Adopsi Teknologi Jadi Alasan Sejumlah Bank Tutup Layanan Bank Draft

Adopsi Teknologi Jadi Alasan Sejumlah Bank Tutup Layanan Bank Draft

ILUSTRASI. Layanan Bank Central Asia di area Jakarta Fair, Selasa (11/7). Data Perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Indonesia per Mei 2023 juga melaporkan kondisi yang senada. Simpanan DPK perbankan tercatat Rp7,7 triliun atau tumbuh 6,9 persen (year-on-year/yoy). KONTAN/Baihaki/11/07/2023

Beritafintech.com-JAKARTA. Transformasi digital di industri perbankan membuat sejumlah bank telah menutup layanan Bank Draf. Hal ini seiring dengan peralihan masyarakat dari menggunakan cara konvensional kepada layanan digital. Industri perbankan berlomba-lomba mengembangkan layanan digital mereka melalui mobile banking atau aplikasi super.

Sebagai informasi, Bank Draft adalah instrumen pembayaran yang mirip dengan cek yang diterbitkan oleh bank bersangkutan. Bank Draft bisa digunakan dalam transaksi lokal maupun internasional. Bank Draft juga seringkali disebut dengan cashier’s check atau bank check.

Layanan Bank Draft ini masih menganut sistem konvensional, sebagai surat kuasa yang diberikan untuk mencairkan dana di bank oleh nasabah.

Salah satu bank yang menutup layanan Bank Draf adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Layanan tersebut resmi berakhir per 12 Agustus 2024. Penutupan layanan Bank Draft ini berlaku untuk seluruh mata uang.

“BCA hanya melakukan penutupan layanan Bank Draft untuk seluruh mata uang mulai 12 Agustus 2024, BCA tidak dapat melayani penerbitan Bank Draft,” tegas Hera F Hryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA belum lama ini.

Namun, untuk stop payment dan pembatalan Bank Draft tetap dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku. Bank Draft yang masih outstanding dapat dicairkan oleh bank tertarik hingga masa berlaku bank draft kedaluwarsa.

TRENDING  Rahasia Finansial Gen Z: Begini Cara Biar Hidup Makin Stabil

Adapun layanan pencairan Bank Draft yang terbit sebelum 12 Agustus 2024 akan tetap tersedia hingga tanggal 28 Februari 2025 atau hingga masa berlaku bank draft kedaluwarsa.

Selain BCA, bank lainnya yang telah menutup layanan Bank Draft ini adalah PT BPD Jawa Timur Tbk (Bank Jatim).

“Layanan bank draft saat ini sudah tidak tersedia (di Bank Jatim),” ungkap Edi Masrianto, Direktur Keuangan, Treasury and Global Services mengatakan, kepada Kontan, Selasa (13/8).

Di sisi lain, sampai saat ini PT Bank Mandiri Tbk masih melayani transaksi dengan penerbitan Bank Draft.

VP Micro Segment & Remittance Solution Bank Mandiri, Rolland Setiawan mengatakan, tidak bisa dipungkiri perubahan teknologi telah menggeser penggunaan adopsi produk di pasar, salah satunya layanan Bank Draft.

“Hal ini tercermin dari rendahnya jumlah penerbitan bank draft di beberapa tahun terakhir.Bank Mandiri sendiri masih membuka layanan Bank Draft mengingat ada sebagian kecil institusi di Luar Negeri yang masih menggunakan jasa ini, sehingga nasabah masih bisa meminta produk Bank Draft ini,” ungkap Rolland kepada Kontan.

Selanjutnya: Kinerja United Tractors (UNTR) Diperkirakan Pulih di Semester II-2024

Menarik Dibaca: 15 Tanaman Mirip Monstera yang Bentuk Daun Hampir Serupa Tapi Tak Sama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Check Also

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar. Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

%site% | NEWS