang sehat dan sejauh ini masih sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB). Tidak ada indikasi perlunya penyesuaian,” tegasnya.

Baca Juga: Pertumbuhan Pendapatan Bunga Dorong Kinerja Bank Digital Moncer pada Agustus 2025

Bank Banten menempatkan kredit konsumtif dan UMKM sebagai motor utama pertumbuhan bisnis tahun ini. Kredit konsumtif difokuskan pada segmen ASN, yang dinilai memiliki risiko rendah karena sistem pembayaran langsung melalui pemotongan gaji.

Sementara itu, segmen UMKM diarahkan kepada pelaku usaha dan kontraktor yang memperoleh pembiayaan dari proyek-proyek pemerintah daerah. Strategi ini memperkuat posisi Bank Banten sebagai mitra keuangan strategis Pemerintah Provinsi Banten.

TRENDING  Sun Life Gandeng CIMB Niaga Luncurkan Dua Produk Baru

Untuk mendorong kinerja 2025, Bank Banten mengandalkan lima pilar strategi utama, yakni penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), penguatan permodalan, peningkatan kualitas kredit dan DPK, pengembangan human capital yang andal, dan digitalisasi layanan perbankan.

Perseroan juga terus memperluas basis pendanaan dari ekosistem keuangan daerah dan menyalurkan kredit secara selektif guna menjaga kualitas portofolio.

Pendekatan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan profitabilitas, tetapi juga untuk memperkuat fundamental bisnis jangka panjang.

Baca Juga: Bank Daerah Tumbuh Berkelanjutan Lewat Papan Bursa

“Bank Banten berkomitmen untuk tumbuh secara berkelanjutan, mendukung pembangunan daerah, dan menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten,” pungkas Bambang.

Similar Posts

  • 14 Fintech Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5Miliar, AFPI Urai Penyebabnya

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan bahwa dari 14 perusahaan fintech lending yang telah beroperasi di Indonesia, belum ada satu pun yang memenuhi persyaratan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar. AFPI pun mulai menyelidiki penyebab dari masalah ini.

    Menurut Ketua Umum AFPI, Tumbur Pardede, salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya pemahaman tentang regulasi dan persyaratan yang diperlukan untuk beroperasi di industri fintech lending. Banyak perusahaan masih belum memahami pentingnya memiliki modal yang cukup untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

    Selain itu, Tumbur juga menyoroti masalah transparansi dalam pengelolaan dana nasabah oleh beberapa perusahaan fintech lending. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa investor enggan untuk menanamkan modal lebih banyak ke dalam industri ini.

    AFPI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan edukasi kepada para pelaku usaha fintech lending agar dapat memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Dengan demikian, diharapkan industri fintech lending di Indonesia dapat tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat bagi semua pihak

  • Perolehan Laba Fintech Lending Tahun Ini Diproyeksikan Melampaui Pencapaian 2024

    Menurut para ahli, perolehan laba fintech lending tahun ini diproyeksikan akan melampaui pencapaian yang diharapkan pada tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan pesat industri fintech lending dan tingginya minat masyarakat terhadap layanan pinjaman online. Dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam teknologi finansial, para pelaku usaha di sektor ini optimis bahwa laba mereka akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, regulasi yang semakin mendukung perkembangan fintech lending juga menjadi faktor penting dalam memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan tersebut. Dengan demikian, prospek bisnis fintech lending di Indonesia terlihat sangat cerah dan menjanjikan bagi para investor maupun pelaku usaha yang ingin meraih kesuksesan di bidang ini

  • Fintech Lending, Harapan Baru bagi Usaha Kecil

    ILUSTRASI. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelarkunjungan ke sejumlah penerima manfaat fintech peer to peer lending, atau layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi, di wilayah Jakarta, pada Rabu (18/10/2023). Beritafintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menggelar kunjungan ke sejumlah penerima manfaat fintech peer to peer lending, atau layanan pendanaan bersama berbasis teknologi…

  • Dukung Penguatan Industri Fintech Lending, OJK Lakukan Berbagai Langkah Kebijakan Ini

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan langkah-langkah kebijakan untuk mendukung dan memperkuat industri fintech lending di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan akses permodalan bagi para pelaku usaha, terutama UMKM, yang seringkali kesulitan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan konvensional.

    Salah satu langkah yang telah dilakukan oleh OJK adalah dengan memberikan izin operasional kepada sejumlah perusahaan fintech lending yang memenuhi persyaratan dan standar yang ditetapkan. Selain itu, OJK juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja serta kepatuhan dari para pelaku industri fintech lending tersebut.

    Dengan adanya dukungan dan pengawasan yang ketat dari OJK, diharapkan dapat menciptakan lingkungan usaha yang sehat dan berkelanjutan bagi para pelaku industri fintech lending. Sehingga, masyarakat dapat lebih percaya dan nyaman dalam menggunakan layanan pinjaman online ini sebagai alternatif solusi keuangan mereka

  • Ant Digital Debut di Asia Tenggara, Bawa Solusi GenAI untuk Sektor FinTech

    Ant Digital Debut di Asia Tenggara telah menciptakan gebrakan baru dengan membawa solusi GenAI untuk sektor FinTech. Dengan teknologi canggih yang mereka miliki, Ant Digital berhasil memberikan solusi yang inovatif dan efisien bagi para pelaku industri keuangan. Hal ini tentu saja menjadi angin segar bagi para pemain FinTech di Asia Tenggara, yang kini dapat memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing mereka. Dengan adanya Ant Digital, masa depan sektor FinTech di wilayah ini terlihat semakin cerah dan menjanjikan