Penjelasan Bank Jatim soal Kasus Kredit Fiktif Senilai Rp 569 Miliar

Penjelasan Bank Jatim soal Kasus Kredit Fiktif Senilai Rp 569 Miliar

ILUSTRASI. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) memberi penjelasan soal kasus dugaan kredit fiktif senilai Rp 569,4 miliar di Bank Jatim cabang Jakarta.

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) memberi penjelasan soal kasus dugaan kredit fiktif senilai Rp 569,4 miliar di Bank Jatim Cabang Jakarta.

Corporate Secretary Bank Jatim Fenty Rischana mengatakan, manajemen Bank Jatim menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait kasus ini dan mendukung penuh pemeriksaan yang dilakukan Kejati Daerah Khusus (DK) Jakarta. Saat ini, sudah ada tiga tersangka, yang salah satunya adalah Pemimpin Bank Jatim Cabang Jakarta.

“Pihak Bank Jatim juga terus melakukan upaya koordinasi secara intensif dengan aparat penegak hukum guna memastikan seluruh prosesnya berjalan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Fenty dalam keterbukaan informasi, dikutip senin (24/2).

Baca Juga: Bank Banten dan Bank Jatim Bentuk KUB, Restu Pemegang Saham dan Perombakan Komisaris

Fenty menambahkan kasus yang saat ini ditangani Kejati DK Jakarta berawal dari hasil pemeriksaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan SKAI Bank Jatim. 

Selanjutnya, Bank Jatim secara proaktif menyampaikan laporan pengaduan kepada aparat penegak hukum atas dugaan adanya manipulasi kredit di kantor Bank Jatim Cabang Jakarta sebagai wujud penegakan Good Corporate Governance (GCG). 

Fenty bilang pihaknya akan terus konsisten untuk melakukan dan melaksanakan semua kegiatan atau proses bisnis perbankan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. 

TRENDING  Kredit Tumbuh Pesat, Begini Rekomendasi Saham Bank Mandiri (BMRI)

Selain itu, manajemen Bank Jatim juga senantiasa akan selalu menjaga agar asas-asas GCG seperti transparansi, akuntabilitas, responsibilitas,independensi, dan fairness menjadi landasan pelaksanaan usaha perseroan.

“Dengan penerapan tata kelola yang baik, kelancaran operasional perusahaan dapat terjaga dan sekaligus bisa meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan serta memenuhi standar-standar kepatuhan yang ditetapkan oleh regulator. Maka dari itu, sebagai wujud mendukung GCG, Bank Jatim bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus yang terjadi di Cabang Jakarta ini secara gamblang,” kata Fenty.

Baca Juga: Salurkan Kredit ke Sektor Prioritas, Bank Jatim Serap Insentif KLM Rp 3,20 Triliun

Selanjutnya: Proyeksi Rupiah Hari Ini Setelah Ditutup Menguat di Awal Pekan

Menarik Dibaca: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 24 Februari 2025: Antam dan UBS Melemah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • KB Bank Tunjuk Kunardy Darma Lie Jadi Dirut Baru, Ini Susunan Lengkap Direksi

    KB Bank telah menunjuk Kunardy Darma Lie sebagai Direktur Utama baru perusahaan. Berikut adalah susunan lengkap dari jajaran direksi yang baru:

    1. Kunardy Darma Lie – Direktur Utama
    2. [Nama] – Direktur Keuangan
    3. [Nama] – Direktur Operasional
    4. [Nama] – Direktur Pemasaran
    5. [Nama] – Direktur Sumber Daya Manusia

    Dengan pengangkatan Kunardy Darma Lie sebagai Dirut baru, diharapkan KB Bank dapat terus berkembang dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. Selamat kepada seluruh anggota direksi yang baru!

  • Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

    Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.

    Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar.

    Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

  • Aplikasi Pinjol Sambut Baik Fenomena Masyarakat Cari Dana Demi ke Konser Coldplay

    Aplikasi pinjol sangat antusias menyambut fenomena masyarakat yang mencari dana demi ke konser Coldplay. Dengan semangat yang tinggi, mereka siap membantu para pengguna untuk mendapatkan dana dengan cepat dan mudah. Tidak heran jika minat masyarakat terhadap konser ini semakin meningkat, karena kesempatan untuk merasakan pengalaman tak terlupakan bersama Coldplay semakin dekat. Jadi jangan ragu untuk menggunakan aplikasi pinjol sebagai solusi dalam mencari dana untuk meraih impian Anda!

  • Perusahaan Fintech Didorong Bantu OJK Genjot Literasi dan Inklusi Keuangan

    Perusahaan fintech memiliki peran yang sangat penting dalam membantu OJK meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Dengan teknologi yang inovatif, perusahaan fintech mampu memberikan akses keuangan kepada masyarakat yang sebelumnya sulit untuk mendapatkan layanan keuangan. Hal ini tentunya akan membantu OJK dalam mencapai target inklusi keuangan di Tanah Air. Selain itu, perusahaan fintech juga turut aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan agar dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik. Dengan kerjasama antara perusahaan fintech dan OJK, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang lebih cerdas secara finansial dan mandiri dalam mengelola keuangannya

  • 2 Cara Mudah Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak Secara Online & Offline

    Apakah Anda sering merasa khawatir dengan penggunaan NIK KTP Anda oleh perusahaan pinjaman online (Pinjol)? Jika iya, ada dua cara mudah untuk memeriksa apakah NIK KTP Anda telah dipakai oleh Pinjol atau tidak, baik secara online maupun offline.

    Cara pertama adalah dengan melakukan pengecekan secara online melalui situs resmi OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Anda dapat mengunjungi website resmi OJK dan memasukkan NIK KTP Anda untuk mengetahui apakah data pribadi Anda telah digunakan oleh perusahaan Pinjol.

    Sementara itu, cara kedua adalah dengan melakukan pengecekan secara offline melalui kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Dengan membawa kartu identitas asli dan surat permohonan yang berisi alasan pengecekan NIK KTP, petugas akan membantu Anda untuk memeriksa apakah NIK KTP Anda telah dipakai oleh Pinjol.

    Dengan melakukan dua cara mudah ini, Anda dapat lebih tenang dan terhindar dari potensi penyalahgunaan data pribadi oleh perusahaan pinjaman online. Jangan ragu untuk melakukan pengecekan secara berkala agar keamanan data pribadi Anda tetap terjamin