Tiga Bank BUMN Masuk Pengelolaan Danantara, Ini Kata OJK

Tiga Bank BUMN Masuk Pengelolaan Danantara, Ini Kata OJK

ILUSTRASI. OJK ikut buka suara terkait peluncuran BPI Danantara. Ada tiga bank BUMN yang akan berpindah pengelolaan di bawah badan tersebut.KONTAN/Baihaki/26/3/2024

Beritafintech.com JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut buka suara terkait peluncuran BPI Danantara. Mengingat, ada tiga bank BUMN yang akan berpindah pengelolaan di bawah badan investasi tersebut.

Seperti diketahui, mayoritas bank BUMN akan menjadi bagian dari 7 perusahaan BUMN pertama yang akan dikelola oleh badan investasi tersebut. Di antaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Mandiri Tbk.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan sebagai perusahaan terbuka, yang kepemilikan sahamnya sebagian dimiliki oleh investor selain Pemerintah Republik Indonesia, bank pelat merah tersebut wajib untuk tetap berkinerja baik dan membangun persepsi yang positif terhadap semua investor.

Baca Juga: Menilik Dampak Kehadiran Danantara ke Kinerja Pasar Saham

“OJK meminta bank untuk terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme, serta pelayanan kepada nasabah dalam rangka meningkatkan kontribusi Bank terhadap pembangunan ekonomi secara keseluruhan,” ujar Dian dalam keterangan resmi, Senin (24/2).

Dian mengungkapkan peraturan terkait industri perbankan senantiasa memperhatikan prinsip prudential banking yang sesuai pula dengan international best practices yang merupakan konsekuensi Indonesia menjadi anggota G20 & Basel Committee on Banking Supervision (BCBS). 

Alhasil, hal ini menjadi pedoman yang mengikat bagi industri perbankan termasuk bank BUMN dalam setiap aspek bisnis serta meningkatkan integritas dan transparansi pengelolaannya sebagaimana amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada saat peluncuran BPI Danantara.

TRENDING  Meneropong Prospek Saham Emiten Bank di 2025, Seperti Apa Rekomendasinya

Lebih lanjut, Dian bilang pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian dan atau Lembaga terkait serta industri perbankan mengenai implikasi teknis pembentukan BPI Danantara, termasuk skema lebih lanjut mengenai pengelolaan Bank BUMN oleh BPI Danantara yang akan diatur melalui peraturan turunannya. 

“Koordinasi OJK juga dalam rangka memastikan pengelolaan Bank BUMN dijalankan dengan baik, konsisten dan berkesinambungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Dian.

Baca Juga: Danantara Akan Investasi, Kementerian ESDM Lakukan Pemetaan Hilirisasi Mineral

Dian melihat tiga bank BUMN yang dikonsolidasikan oleh BPI Danantara memiliki kinerja yang baik dan berkontribusi positif terhadap perekonomian, tercermin dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Laba Bersih dan Kredit posisi Desember 2024.

Ia melihat seluruh indikator tersebut membukukan kenaikan positif dengan kualitas aset yang terjaga baik, permodalan yang kuat dan likuiditas yang memadai, sehingga sustainability kinerja ke depan juga dapat diperkirakan terjaga dengan baik. 

“Pada 2025, Bank BUMN akan fokus mempertahankan fundamental yang sehat dan menciptakan kinerja yang berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan strategi yang terarah, inovasi digital, serta pengelolaan risiko yang prudent, Dian bilang bank pelat merah ini optimis dapat menjaga pertumbuhan yang stabil di tengah dinamika kondisi perekonomian global dan domestik, sekaligus memperkuat posisi sebagai pilar utama sektor perekonomian nasional.

Baca Juga: Peluncuran Danantara Tak Cukup Jadi Sentimen Positif Saham Bank BUMN

Ia menjelaskan, bahwa pembentukan Danantara tidak mengurangi kualitas operasional dan layanan perbankan, serta keamanan simpanan masyarakat di bank. 

Menurutnya, bank BUMN akan tetap beroperasi sesuai dengan regulasi yang berlaku dan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik. 

TRENDING  Penyalahgunaan Akun Fintech Makin Marak, Kenali Modusnya dan Cara Jaga Data Pribadi Anda

Selanjutnya: Promo Tarif DAMRI Dari dan Menuju Bandara Soekarno-Hatta Cuma Rp 60.000

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Bantah Bersekongkol, AFPI Berharap Fintech Lending Berikan Bukti di Sidang KPPU

    Bantah Bersekongkol, AFPI Berharap Fintech Lending Berikan Bukti di Sidang KPPU

    Asosiasi Fintech Peer-to-Peer Lending Indonesia (AFPI) menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam praktik bersama-sama atau bersekongkol untuk menetapkan suku bunga pinjaman. Hal ini disampaikan sebagai tanggapan atas tuduhan yang dilontarkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

    AFPI berharap bahwa dalam sidang yang akan datang, pihak-pihak yang terlibat dapat memberikan bukti konkret dan tidak hanya sekadar asumsi semata. Mereka siap untuk menghadirkan data dan fakta yang mendukung klaim bahwa industri fintech lending di Indonesia telah beroperasi secara transparan dan sesuai dengan regulasi yang ada.

    Dalam upaya membuktikan ketidakbersekongkolan tersebut, AFPI juga mengajak para pelaku usaha fintech lending lainnya untuk bersama-sama memberikan klarifikasi kepada KPPU. Mereka yakin bahwa dengan kerja sama antar pemain industri, isu-isu persaingan usaha dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus melibatkan pihak ketiga.

    Dengan sikap tegas dan komitmen untuk menjaga integritas industri fintech lending, AFPI optimis bahwa kebenaran akan terungkap dalam sidang nanti. Mereka juga meminta dukungan dari seluruh anggota asosiasi serta pemerintah agar proses hukum ini dapat berjalan dengan lancar dan adil bagi semua pihak yang terlibat

  • Fintech Jadi Solusi untuk Bantu Pembiayaan UKM

    Fintech telah menjadi solusi yang sangat dibutuhkan untuk membantu pembiayaan UKM di Indonesia. Dengan teknologi yang terus berkembang, para pelaku usaha kecil dan menengah kini dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan keuangan melalui platform fintech. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi para pengusaha dalam mendapatkan modal usaha tanpa harus melewati proses yang rumit dan memakan waktu lama.

    Tidak hanya itu, fintech juga memberikan kesempatan bagi para investor untuk berinvestasi dalam skala yang lebih kecil namun tetap menguntungkan. Dengan adanya platform peer-to-peer lending, para investor dapat memberikan pinjaman kepada UKM dengan tingkat bunga yang kompetitif, sehingga membantu pertumbuhan bisnis mereka.

    Dengan segala potensi dan manfaatnya, tidak heran jika fintech kini menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku usaha UKM di Indonesia. Diharapkan dengan adanya dukungan dari pemerintah dan lembaga keuangan lainnya, perkembangan fintech di Tanah Air akan semakin pesat dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional

  • Tips Mengatur Finansial Saat Bulan Ramadan dari Sequis Life

    Selama bulan Ramadan, penting bagi kita untuk mengatur keuangan dengan bijak. Mulailah dengan membuat anggaran belanja yang realistis dan disiplin dalam mengikuti rencana tersebut. Selain itu, manfaatkan promo-promo dan diskon yang ada selama bulan suci ini untuk menghemat pengeluaran. Jangan lupa juga untuk berbagi rezeki dengan sesama melalui sedekah atau infak agar mendapatkan berkah yang berlipat ganda. Dengan mengatur finansial secara bijak selama bulan Ramadan, kita dapat meraih keberkahan dan kesuksesan di dunia maupun akhirat

  • Bank-Bank Besar Ramai Terbitkan Obligasi, Pertanda Apa?

    Bank-bank besar di Indonesia kembali ramai menerbitkan obligasi dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang menjadi pertanda dari fenomena ini? Apakah bank-bank tersebut sedang mengalami kesulitan likuiditas atau justru sedang melakukan ekspansi bisnis yang besar? Para analis pun mulai berspekulasi dan mencari tahu lebih lanjut tentang alasan di balik munculnya obligasi dari bank-bank besar tersebut. Semua pihak sepertinya tengah menunggu perkembangan selanjutnya untuk melihat dampak dari penerbitan obligasi ini terhadap pasar keuangan dan ekonomi secara keseluruhan

  • Pinnacle Investment Targetkan Dana Kelolaan Tumbuh di Atas 20% pada 2026

    Pinnacle Investment, perusahaan investasi terkemuka di Indonesia, telah menetapkan target ambisius untuk pertumbuhan dana kelolaan mereka. Mereka berencana agar dana kelolaan mereka tumbuh lebih dari 20% pada tahun 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat Pinnacle Investment dalam memberikan hasil yang optimal bagi para investor mereka. Dengan strategi investasi yang cermat dan tim manajemen yang berpengalaman, Pinnacle Investment yakin dapat mencapai target tersebut dan terus menjadi pilihan utama bagi para pelaku pasar modal di Tanah Air

  • Banyak Pengajuan KPR dan KUR Terganjal Pinjol, Ini Kata OJK

    Beritafintech.com – JAKARTA. Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindak tegas perusahaan pinjaman online (pinjol) yang tidak sesuai aturan. Maraknya pinjol dinilai mulai menghambat pertumbuhan sektor properti.  Pengembang menyebut banyak calon pembeli properti tanpa sadar punya akun di banyak pinjol karena HP dipakai anak/keluarganya. Adapula yang tak sadar punya tagihan di paylater….