BTN Sebut Rencana Akuisisi Bank Syariah Masuk Tahap Finalisasi

BTN Sebut Rencana Akuisisi Bank Syariah Masuk Tahap Finalisasi

ILUSTRASI. Karyawan di kantor cabang BTN Syariah, Jakarta. Dikabarkan Bank BTN akan melakukan akuisisi PT Bank Victoria Syariah untuk memisahkan unit usaha syariahnya. (KONTAN/Baihaki)

Beritafintech.com-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyampaikan proses akuisisi yang akan dilakukannya untuk memisahkan Unit Usaha Syariah (UUS) tengah memasuki tahap finalisasi.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), BTN menegaskan bahwa, saat ini pihaknya tengah melakukan limited review sehubungan dengan adanya rencana aksi korporasi, sebagaimana pernyataan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu sebelumnya. 

Hal ini sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.12 Tahun 2023 tentang Unit Usaha Syariah (POJK 12/2023), Perseroan wajib melakukan proses pemisahan UUS (permohonan izin atau persetujuan kepada Regulator) selambatnya 2 (dua) tahun setelah publikasi laporan keuangan per Desember 2023 pada Triwulan I 2024 bahwa Unit Usaha Syariah (UUS) Perseroan telah memiliki aset lebih dari Rp 50 triliun. 

“Perseroan mengambil opsi yang paling efisien, mudah dan cepat dilaksanakan dalam persiapan pemisahan atau spin-off UUS [unit usaha syariah] dan saat ini dalam proses finalisasi due diligence terhadap calon bank yang akan diakuisisi,” ungkap Corporate Secretary BTN Ramon Armando dalam keterbukaan informasi, Selasa (19/11).

Ramon menjelaskan, saat ini proses uji tuntas atau due diligence terhadap calon bank yang akan diakusisi telah sampai pada tahap finalisasi..

Baca Juga: Bank Victoria Syariah Bakal Diakuisisi BTN, Proses Due Diligence Sudah Dilakukan

Perseroan dan Pemegang Saham Pengendali bank yang akan diakuisisi juga sedang melakukan negosiasi serta menyusun perjanjian jual-beli bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA).

TRENDING  5 Cara Jaga Keamanan Finansial dengan Review Kepemilikan Polis Asuransi

Manajemen juga sedang mempersiapkan dokumen-dokumen persyaratan untuk proses persetujuan kepada regulator dan pemegang saham perseroan.

“Sampai saat ini UUS BTN masih menjalankan bisnis dan operasional seperti biasa, karena belum ada aksi korporasi apa pun yang dilakukan Perseroan selaku induk usaha,” tambahnya.

BTN pun memastikan akan tetap memastikan bahwa pelaksanaan atas rencana pengembangan UUS dilakukan sesuai prosedur yang telah diatur oleh regulator serta memenuhi seluruh perizinan yang disyaratkan oleh regulator.

Terkait dampak keuangan dan operasional dari aksi korporasi itu, BTN menyatakan kajian terkait masih disusun untuk disampaikan kepada masyarakat di kemudian hari.

“Rencana aksi korporasi perseroan dalam dua belas bulan mendatang adalah melakukan pengembangan UUS sesuai rencana bisnis perseroan dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan dan ketentuan regulator,” imbuhnya.

Baca Juga: Bakal Diakuisisi BTN, Begini Respons Bos Bank Victoria Syariah

Seperti diketahui, dikabarkan Bank BTN akan melakukan akuisisi PT Bank Victoria Syariah untuk memisahkan unit usaha syariahnya. Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Bank Victoria Syariah Dery Januar telah mengonfirmasi bahwa proses due diligence dengan BTN sudah berlangsung.

Ia pun optimis bisnis Bank Victoria Syariah akan tetap berjalan pasca akusisi tersebut. Menurutnya, portofolio Bank Victoria Syariah dan BTN Syariah yang berbeda akan saling melengkapi. BTN Syariah, seperti induknya, fokus pada pembiayaan di sektor properti, sementara Bank Victoria Syariah lebih banyak menyasar segmen komersial dan korporasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Cara Buka Rekening Bank Mandiri Offline dan Online beserta Syaratnya

    ILUSTRASI. Cara Buka Rekening Bank Mandiri Offline dan Online beserta Syaratnya. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/24/04/2024 Penulis: Bimo Kresnomurti Beritafintech.com – JAKARTA. Ikuti cara membuka rekening Bank Mandiri online dan offline. Prosedur ini memungkinkan calon nasabah Bank Mandiri untuk membuka buku tabungan tanpa harus mendatangi kantor cabang dan menghindari antrean yang panjang. Bank Mandiri, sebagai salah satu bank…

  • 3 Gaya Gen Z Atur Finansial

    Generasi Z saat ini semakin cerdas dalam mengatur keuangan mereka. Mereka tidak hanya fokus pada gaya hidup instant, namun juga memikirkan masa depan mereka. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, generasi Z dapat dengan mudah mengelola dan mengontrol keuangan mereka melalui aplikasi finansial yang tersedia. Mereka juga lebih aware akan pentingnya investasi dan tabungan untuk mencapai tujuan keuangan mereka di masa depan

  • Ajarkan Finansial Sejak Dini, Ini 5 Cara Mengelola Uang THR Anak

    Menyikapi uang THR yang diterima anak, penting bagi orangtua untuk mengajarkan cara mengelola uang sejak dini. Berikut adalah 5 cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak mengelola uang THR dengan baik:

    1. Ajarkan anak untuk membagi uang THR menjadi tiga bagian, yaitu untuk kebutuhan sehari-hari, tabungan jangka panjang, dan sedekah.
    2. Dorong anak untuk membuat catatan pengeluaran agar mereka dapat melihat dengan jelas kemana saja uang THR mereka telah digunakan.
    3. Libatkan anak dalam perencanaan keuangan keluarga sehingga mereka dapat belajar tentang pentingnya merencanakan pengeluaran dan menabung.
    4. Berikan contoh yang baik dalam hal pengelolaan keuangan agar anak bisa meniru pola pikir dan perilaku finansial yang positif.
    5. Jangan lupa memberikan apresiasi kepada anak ketika mereka berhasil mengelola uang THR dengan baik, sehingga mereka merasa termotivasi untuk terus belajar dan berkembang dalam hal finansial.

    Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, diharapkan anak dapat belajar mengenai nilai dari setiap rupiah yang dimiliki serta memiliki keterampilan dalam mengatur keuangannya secara bijaksana sejak usia dini

  • Kredit Korporasi KB Bank Tumbuh Solid pada Kuartal III 2025

    Kredit Korporasi KB Bank terus tumbuh solid pada kuartal III 2025, menunjukkan performa yang mengesankan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Dengan strategi yang tepat dan manajemen risiko yang baik, KB Bank berhasil memperluas portofolio kredit korporasi dengan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi bank, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional secara keseluruhan. KB Bank terus berkomitmen untuk menjadi mitra terpercaya bagi para pelaku usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia

  • OJK Pastikan Fintech Ilegal Tak Bisa Peroleh Tanda Terdaftar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa fintech ilegal tidak akan bisa mendapatkan tanda terdaftar dari lembaga tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari risiko penipuan dan kehilangan uang akibat investasi di fintech ilegal. OJK juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih platform fintech yang aman dan terdaftar resmi oleh lembaga yang berwenang. Dengan demikian, diharapkan dapat menciptakan lingkungan investasi yang lebih aman dan terpercaya bagi seluruh pihak yang terlibat

  • Begini Rapor Kinerja Sejumlah Bank di Kuartal III-2024

    ILUSTRASI. Sejumlah bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan kinerja keuangan pada kuartal ketiga tahun ini Beritafintech.com-JAKARTA. Sejumlah bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan kinerja keuangan pada kuartal ketiga tahun ini yang berakhir pada 30 September 2024.  Bank-bank tersebut antara lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT…