RUPST 2025 Setujui Perombakan Direktur Bank Mandiri (BMRI), Ini Susunan Terbarunya!

RUPST 2025 Setujui Perombakan Direktur Bank Mandiri (BMRI), Ini Susunan Terbarunya!

ILUSTRASI. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025.

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) telah menyetujui perombakan jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025. RUPS tersebut telah diselenggarakan pada Selasa (25/3). 

Setidaknya ada lima nama direksi yang diganti pada RUPST kali ini. Beberapa yang diganti pun telah mendapatkan penugasan lain, seperti Agus Dwi Handaya dan Rohan Hafas yang ke Danantara, sementara Aquarius Rudianto yang berlabuh ke PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Selain itu, nama-nama lain yang diganti adalah Alexandra Askandar yang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama dan Sigit Prastowo yang menjabat sebagai Direktur Keuangan.

Menariknya, posisi Direktur Hubungan dan Kelembagaan yang sebelumnya diisi oleh Rohan dihilangkan. Sebagai gantinya, Bank Mandiri memiliki posisi baru yaitu Direktur Consumer Banking.

Baca Juga: Bank Mandiri (BMRI) akan Membagikan Dividen Rp 43,5 Triliun

Adapun, posisi Wakil Direktur Utama Bank Mandiri kini bakal diisi oleh Riduan. Sebelumnya, Riduan adalah Direktur Corporate Banking Bank Mandiri.

Selain itu, Direktur Keuangan Bank Mandiri kini diganti oleh Novita Widya Anggraini. Novita kembali lagi ke Bank Mandiri setelah sebelumnya menjadi direktur keuangan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). 

Ada juga pergeseran posisi di jajaran direksi. Misalnya, Eka Fitria yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Treasury kini menjadi Direktur Human Capital dan Compliance.

TRENDING  Perusahaan Fintech dan Startup Terbaik Rekomendasi Kami

Di jajaran komisaris, ada pula perubahan. Misalnya, Komisaris Utama yang dulunya dijabat oleh Muhamad Chatib Basri, kini diisi oleh Kuswiyoto merangkap komisaris independen.

Berikut daftar komisaris dan direksi Bank Mandiri terbaru:

Direktur Utama: Darmawan Junaedi

Wakil Direktur Utama: Riduan*

Baca Juga: Ini Strategi Bank Mandiri (BMRI) Jaga Pertumbuhan Kinerja Tetap Solid

Direktur Corporate Banking: M. Rizaldi*

Direktur Commercial Banking: Totok Priyambodo

Direktur Treasury & International Banking: Ari Rizaldi*

Direktur Network and Retail Funding: Jan Winston Tambunan*

Direktur Consumer Banking: Saptari*

Direktur Finance & Strategy: Novita Widya Anggraini*

Direktur Risk Management: Danis Subyantoro 

Direktur Operation: Toni E. B. subari

Direktur IT: Timothy Utama

Direktur HC and Compliance: Eka Fitria*

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Kuswiyoto*

Wakil Komisaris Utama/Independen: Zainudin Amali

Komisaris: Luky Alfirman*

Komisaris: Yuliot*

Komisaris Independen: Mia Amiati*

Komisaris: Muhammad Yusuf Ateh

*Menunggu fit and proper test OJK

Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Ke-25 di Kota Banda Aceh Selasa (25/3) Ramadhan 2025

Menarik Dibaca: Tes Kesehatan Otak Mudah dengan Aplikasi BrainEye

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Pelaku Fintech Prioritaskan Keamanan Data, Bagaimana Pengguna Lindungi Data Pribadi?

    ILUSTRASI. Paramananda Budi Setyawan, Chief Data Officer Kredivo menuturkan data pengguna di Kredivo terenkripsi dan tidak dapat diakses pihak manapun baik luar dan dalam tanpa otorisasi yang ketat. Beritafintech.com – Fintech menjadi industri yang terus tumbuh secara menjanjikan di Indonesia, seiring dengan potensi permintaan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang masih tinggi. Inklusi keuangan pada sektor…

  • Kredit Macet Fintech Lending Dominasi Anak Muda, Begini Penjelasan Beberapa Pemain

    Kredit macet menjadi masalah yang semakin meresahkan di dunia fintech lending, terutama di kalangan anak muda. Hal ini disebabkan oleh tingginya minat anak muda dalam menggunakan layanan pinjaman online tanpa memperhitungkan risiko yang ada. Beberapa pemain utama dalam industri ini memberikan penjelasan mengenai fenomena kredit macet ini.

    Menurut CEO salah satu perusahaan fintech lending terkemuka, kredit macet seringkali disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsumen akan tanggung jawab mereka dalam mengelola pinjaman. Selain itu, faktor ekonomi dan kebiasaan konsumsi juga turut berperan dalam meningkatkan angka kredit macet di Indonesia.

    Sementara itu, perwakilan dari Asosiasi Fintech Indonesia menegaskan pentingnya edukasi finansial bagi para pengguna layanan fintech lending. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manajemen keuangan, diharapkan dapat mengurangi risiko kredit macet dan meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab finansial.

    Meskipun demikian, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh industri fintech lending dalam menekan angka kredit macet. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, lembaga keuangan, dan konsumen untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bertanggung jawab dalam pengelolaan pinjaman online

  • OJK: Pinjol Ilegal Menjerat Semua Usia, Terbanyak dari Usia 26–35 Tahun

    Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pinjaman online ilegal atau yang biasa dikenal dengan sebutan Pinjol telah menjerat semua kalangan usia, namun yang paling terbanyak adalah dari usia 26 hingga 35 tahun. Hal ini menjadi perhatian serius karena Pinjol ilegal dapat memberikan dampak buruk bagi keuangan dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, OJK terus melakukan langkah-langkah untuk memberantas praktik pinjol ilegal agar masyarakat tidak terperangkap dalam jeratannya

  • Prospek Bisnis Bank BUMN Setelah Berpindah Pengelolaan di Bawah BPI Danantara

    Prospek bisnis Bank BUMN setelah berpindah pengelolaan di bawah BPI Danantara menarik perhatian banyak pihak. Dengan adanya perubahan manajemen, diharapkan bank ini dapat mengalami peningkatan kinerja dan meraih kesuksesan yang lebih baik di masa depan. Para investor dan pelaku bisnis pun turut antusias menyambut langkah ini, karena potensi pertumbuhan dan keuntungan yang bisa didapatkan dari investasi di bank tersebut menjadi semakin besar. Selain itu, dengan dukungan dari BPI Danantara yang memiliki reputasi baik dalam industri keuangan, Bank BUMN diyakini akan mampu bersaing secara lebih efektif dan menghadapi tantangan pasar dengan lebih tangguh

  • Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

    Bank Emas merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia perbankan yang menawarkan peluang bisnis yang menarik. Dengan kehadiran Bank Emas, para investor dapat dengan mudah membeli dan menjual emas secara online, tanpa perlu repot-repot datang ke toko fisik. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelaku bisnis emas.

    Selain itu, Bank Emas juga memberikan jaminan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi yang dilakukan. Dengan sistem teknologi blockchain yang digunakan oleh Bank Emas, para investor dapat melacak setiap transaksi mereka dengan mudah dan aman. Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi para pelaku bisnis emas yang ingin mengoptimalkan investasi mereka.

    Dengan adanya Bank Emas, peluang bisnis di bidang investasi emas semakin terbuka lebar. Para investor dapat dengan mudah membeli emas dalam jumlah besar maupun kecil sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, harga emas yang ditawarkan oleh Bank Emas juga bersaing sehingga para investor bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi mereka.

    Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan oleh Bank Emas, tidak heran jika banyak orang mulai melirik peluang bisnis di bidang investasi emam ini. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan di dunia bisnis dengan memanfaatkan kehadiran Bank Emam sebagai sarana berinvestasi Anda!

  • 654 Pinjol Ilegal Per Agustus 2024 yang Dirilis OJK

    ILUSTRASI. OJK merilis 654 entitas pinjol illegal yang berbahaya karena tidak berizin. Beritafintech.com – JAKARTA. Waspada dengan pinjaman online (pinjol) ilegal. Pasalnya, masyarakat yang terjebak dengan pinjol ilegal bakal dirugikan. Banyak pinjol ilegal yang membebankan masyarakat dengan bunga tinggi. Selain itu, ada juga pinjol ilegal lainnya yang menyebarkan data pribadi untuk mempermalukan mereka yang tidak mampu…