Wadirut Bank Mega, Lay Diza Larentie Mengundurkan Diri dari Jabatannya

Wadirut Bank Mega, Lay Diza Larentie Mengundurkan Diri dari Jabatannya

ILUSTRASI. PT Bank Mega Tbk (MEGA) mengumumkan pengunduran diri Lay Diza Larentie yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama.

Beritafintech.com-JAKARTA. PT Bank Mega Tbk (MEGA) mengumumkan pengunduran diri Lay Diza Larentie yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan yang rilis di Bursa Efek Indonesia, Kamis (16/1) perseroan telah menerima surat pengunduran diri Diza pada 14 Januari 2025. 

“Permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank Mega Tbk yang akan diadakan pada hari Kamis, tanggal 27 Maret 2025,” ungkap Corporate Secretary Bank Mega, Christina M Damanik dikutip Kamis (16/1).

Baca Juga: Begini Upaya Bank Mega Syariah Perluas Pangsa Pasar

Manajemen Bank Mega menyebut, pengunduran diri Diza terebut tidak memiliki dampak material terhadap kelangsungan usaha. Sehingga kegiatan usaha dan operasional bank tetap berjalan dengan normal.

Diza sapaan akrabnya, sebelumnya diangkat sebagai sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mega berdasarkan keputusan RUPS Tahunan pada tanggal 24 Februari 2023, dan efektif menjabat semenjak 12 Juni 2023. Sebagai Wakil Direktur, Diza mengkoordinasi bidang consumer banking dan kredit. 

Baca Juga: Bank Mega Gandeng Metro Department Store Manjakan Nasabah Prioritas

Dikutip dari laman resmi Bank Mega, Diza telah berkarir di Bank Mega menjabat Direktur sejak tahun 2015 sebagai Direktur Funding hingga tahun 2016.  Kemudian menjabat Direktur Funding and Network pada tahu 2016-2017. Selanjutnya Direktur Funding and Sales Distribution di tahun 2017-2018.

TRENDING  Masuk Usia 30-an? Wajib Punya 5 Tujuan Finansial Ini Biar Nggak Menyesal Nanti!

Selepas membidangi segmen funding, Diza kemudian membidangi segmen consumer dengan jabatan Direktur Consumer Banking pada tahun 2018-2023, sebelum akhirnya menjadi Wakil Direktur Utama Bank Mega.

Sebelum berkarir di Bank Mega, jebolan Hukum Bisnis dari Universitas Indonesia tahun 1990 ini sempat menjabat berbagai posisi di beberapa bank swasta dan bank asing, seperti di Bank Lippo, Citibank, HSBC, Barclays Bank, hingga Standard Chartered Bank.

Selanjutnya: Pelaku Usaha Intip Peluang dari Program Makan Bergizi Gratis

Menarik Dibaca: Libido Turun Usai Bersalin? Ini 5 Cara Meningkatkan Gairah Seksual Setelah Melahirkan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Dampak Inflasi Kesehatan bagi Kondisi Finansial Keluarga

    Inflasi dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi finansial keluarga. Kenaikan harga-harga barang dan jasa akan membuat biaya hidup semakin tinggi, sehingga menyebabkan pengeluaran keluarga meningkat. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya daya beli keluarga, terutama bagi mereka yang berpenghasilan tetap.

    Selain itu, inflasi juga dapat berdampak pada kesehatan keluarga. Kenaikan harga obat-obatan dan biaya perawatan kesehatan akan membuat akses terhadap layanan kesehatan menjadi semakin sulit bagi keluarga dengan pendapatan rendah. Akibatnya, banyak keluarga yang terpaksa menunda atau bahkan mengabaikan perawatan kesehatan karena tidak mampu membayar biayanya.

    Dengan demikian, penting bagi setiap keluarga untuk memahami dampak inflasi terhadap kondisi finansial dan kesehatan mereka. Merencanakan anggaran secara bijaksana dan mempertimbangkan perlindungan keuangan seperti asuransi kesehatan dapat membantu melindungi kondisi finansial keluarga dari dampak negatif inflasi

  • Tingkat Kurs Dollar-Rupiah di Bank Mandiri Hari Ini Kamis (22/8), Nasabah Merapat

    ILUSTRASI. Kurs Dollar-Rupiah di Bank Mandiri Hari Ini Kamis (22/8), Nasabah Merapat,/pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/21/02/2023. Penulis: Bimo Kresnomurti Beritafintech.com – JAKARTA. Periksa kurs dollar-rupiah kembali alami pelemahan di perdagangan pasar spot pada Rabu (21/8). Posisi rupiah melemah ke level Rp15.500 pada pekan keempat bulan Agustus 2024. Nah, mata uang Garuda turun sebesar 0,41% bila dibandingkan dari hari…

  • OJK Beberkan Alasan & Tujuan Ubah Sebutan Pinjol Menjadi Pindar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan alasan dan tujuan di balik perubahan sebutan dari pinjol menjadi pindar. Perubahan ini dilakukan untuk memberikan citra yang lebih positif terhadap layanan pinjaman online yang seringkali diidentikkan dengan praktik ilegal dan penagihan yang agresif. Dengan mengubah sebutan menjadi pindar, diharapkan masyarakat akan lebih percaya dan nyaman dalam menggunakan layanan tersebut. Selain itu, perubahan ini juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan perlindungan konsumen dalam bertransaksi dengan platform fintech peer to peer lending

  • Fintech Tunjuk Ronald Waas Sebagai Dewan Komisaris

    Fintech Tunjuk Ronald Waas Sebagai Dewan Komisaris

    Fintech, perusahaan teknologi keuangan terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan penunjukan Ronald Waas sebagai anggota Dewan Komisaris mereka. Keputusan ini disambut dengan antusias oleh para pelaku industri finansial di Tanah Air.

    Ronald Waas, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang keuangan dan investasi, diharapkan dapat membawa inovasi dan strategi baru bagi Fintech. Dengan latar belakangnya yang kuat dalam manajemen risiko dan pengembangan produk keuangan, Ronald diyakini mampu membantu Fintech mencapai tujuan mereka untuk menjadi pemimpin pasar dalam layanan keuangan digital.

    Para pemegang saham dan karyawan Fintech pun optimis dengan kedatangan Ronald sebagai bagian dari tim manajemen perusahaan. Mereka percaya bahwa dengan kepemimpinan yang visioner dan komitmen yang kuat, Fintech akan semakin berkembang pesat dan memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholders-nya.

    Dengan penunjukan Ronald Waas sebagai Dewan Komisaris, Fintech siap melangkah lebih jauh menuju kesuksesan di dunia fintek Indonesia. Semua mata tertuju pada langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh Ronald untuk memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan industri finansial yang semakin ketat

  • Pasar Makin Ramai, Begini Kinerja Bank Besutan Investor Korea di Tanah Air

    Pasar semakin ramai dengan kehadiran bank besutan investor Korea di Tanah Air. Kinerja mereka pun patut diacungi jempol, karena mampu memberikan layanan yang memuaskan bagi para nasabah. Dengan berbagai inovasi dan teknologi canggih, bank ini berhasil menarik minat masyarakat untuk menggunakan layanannya. Selain itu, pelayanan yang ramah dan profesional juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan. Dengan demikian, tidak heran jika bank ini semakin diminati dan menjadi pilihan utama bagi banyak orang dalam melakukan transaksi keuangan