Tugas Berat Bank BUMN di Awal Pemerintahan Prabowo Subianto

Tugas Berat Bank BUMN di Awal Pemerintahan Prabowo Subianto

ILUSTRASI. Beberapa program pemerintah menyasar bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himbara sebagai sumber pemberi pinjaman.KONTAN/Baihaki/15/8/2024

Beritafintech.com JAKARTA. Belum ada setahun Pemerintahan Prabowo Subianto, bank-bank BUMN telah memikul beban berat. Bagaimana tidak, beberapa program pemerintah menyasar bank-bank ini sebagai sumber pemberi pinjaman.

Seperti diketahui, bank-bank pelat merah ini terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Yang terbaru, pemerintah berencana membentuk Koperasi Desa Merah Putih. Di mana, koperasi tersebut akan menyasar hingga 80.000 desa yang kira-kita membutuhkan anggaran hingga Rp 5 miliar untuk setiap desa.

Baca Juga: Ada Sinyal, Bank Himbara Wajib Beri Pendanaan Program 3 Juta Rumah

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, program tersebut tentunya ada kendala terkait anggaran. Oleh karenanya, bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) yang pada akhirnya mendapat beban berat tersebut.

Adapun, anggaran yang disalurkan pemerintah melalui dana desa per tahun hanya tersedia Rp 1 miliar. Padahal, dana dibutuhkan sejak awal pendirian Koperasi Desa Merah Putih agar beroperasi maksimal.

“Anggaran ini kan diperlukan di depan, oleh karenanya bank Himbara yang nanti bisa menanggulangi dulu diangsur selama tiga sampai lima tahun,” ujar Zulkifli, Senin (3/3).

Sebelumnya, bank-bank BUMN sudah mendapat beban berat untuk berperan penting dalam program tiga juta rumah. Program ini pun hingga saat ini masih dalam penggodokan sumber dananya.

TRENDING  360Kredi Beberkan Sejumlah Tantangan yang Dihadapi Industri Fintech Lending

Dalam perkembangan terakhir, bank-bank ini bakal mendapat insentif likuiditas dari Bank Indonesia (BI) untuk menjalankan program tersebut. Maklum, kondisi likuiditas ketat membayangi perbankan yang terancam tak bisa merealisasikan program tersebut.

Baca Juga: Saham Bank Himbara Anjlok Saat Danantara Berdiri, Ini Kata Rosan Roeslani

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI akan menambah insentif menjadi Rp 80 triliun kepada industri perbankan secara bertahap. Tujuannya untuk mensukseskan program tiga juta rumah ini.

“Kami berkeyakinan perumahan akan mendorong pertumbuhan ekonomi tinggi dan membuka lapangan kerja,” ungkap Perry, belum lama ini.

Tak sampai di situ, bank-bank BUMN juga masih memikul tugas dari Ketua Satgas Hilirisasi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang mewajibkan bank membiayai proyek investasi hilirisasi. Namun, kewajiban ini tak terbatas bank BUMN tapi semua bank yang ada di Indonesia.

Kala itu, Bahlil menilai untuk proyek hilirisasi sebisa mungkin untuk memakai sumber dana dari APBN. Alhasil, sumber-sumber pembiayaan lain dari perbankan memang bakal menjadi salah satu sumber utama untuk hilirisasi.

Baca Juga: Kocok Ulang Direksi Bank Himbara Menanti Peran Danantara

“Sekarang perbankan nasional harus melek nih. Ini pasar bagus dan menjadi bagian dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Jangan hanya memberikan kredit konsumsi, tetapi juga kredit yang memiliki multiplier effect, seperti untuk proyek-proyek hilirisasi,” ujarnya.

Terakhir, tugas berat yang bakal diemban bank BUMN adalah rencana pemerintah untuk membuat produk pinjaman baru untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI). Di mana, ini melengkapi Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI yang memiliki syarat yaitu sudah memiliki kontrak kerja ke luar negeri

TRENDING  Raiz Invest bidik milenial yang belum pernah berinvestasi

Adapun, produk pinjaman baru ini tidak memiliki syarat tersebut agar nantinya bisa digunakan untuk dana pelatihan maupun tiket keberangkatan.

Selanjutnya: Masih Banyak Diadukan, Fintech Perkuat Kualitas Penagih

Menarik Dibaca: Katalog Promo Superindo Weekday Diskon hingga 50% Periode 3-6 Maret 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Direktur Utama Bank DKI Pastikan Gelar IPO Tahun Ini, Segini Dana yang Ditargetkan

    Direktur Utama Bank DKI, Budi Gunadi Sadikin, memastikan bahwa rencana perusahaan untuk meluncurkan Initial Public Offering (IPO) akan terlaksana tahun ini. Dana yang ditargetkan untuk IPO tersebut mencapai jumlah yang signifikan, menunjukkan keyakinan Bank DKI dalam potensi pertumbuhan bisnisnya di pasar keuangan. Dengan langkah ini, Bank DKI berharap dapat meningkatkan akses modal dan memperluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat

  • Luncurkan Brankas, Amar Bank Sigap Hadapi Kejahatan Finansial

    ILUSTRASI. Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian mengungkapkan,?Fitur Brankas dari Amar Bank lahir dari pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan nasabah dalam menghadapi maraknya kejahatan finansial. Beritafintech.com – PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank), bank digital yang melayani segmen ritel dan UMKM, hari ini meluncurkan fitur tabungan Brankas dari Amar Bank di aplikasi Amar Bank,…

  • Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

    Bank Emas merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia perbankan yang menawarkan peluang bisnis yang menarik. Dengan kehadiran Bank Emas, para investor dapat dengan mudah membeli dan menjual emas secara online, tanpa perlu repot-repot datang ke toko fisik. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelaku bisnis emas.

    Selain itu, Bank Emas juga memberikan jaminan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi yang dilakukan. Dengan sistem teknologi blockchain yang digunakan oleh Bank Emas, para investor dapat melacak setiap transaksi mereka dengan mudah dan aman. Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi para pelaku bisnis emas yang ingin mengoptimalkan investasi mereka.

    Dengan adanya Bank Emas, peluang bisnis di bidang investasi emas semakin terbuka lebar. Para investor dapat dengan mudah membeli emas dalam jumlah besar maupun kecil sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, harga emas yang ditawarkan oleh Bank Emas juga bersaing sehingga para investor bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi mereka.

    Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan oleh Bank Emas, tidak heran jika banyak orang mulai melirik peluang bisnis di bidang investasi emam ini. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan di dunia bisnis dengan memanfaatkan kehadiran Bank Emam sebagai sarana berinvestasi Anda!

  • Jangan Gegabah! Pahami Dulu Sebelum Ikut Pinjol

    Sebelum mengambil langkah gegabah dengan menggunakan layanan pinjaman online, penting untuk benar-benar memahami risiko dan konsekuensinya. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan finansial yang bisa berdampak jangka panjang pada kondisi keuangan Anda. Pelajari dengan seksama syarat dan ketentuan dari layanan pinjol tersebut sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Ingatlah bahwa kewajiban membayar hutang harus dipenuhi sesuai dengan kesepakatan yang telah disepakati, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari

  • Transaksi BI-FAST KB Bank Tumbuh 40% hingga April 2026

    Transaksi BI-FAST KB Bank terus menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan, dengan pertumbuhan mencapai 40% hingga bulan April 2026. Hal ini menandakan bahwa layanan perbankan digital semakin diminati oleh masyarakat, serta kepercayaan yang tinggi terhadap KB Bank sebagai lembaga keuangan. Dengan adanya pertumbuhan yang signifikan ini, KB Bank terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya dan menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi perbankan secara online

  • Hadirnya Fintech Lending Berdampak Terhadap Industri Multifinance

    Fintech lending telah hadir sebagai inovasi baru dalam industri multifinance, memberikan dampak yang signifikan terhadap cara tradisional dalam memberikan pinjaman. Dengan kemudahan akses dan proses yang cepat, banyak konsumen mulai beralih ke layanan fintech lending untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi industri multifinance untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan agar tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan adanya fintech lending, konsumen juga diuntungkan dengan pilihan lebih banyak dan persaingan yang sehat antar penyedia layanan pinjaman. Sehingga, hadirnya fintech lending dapat dikatakan sebagai angin segar bagi industri multifinance untuk terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi para konsumennya