Strategi Empat Bank Himbara Naikkan Bunga Deposito Valas Jadi 4%

Strategi Empat Bank Himbara Naikkan Bunga Deposito Valas Jadi 4%

ILUSTRASI. Bank Indonesia dorong likuiditas valas, empat bank umumkan bunga deposito dolar AS 4% dan jadi peluang investasi menarik

Beritafintech.com – JAKARTA. Guna mengerek dana dari luar negeri, empat perbankan Himbara mengerek bunga deposito valas. Di mana, empat bank tersebut kompak menaikkan bunga deposito valas denominasi dollar Amerika Serikat (AS) menjadi 4%. 

Adapun, empat bank yang mengerek bunga deposito valas tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Seperti diketahui, sebelum penyesuaian ini, suku bunga deposito dolar AS di BRI berada pada kisaran 1,00% hingga 2,00% tergantung pada tenor. Sementara, Bank Mandiri menawarkan bunga deposito di kisaran 0,75% hingga 1,75%.

BTN pun hanya memberikan bunga 0,2% untuk seluruh tenor hingga dua tahun.

Terkait hal tersebut, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, penyesuaian ini merupakan strategi bank untuk menghadirkan nilai tambah bagi nasabah, khususnya yang selama ini lebih banyak menempatkan dana valas di luar negeri.

Baca Juga: Bank Pelat Merah Buka Suara Pasca Kerek Bunga Deposito Valas

Menurutnya, dengan tingkat bunga yang lebih menarik, BNI membuka peluang bagi nasabah yang selama ini menempatkan dana valasnya di luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia.

“Fokus kami adalah memberikan imbal hasil yang atraktif agar dana valas bisa lebih banyak terserap di dalam negeri,” ujar Putrama dalam keterangan tertulis, Rabu (24/9/2025).

Tak hanya itu, Putrama bilang, BNI juga memperkuat ekosistem digital melalui wondr by BNI yang menghadirkan kemudahan dalam membuka deposito valas sehingga pembukaan maupun pengelolaan deposito dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Selain itu, dengan jaringan kantor luar negeri BNI yang tersebar di berbagai pusat keuangan global, BNI juga siap menjembatani arus masuk dana investor internasional ke Indonesia.

TRENDING  KB Bank Gandeng BNI Asset Management Jual Delapan Reksadana di Kantor Cabang

“Hal ini sejalan dengan upaya kami menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman dan kompetitif,” tambah Putrama.

Sependapat, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, penyesuaian suku bunga USD tersebut merupakan strategi perseroan untuk menarik lebih banyak dana valuta asing ke Indonesia.

“Kami ingin memastikan bahwa produk valas BTN tetap kompetitif dan menjadi pilihan menarik bagi nasabah, baik dari dalam maupun luar negeri,” jelas Nixon.

Baca Juga: BTN Sudah Mulai Turunkan Deposito Special Rate

Nixon melanjutkan kebijakan tersebut juga menjadi wujud upaya BTN mendukung stabilitas sektor keuangan nasional. Ia bilang BTN berharap nasabah semakin yakin untuk menempatkan dana berdenominasi dolar AS di dalam negeri.

“Penempatan tersebut bukan hanya sebagai instrumen investasi aman tapi juga turut memperkuat likuiditas perbankan Indonesia,” tutur Nixon.

Sementara Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menjelaskan, kebijakan ini sejalan dengan arahan strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta memperkuat daya saing industri perbankan nasional.

“Bank Mandiri hadir dengan produk simpanan valas yang kompetitif serta layanan lengkap untuk membantu nasabah mengoptimalkan dana dan transaksi bisnis, baik di onshore maupun offshore. Pada saat yang sama, kami berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat stabilitas nilai tukar dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut Riduan menjelaskan, sebagai bank nasional dengan posisi strategis, Bank Mandiri terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah dalam mengelola dana valas. Salah satunya melalui penawaran counter rate deposito USD yang kompetitif,yaitu sebesar 4%.

“Inisiatif ini menegaskan komitmen kami dalam mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang stabil, sehat, dan berdaya saing global,” imbuh Riduan.

Baca Juga: BRI Naikkan Suku Bunga Deposito Valas USD Perkuat Daya Tarik Indonesia bagi Investor

TRENDING  Jerry Ng Dikabarkan Tengah Mempertimbangkan Merger Bank Jago dan BFI Finance

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan, langkah ini diharapkan dapat menjadi magnet baru bagi investor ritel maupun institusi, baik domestik maupun internasional, yang tengah mencari instrumen simpanan dengan imbal hasil kompetitif di tengah kondisi pasar global yang masih diliputi dengan ketidakpastian.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya memberikan alternatif diversifikasi portofolio bagi investor domestik dan asing yang ingin menempatkan dananya di Indonesia, tetapi juga mempertegas posisi BRI sebagai bank dengan fundamental kuat dan likuiditas stabil.

“Dengan tingkat bunga yang lebih menarik, BRI membuka peluang bagi investor untuk memperoleh imbal hasil optimal sembari mengakses stabilitas sistem keuangan Indonesia yang terus berkembang,” jelas Hery.

Hery menambahkan, kenaikan suku bunga deposito valas merupakan respon BRI terhadap dinamika pasar global sekaligus strategi untuk memperluas basis dana valuta asing.

“Peningkatan suku bunga deposito valas ini menjadi salah satu upaya BRI dalam memberikan nilai tambah bagi nasabah, sekaligus memperkuat likuiditas perseroan dalam denominasi mata uang asing,” ujarnya.

Dengan bunga kompetitif tersebut, BRI optimistis produk simpanan valas akan semakin diminati baik oleh nasabah individu maupun institusi. Terlebih, perseroan terus meningkatkan kemudahan layanan melalui kanal digital seperti BRImo dan QLola, sehingga pembukaan maupun pengelolaan deposito dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: Merespon Dinamika Pasar Global, BRI Menaikkan Bunga Deposito Valas Jadi 4%

Kebijakan ini juga sejalan dengan transformasi BRI sebagai universal bank yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan UMKM, tetapi juga turut memperkuat segmen wholesale, treasury, dan layanan berbasis valas.

“Dengan suku bunga yang semakin menarik, kami berharap dapat memberikan pilihan terbaik bagi nasabah yang ingin menjaga asetnya dalam mata uang asing, sekaligus mendukung strategi BRI dalam memperluas basis dana dan menjaga stabilitas likuiditas,” pungkas Hery Gunardi.

Sementara menurut Analis Bidang Ekonomi, Industri dan Global Markets Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, ini merupakan keputusan yang berani dari Himbara, dan seharusnya berdampak positif untuk mendongkrak likuiditas valas dalam negeri.

TRENDING  Proyeksi Laba Bank KBMI 4 pada Kuartal I 2024, Akankah Kembali Cetak Rekor?

“Jadi harapannya dengan suku bunga deposito yang cukup tinggi, ini berarti kan sudah mendekati level fed fund rate, kalau bunga The Fed batas atasnya saja 4,25%, kalau kita lihat ini bunga depositonya sudah Di level 4 persen. Jadi memang ini keputusannya cukup berani ya,” ungkap Myrdal.

Sementara kata Myrdal kalau dilihat untuk suku bunga penjaminan valas dari LPS juga akan di bawah ini, jadi di harapkan akan banyak dana-dana orang Indonesia yang ada di luar negeri di pindahkan ke Indonesia. Jadi diharapkan likuiditas valas bisa berlimpah, dan posisi cadangan devisa juga bisa menopang fluktuasi nilai tukar rupiah untuk kedepannya.

“Mudah-mudahan dana dari orang Indonesia yang ditaruh di luar itu bisa mereka taruh disini, dan harapannya dana pihak ketiga juga pertumbuhannya bisa meningkat ke level 7-9%,” imbuhnya.

Baca Juga: BI Rate Turun ke 4,75%, ADPI: Imbas ke Pendapatan Deposito Dana Pensiun

Adapun Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, hal ini memang berkaitan dengan kebutuhan likuiditas valas mengantisipasi pelemahan kurs rupiah beberapa bulan ke depan.

“Meski injeksi likuiditas dilakukan pemerintah dalam bentuk perpindahan dana dari BI ke Himbara namun masalahnya ada di pasokan valas,” katanya.

Bhima melihat, tantangannya bagi deposan adalah selisih bunga penjaminan LPS untuk deposito valas dengan bunga bank terlalu lebar.

“Ini di satu sisi membuat deposan valas yang incar bunga tinggi bergeser ke himbara, tapi bagi sebagian deposan justru masuk ke instrumen lain misalnya ke SBN,” ucap Bhima.

Selanjutnya: Senyum Jadi Rahasia Awet Muda dan Sehat, Intip Manfaat Lainnya di Sini

Menarik Dibaca: Senyum Jadi Rahasia Awet Muda dan Sehat, Intip Manfaat Lainnya di Sini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Masuk Usia 30-an? Wajib Punya 5 Tujuan Finansial Ini Biar Nggak Menyesal Nanti!

    Sudah masuk usia 30-an? Saatnya untuk mulai memikirkan tujuan finansial yang jelas agar tidak menyesal di kemudian hari. Berikut adalah 5 tujuan finansial yang wajib dimiliki oleh setiap orang di usia 30-an. Dengan memiliki tujuan finansial ini, kamu bisa lebih fokus dan terarah dalam mengelola keuanganmu. Jadi, jangan sia-siakan waktu dan segera tentukan tujuan finansialmu sekarang juga!

  • Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

    Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.

    Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar.

    Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

  • BSI Resmi Kantongi Izin dari OJK, Siap Jalankan Bisnis Bullion Bank

    Berita terbaru dari BSI, bank swasta terkemuka di Indonesia, menyatakan bahwa mereka telah resmi mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan bisnis Bullion Bank. Dengan izin ini, BSI siap untuk memperluas layanan mereka dalam bidang investasi emas dan logam mulia. Langkah ini diharapkan dapat memberikan peluang baru bagi para investor yang ingin diversifikasi portofolio mereka dengan aset-aset berharga seperti emas. BSI yakin bahwa dengan pengalaman dan reputasi yang dimilikinya, mereka dapat menjadi salah satu pemain utama dalam industri Bullion Bank di Indonesia

  • Helm Motor Terbaik 2023 Rekomendasi Kami

    beritafintech.com – Sedang mencari helm sepeda motor premium dari merk ternama? Berikut helm motor terbaik 2023, di antaranya helm motor terbaik dari Aria, Shoei, AGV, Bell, Caberg, Shark dan Scorpion. Dalam banyak hal, membeli salah satu helm sepeda motor terbaik di pasaran adalah proses yang mudah. Ada banyak pembuat helm sepeda motor hari kerja berkualitas,…

  • OJK Beberkan Alasan & Tujuan Ubah Sebutan Pinjol Menjadi Pindar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan alasan dan tujuan di balik perubahan sebutan dari pinjol menjadi pindar. Perubahan ini dilakukan untuk memberikan citra yang lebih positif terhadap layanan pinjaman online yang seringkali diidentikkan dengan praktik ilegal dan penagihan yang agresif. Dengan mengubah sebutan menjadi pindar, diharapkan masyarakat akan lebih percaya dan nyaman dalam menggunakan layanan tersebut. Selain itu, perubahan ini juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan perlindungan konsumen dalam bertransaksi dengan platform fintech peer to peer lending

  • Sediakan Asuransi Kredit Fintech Lending, Asuransi Umum Perlu Mitigasi Risiko

    Asuransi kredit fintech lending adalah solusi yang penting untuk melindungi bisnis Anda dari risiko default pembayaran. Dengan menyediakan asuransi kredit, Anda dapat memastikan bahwa dana pinjaman yang diberikan kepada pelanggan akan terlindungi, sehingga mengurangi kerugian finansial bagi perusahaan Anda.

    Selain itu, asuransi umum juga perlu dipertimbangkan sebagai langkah mitigasi risiko tambahan. Dengan memiliki asuransi umum, perusahaan Anda dapat melindungi diri dari berbagai risiko seperti kebakaran, pencurian, atau kerusakan properti lainnya. Dengan demikian, Anda dapat menjaga kelangsungan bisnis dan menghindari kerugian besar akibat kejadian tak terduga.

    Jadi, pastikan untuk menyediakan asuransi kredit fintech lending dan asuransi umum sebagai langkah mitigasi risiko yang penting bagi bisnis Anda. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat menjaga stabilitas keuangan perusahaan dan melindungi investasi yang telah Anda buat