Diluncurkan Hari Ini, BPI Danantara Akan Berperan dalam RUPST Bank BUMN

Diluncurkan Hari Ini, BPI Danantara Akan Berperan dalam RUPST Bank BUMN

ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi melalui ATM salah satu bank Himbara di Jakarta, Kamis (20/1). Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi diluncurkan pada hari ini, 24 Februari 2025. ?

Beritafintech.com – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi diluncurkan pada hari ini, 24 Februari 2025. 

Lembaga ini akan mengelola tujuh badan usaha milik negara (BUMN), termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). 

Sebagai pemegang saham utama, BPI Danantara akan memiliki peran dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tiga bank tersebut, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret 2025. 

Baca Juga: Bakal Mengelola 7 BUMN, BPI Danantara: Skema Masih Dikaji

RUPST ini diperkirakan akan membahas perubahan susunan pengurus bank. 

Menjelang peluncuran BPI Danantara, ketiga bank BUMN tersebut menunda pelaksanaan RUPST 2025. BRI yang sebelumnya menjadwalkan RUPST pada 11 Maret, menundanya ke 24 Maret. 

Bank Mandiri dan BNI menyusul dengan jadwal RUPST masing-masing pada 25 dan 26 Maret. Dalam pengumuman resmi, ketiga bank tidak mencantumkan agenda yang akan dibahas dalam rapat tersebut. 

Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, perubahan susunan pengurus sering menjadi agenda utama, terutama karena masa jabatan sejumlah direksi berakhir pada tahun ini.  

Baca Juga: Erick Thohir: BPI Danantara Akan Diatur dalam Revisi UU BUMN

TRENDING  Get to know the 4 Types of Fintech in Indonesia

Di BNI, beberapa direksi yang masa jabatannya berakhir antara lain Direktur Utama Royke Tumilaar, Direktur Keuangan Novita Anggraini, Direktur Manajemen Risiko David Pirzada, serta Direktur Jaringan dan Layanan Ronny Venir. 

Meskipun masa jabatannya berakhir, Royke baru menjalani satu periode kepemimpinan sebagai Direktur Utama, sehingga terdapat kemungkinan dirinya kembali menjabat untuk periode kedua. 

Royke sendiri enggan berkomentar lebih lanjut mengenai kemungkinan perpanjangan masa jabatannya. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pemegang saham. 

“Kami bergantung pada pemegang saham, apakah diperpanjang atau tidak, itu wewenang mereka,” ujarnya. 

Ia juga menegaskan bahwa apabila tidak lagi menjabat, penerusnya dapat melanjutkan kebijakan yang telah dijalankan di BNI. 

Baca Juga: RUU BUMN Disahkan Jadi UU, Erick Thohir: BPI Danantara Resmi Didirikan

Sementara itu, di Bank Mandiri, terdapat empat direksi yang masa jabatannya juga berakhir pada 2025, yaitu Direktur Keuangan Sigit Prastowo, Direktur Jaringan dan Ritel Banking Aquarius Rudiantoro, Direktur Operasional Toni E.B. Supari, serta Direktur Hubungan Kelembagaan Rohan Hafas. 

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia, Toto Pranoto, menyatakan bahwa BPI Danantara akan berperan dalam RUPST bank BUMN. 

Ia menilai bahwa rencana bisnis dan aksi korporasi bank, termasuk pergantian jajaran direksi, kemungkinan besar akan menjadi bagian dari kewenangan lembaga tersebut. 

Toto menekankan bahwa pergantian direksi sebaiknya difokuskan pada posisi yang memang masa jabatannya telah berakhir, dengan pengganti yang dipilih secara profesional. “Kepercayaan pasar harus dijaga agar tidak menimbulkan dampak negatif,” ujarnya.

Selanjutnya: Menghadirkan Kesempatan Kerja Berkualitas

Menarik Dibaca: 5 Manfaat Air Garam untuk Wajah, Bisa Jadi Toner Alami Lho

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TRENDING  BCA WealthSummit2023 Ajak Nasabah &Masyarakat Raih Kemakmuran Finansial Berkelanjutan

Similar Posts

  • OJK Batasi Skema Tadpole P2P Lending: Perlindungan Konsumen Pinjol

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi skema tadpole pada layanan peer-to-peer (P2P) lending guna melindungi konsumen dari praktik pinjaman online yang merugikan. Perlindungan konsumen terhadap pinjol menjadi prioritas utama dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan penipuan yang sering terjadi di dunia digital. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan para pelaku usaha P2P lending dapat lebih bertanggung jawab dalam memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap industri fintech dapat meningkat

  • 3 Gaya Gen Z Atur Finansial

    Generasi Z saat ini semakin cerdas dalam mengatur keuangan mereka. Mereka tidak hanya fokus pada gaya hidup instant, namun juga memikirkan masa depan mereka. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, generasi Z dapat dengan mudah mengelola dan mengontrol keuangan mereka melalui aplikasi finansial yang tersedia. Mereka juga lebih aware akan pentingnya investasi dan tabungan untuk mencapai tujuan keuangan mereka di masa depan

  • BI Dorong QRIS Bisa Digunakan untuk Credit Scoring Fintech Lending, Ini Kata OJK

    Badan Pengawas Keuangan (OJK) menyatakan bahwa QRIS dapat digunakan untuk credit scoring dalam layanan fintech lending. Hal ini disambut baik oleh industri fintech karena dapat mempermudah proses penilaian kredit bagi para peminjam. Dengan adanya QRIS, proses pengajuan pinjaman menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga memberikan kemudahan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk mendapatkan akses pembiayaan. OJK juga menegaskan pentingnya penggunaan teknologi dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan keuangan yang dibutuhkan

  • Pengamat Nilai Fintech Lending Berkontribusi terhadap Perekonomian Indonesia

    Fintech lending telah menjadi salah satu inovasi yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi digital, platform fintech lending mampu memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat yang sebelumnya sulit untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan tradisional. Hal ini tentu saja membantu meningkatkan daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan. Selain itu, proses pengajuan pinjaman yang cepat dan mudah juga membuat fintech lending semakin diminati oleh para pelaku usaha maupun individu yang membutuhkan dana tambahan untuk mengembangkan bisnis atau memenuhi kebutuhan finansial mereka. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa fintech lending memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia menuju arah yang lebih baik dan berkelanjutan

  • BRI Gerilya Cari SDM Baru, Termasuk dari Bank Mandiri?

    Dalam upaya untuk terus memperkuat timnya, BRI Gerilya tidak hanya mencari SDM baru dari berbagai latar belakang, tetapi juga membuka peluang bagi karyawan Bank Mandiri yang ingin bergabung. Dengan visi dan misi yang jelas, BRI Gerilya siap memberikan tantangan dan kesempatan bagi para calon karyawan yang memiliki semangat juang tinggi. Jika Anda merasa memiliki potensi dan keinginan untuk berkembang bersama kami, jangan ragu untuk bergabung dengan BRI Gerilya!

  • Kredit Tumbuh Pesat, Begini Rekomendasi Saham Bank Mandiri (BMRI)

    Menurut analis pasar, saham Bank Mandiri (BMRI) merupakan pilihan yang sangat menarik untuk investasi saat ini. Dengan pertumbuhan kredit yang pesat, Bank Mandiri diprediksi akan terus mengalami peningkatan performa keuangan di masa mendatang. Selain itu, kebijakan manajemen yang solid dan visi jangka panjang yang kuat membuat saham BMRI semakin menarik bagi para investor.

    Dengan berbagai faktor positif tersebut, tidak heran jika saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi salah satu rekomendasi teratas bagi para pelaku pasar. Bagi Anda yang sedang mencari investasi dengan potensi pertumbuhan tinggi, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan saham BMRI dalam portofolio Anda. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk meraih keuntungan maksimal dari pertumbuhan kredit yang pesat dari Bank Mandiri