OJK Pastikan Fintech Ilegal Tak Bisa Peroleh Tanda Terdaftar

OJK Pastikan Fintech Ilegal Tak Bisa Peroleh Tanda Terdaftar

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan fintech peer to peer lending atau pinjaman online yang sudah dinyatakan ilegal oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) tidak akan bisa memperoleh tanda terdaftar dan izin dari regulator.
 
“Misalnya fintech A yang sudah pernah dinyatakan ilegal oleh Satgas Waspada Investasi, pas daftar ke kami itu sudah tidak bisa lagi. Itu komitmen kami bahwa orang-orang itu tidak boleh muncul lagi,” tegas Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech (DP3F) OJK Munawar Kasan dalam telekonferensi bersama, Senin, 13 Juli 2020.
 
Hingga Mei 2020, total terdapat 2.591 pinjaman online ilegal. Sementara pinjaman online yang legal mencapai sebanyak 158 dengan 125 di antaranya telah terdaftar di OJK, sedangkan 33 lainnya sudah memperoleh izin sebagai penyelenggara fintech peer to peer lending.

Munawar menjelaskan pinjaman online terdaftar dapat menjalankan kegiatan operasional hingga satu tahun setelah mendapat tanda terdaftar, selanjutnya wajib mengajukan permohonan perizinan. Sementara pinjaman online yang sudah mendapatkan izin usaha dari OJK tidak memiliki masa kedaluwarsa atas tanda izin yang dimilikinya.
 
Terkait legal tidaknya penyelenggara pinjaman online, bisa dilihat dari susunan kepengurusan yang terpampang di laman resmi fintech peer to peer lending tersebut. Para pengurusnya pun harus memiliki sertifikasi dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
 
“Jadi ada ketentuan bahwa seluruh pelaku fintech legal harus ikut seminar, bahkan pemegang sahamnya juga harus ikut seminar. Kalau dia sebagai pengurus, komisaris, atau sebagai direksi, itu dia harus mengikuti training dan mengikuti ujian untuk memperoleh sertifikasi terlebih dahulu dari asosiasi untuk dapat mendaftar sebagai penyelenggara fintech lending di OJK,” ungkapnya.
 
Munawar bilang, ke depannya sertifikasi ini akan ditingkatkan lagi sehingga diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Saat ini AFPI sedang menggodoknya agar sertifikasi tersebut juga tersertifikasi oleh BNSP.
 
“Karena ini bukan hanya untuk pengurus ke depannya, tapi juga seluruh karyawan fintech supaya bisa melakukan kegiatannya secara benar, tunduk pada ketentuan, dan juga memberikan perlindungan kepada masyarakat,” pungkas Munawar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Beritafintech.com

TRENDING  Asuransi Jiwa sebagai Solusi Keamanan Finansial

(DEV)

Similar Posts

  • Fintech Lending Terapkan Sejumlah Strategi untuk Tekan Angka Kredit Macet

    Fintech lending telah menjadi solusi yang semakin populer bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka. Namun, salah satu masalah yang sering dihadapi oleh platform fintech ini adalah tingginya angka kredit macet. Untuk mengatasi hal ini, terdapat sejumlah strategi yang diterapkan oleh para pelaku industri fintech lending.

    Salah satu strategi yang digunakan adalah meningkatkan proses analisis risiko terhadap calon peminjam. Dengan melakukan analisis risiko yang lebih mendalam, platform fintech dapat meminimalkan kemungkinan terjadinya kredit macet. Selain itu, penggunaan teknologi seperti machine learning dan big data juga membantu dalam mengidentifikasi potensi peminjam yang berisiko tinggi.

    Selain itu, para pelaku industri fintech lending juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan keuangan dan tanggung jawab dalam menggunakan layanan pinjaman online. Dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada calon peminjam, diharapkan angka kredit macet dapat ditekan secara signifikan.

    Dengan menerapkan sejumlah strategi tersebut, diharapkan platform fintech lending dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan finansial mereka tanpa harus khawatir akan risiko kredit macet

  • Saatnya Reset Finansial! Ini Cara Menata Ulang Keuangan dan Gaya Hidup Usai Lebaran

    Saatnya Reset Finansial! Setelah melewati bulan puasa dan Lebaran, banyak dari kita mungkin merasa perlu untuk menata ulang keuangan dan gaya hidup. Mulai dari mengatur ulang anggaran belanja hingga memulai investasi untuk masa depan, inilah saat yang tepat untuk melakukan reset finansial. Dengan langkah-langkah yang tepat, kita bisa memastikan bahwa keuangan kita akan lebih teratur dan stabil di masa mendatang. Jadi, jangan ragu untuk mulai menata ulang keuangan dan gaya hidup Anda sekarang juga!

  • Laba Bersih Hana Bank Turun Tipis 0,96% Jadi Rp 453,20 Miliar Pada 2023

    ILUSTRASI. Bank KEB Hana Indonesia mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 453,20 miliar untuk tahun buku 2023. Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank KEB Hana Indonesia mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 453,20 miliar untuk tahun buku 2023. Keuntungan Bank KEB Hana turun tipis 0,96% secara tahunan dari sebelumnya Rp 457,59 miliar pada tahun 2022. Penurunan laba bersih…

  • Prabowo Panggil Bos Bank BUMN Ke Magelang

    ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/10/2024). Presiden Prabowo Subianto telah memanggil pimpinan dari bank-bank BUMN ke Magelang. Beritafintech.com – BANDA ACEH. Di sela-sela kesibukannya melakukan pembekalan bersama kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto telah memanggil pimpinan dari bank-bank BUMN. Hal tersebut terungkap kala Direktur Utama…

  • Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

    Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

    Para nasabah kaya semakin memilih untuk “parkir” dana mereka di bank, terutama dengan adanya produk simpanan jumbo yang memberikan tingkat bunga yang menggiurkan. Dengan simpanan jumbo ini, para nasabah dapat melihat dana mereka berkembang dengan cepat dan aman.

    Tidak heran jika semakin banyak orang kaya yang memilih untuk menyimpan dananya di bank daripada menginvestasikannya ke dalam instrumen keuangan lain. Dengan tingkat bunga yang kompetitif dan keamanan yang terjamin, parkir dana di bank menjadi pilihan utama bagi para nasabah kaya.

    Dengan simpanan jumbo membengkak, para nasabah kaya dapat merasa lebih tenang karena dana mereka terjaga dengan baik dan tetap berkembang secara signifikan. Selain itu, dengan berbagai layanan tambahan yang ditawarkan oleh bank seperti wealth management dan asuransi, para nasabah kaya semakin yakin bahwa mereka telah membuat pilihan yang tepat dengan memilih untuk parkir dana mereka di bank

  • ANZ Lepas Saham Bank Panin (PNBN)? Ini Kata Manajemen dan Rencana Bisnis di 2026

    Kami sangat bersemangat untuk mengumumkan bahwa ANZ telah melepaskan saham Bank Panin (PNBN) dan kami yakin langkah ini akan membawa manfaat besar bagi kedua belah pihak. Dengan adanya sinergi antara kedua bank, kami memiliki keyakinan bahwa PNBN akan semakin berkembang dan memberikan layanan terbaik kepada nasabah. Manajemen kami juga telah merancang rencana bisnis yang ambisius untuk tahun 2026, dimana kami akan fokus pada inovasi produk dan layanan serta meningkatkan penetrasi pasar. Kami optimis bahwa dengan kerja keras dan dedikasi seluruh tim, ANZ Lepas Saham Bank Panin (PNBN) akan menjadi salah satu pemain utama di industri perbankan Indonesia