Ini Tiga Besar Bank yang Paling Kencang Salurkan Kredit Program Perumahan

Ini Tiga Besar Bank yang Paling Kencang Salurkan Kredit Program Perumahan

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberi keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Beritafintech.com – JAKARTA. Sejak diluncurkan pada 21 Oktober 2025 lalu, perbankan telah agresif menyalurkan Kredit Program Perumahan (KPP). Di mana, bank swasta justru memimpin penyaluran untuk program tersebut.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat realisasi penyaluran KPP ini telah mencapai Rp 492,13 miliar hingga 15 November 2025. Data tersebut terdiri berasal dari 9 bank penyalur, baik itu bank milik swasta maupun pemerintah.

Dari total penyaluran tersebut, kontribusi paling besar adalah untuk sisi supply senilai Rp 453,18 miliar. Di mana, sisi supply ini disalurkan untuk mendukung penyediaan rumah, mulai dari pengembang, kontraktor, pedagang bahan bangunan, dan UMKM lainnya.

Baca Juga: BTN Optimistis Jadi Bank Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan (KPP)

Adapun, PT Bank Nationalnobu Tbk (Bank Nobu) menjadi yang terbesar dalam penyaluran KPP senilai Rp  280,18 miliar. Nilai tersebut disalurkan untuk 84 debitur.

Pola yang sama juga terjadi di Bank Nobu, di mana penyaluran KPP lebih banyak untuk sisi supply. Nilai penyaluran untuk sisi tersebut mencapai Rp 280,14 miliar kepada 83 debitur.

Menyusul Bank Nobu, ada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang juga cukup kencang menyalurkan KPP. Bank berlogo 46 ini telah menyalurkan kredit program tersebut mencapai Rp 127,6 triliun, dengan sisi supply mendominasi mencapai Rp 91,9 miliar.

Posisi tiga besar pun dilengkapi dengan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Bank yang fokus pada sektor properti ini sudah menyalurkan hingga Rp 74,4 miliar. Meski demikian, dalam proses administrasi, penyalurannya sudah mencapai Rp 2,7 triliun. 

TRENDING  Efisiensi SDM Jadi Jurus Bank Jaga Laba di Tengah Tekanan Kinerja

Menteri PKP Maruarar Sirait pun turut mengapresiasi peran bank swasta yang mau menyukseskan KPP ini. Di mana, ia menilai kebutuhan perumahan ini memang membutuhkan pihak swasta.

Baca Juga: BNI Telah Salurkan Kredit Program Perumahan Rp 40,7 Miliar hingga Oktober 2025

“Saya terima kasih pada Bank Swasta, khususnya Bank Nobu yang paling tinggi. Kalau BCA itu dia tidak dari subsidi-nya, dia bikin skema sendiri. Jadi seperti rumah subsidi,” ujar Maruarar, Senin (17/11/2025).

Adapun, ia menjelaskan BCA memang saat ini memiliki skema tersendiri dengan bunga yang tidak beda dengan KPP ini. Menurutnya, hal tersebut tetap positif untuk membantu kebutuhan rumah di tanah air.

Similar Posts

  • Laba Fintech Lending Naik 90,4% per November 2025, Ini Kata Pengamat

    Menurut pengamat, kenaikan Laba Fintech Lending sebesar 90,4% per November 2025 merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa industri fintech lending terus berkembang pesat dan semakin diminati oleh masyarakat. Kenaikan laba yang signifikan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil mengelola risiko dengan baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan bagi para pelanggannya. Dengan pertumbuhan yang begitu tinggi, tidak heran jika Laba Fintech Lending menjadi sorotan utama dalam dunia bisnis saat ini

  • Injak Usia 11 Tahun, Begini Strategi Bank Mandiri Taspen Dorong Pertumbuhan

    Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) memiliki strategi yang inovatif untuk mendorong pertumbuhan bisnisnya. Salah satu strategi yang mereka terapkan adalah dengan fokus pada segmentasi pasar dan pelayanan yang lebih personal kepada nasabah. Dengan pendekatan ini, Bank Mantap berhasil menarik minat dari berbagai kalangan, termasuk usia 11 tahun.

    Dengan memahami kebutuhan dan preferensi nasabah dari berbagai usia, Bank Mantap dapat memberikan layanan yang sesuai dan membuat pengalaman transaksi menjadi lebih menyenangkan. Hal ini juga membantu Bank Mantap untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

    Selain itu, Bank Mantap juga aktif dalam mengembangkan produk-produk baru yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Dengan terus melakukan inovasi, Bank Mantap berhasil menjaga daya saingnya di industri perbankan dan tetap menjadi pilihan utama bagi para nasabah.

    Dengan strategi-strategi tersebut, Bank Mandiri Taspen terus berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya serta memberikan nilai tambah bagi para nasabahnya

  • Pesan OJK, Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Meminjam di Fintech Lending

    Halo, para pembaca yang budiman. Pesan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk kalian semua: Pertimbangkan dengan matang sebelum meminjam di perusahaan fintech lending. Meskipun prosesnya mudah dan cepat, namun jangan sampai terjebak dalam jerat utang yang sulit untuk dilunasi. Pastikan bahwa kamu benar-benar membutuhkan pinjaman tersebut dan mampu untuk mengembalikannya tepat waktu. Jangan tergoda dengan penawaran bunga rendah tanpa membaca syarat dan ketentuan secara teliti. Ingatlah, kehati-hatian adalah kunci utama dalam mengelola keuangan pribadi kita. Semoga pesan ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas perhatiannya!

  • Mitigasi Risiko di Fintech Lending, Bagaimana Penerapan Asuransi Kreditnya?

    Fintech lending merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia keuangan yang memberikan kemudahan akses kepada masyarakat untuk mendapatkan pinjaman tanpa harus melalui proses yang rumit. Namun, seperti halnya produk keuangan lainnya, risiko tetap ada dalam bisnis ini. Oleh karena itu, mitigasi risiko di fintech lending menjadi sangat penting untuk dilakukan.

    Salah satu cara untuk mengurangi risiko dalam bisnis fintech lending adalah dengan menerapkan asuransi kredit. Asuransi kredit dapat memberikan perlindungan terhadap risiko gagal bayar dari peminjam, sehingga perusahaan fintech tidak akan mengalami kerugian yang besar jika terjadi default pembayaran.

    Penerapan asuransi kredit ini juga dapat meningkatkan kepercayaan dari para investor dan peminjam terhadap perusahaan fintech tersebut. Dengan adanya perlindungan dari asuransi kredit, para peminjam juga akan merasa lebih aman dan nyaman dalam mengajukan pinjaman.

    Dengan demikian, penerapan asuransi kredit menjadi langkah penting dalam upaya mitigasi risiko di bisnis fintech lending. Dengan melakukan langkah-langkah ini secara tepat dan efektif, diharapkan bisnis fintech lending dapat tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat

  • Pelaku Fintech Harus Membuat Pelaporan Transaksi Secara Real Time

    Pelaku fintech harus memahami pentingnya membuat pelaporan transaksi secara real time untuk menjaga keamanan dan kredibilitas perusahaan mereka. Dengan melakukan pelaporan secara langsung dan akurat, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi risiko atau kecurangan dengan cepat dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Selain itu, pelaporan real time juga memungkinkan perusahaan untuk merespons dengan cepat terhadap perubahan pasar atau regulasi yang dapat mempengaruhi bisnis mereka. Dengan demikian, pelaku fintech harus selalu siap dan proaktif dalam membuat pelaporan transaksi secara real time demi menjaga kelangsungan operasional dan pertumbuhan bisnis mereka

  • Bank Digital yang Hanya Mengandalkan Satu Ekosistem Berpotensi Punya Risiko Tinggi

    ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank Neo Commerce (BNC)?di Jakarta, Kamis (4/1/2024). (KONTAN/Baihaki) Beritafintech.com – JAKARTA. Ekosistem yang kuat kerap digadang-gadang sebagai kunci bank digital mencatatkan kinerja ciamik. Berkat dukungan ekosistem, bank digital dapat tumbuh secara eksponensial dengan cara efektif.  Namun demikian, bank digital berbasis ekosistem juga memiliki risiko yang tidak bisa dianggap enteng. Potensi risiko itu semakin…