Bank Syariah Nasional (BSN) Resmi Berdiri, Perkenalkan Identitas Baru

Bank Syariah Nasional (BSN) Resmi Berdiri, Perkenalkan Identitas Baru

ILUSTRASI. PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi diluncurkan Kamis (2/10/2025) akan menjadi motor penggerak masa depan industri keuangan syariah di Indonesia. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Syariah Nasional (BSN) resmi diluncurkan pada Kamis (2/10/2025). Kini, BSN hadir sebagai identitas baru sebagai bank syariah yang akan menjadi motor penggerak masa depan industri keuangan syariah di Indonesia.

Seperti diketahui, BSN lahir dari hasil spin off Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yang berhasil mengakuisisi Bank Victoria Syariah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah memberikan izin operasional kepada Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Keputusan ini tertuang dalam surat OJK tertanggal 24 September 2025.

“Sebagaimana kita ketahui, BTN telah menyelesaikan akuisisi Bank Victoria Syariah pada tanggal 5 Juni 2025. Sebagai bagian aksi korporasi pelaksanaan spin off yang secara resmi hari ini berubah nama menjadi Bank Syariah Nasional (BSN),” kata Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, dalam keterangan resmi, Kamis (2/10/2025).

Baca Juga: OJK Beri Izin Operasional Bank Syariah Nasional (BSN) Sebagai Bank Umum Syariah

Adapun nama dan logo baru BSN memiliki filosofi mendalam yang akan menjadi panduan dalam setiap langkah korporasinya ke depan. 

“Nama ‘Bank Syariah Nasional’, mengandung visi besar untuk melayani seluruh lapisan masyarakat. Sementara kata ‘Nasional’ menegaskan jangkauan luas, kepercayaan, dan kredibilitas,” ungkap Alex.

TRENDING  Bunga Fintech & Aturan Baru Fintech Lending Ini Mulai Berlaku 1 Januari 2025

Sedangkan identitas “Syariah”, lanjut Alex, adalah janji untuk menjalankan prinsip-prinsip Syariah dengan integritas dan profesionalisme.

“Ini bukan sekadar label, tetapi harus menjadi budaya kerja dan panduan keputusan bisnis setiap insan BSN,” katanya.

Alex menjelaskan bahwa pemilihan logo BSN sendiri mengadopsi desain dari korporat BTN, dengan konstruksi berani dan dinamis. 

“Logo BSN ini mewakili semangat modernisasi, inovasi, dan relevansi dengan perkembangan zaman. Penggunaan huruf kecil melambangkan sikap humble/rendah hati, ramah, dan mudah didekati,” ujarnya.

Sementara, simbol Bintang dengan lima sudut melambangkan Keadilan, Keberkahan, Keberagaman, Keberlanjutan, dan Kebaruan. Bintang juga menjadi simbol profesionalisme dan integritas dalam menjalankan prinsip syariah.

Baca Juga: Bank Syariah Nasional Lahir, Ini Jajaran Pengurusnya

“Dengan demikian BSN hadir untuk mendengarkan, memahami, dan mendampingi nasabah dalam perjalanan hidup mereka. Ini adalah janji Bank kepada Masyarakat untuk maju dan sejahtera bersama,” imbuhnya.

Menurut Alex, perubahan nama dan logo BSN merupakan awal dari sebuah perjalanan baru perseroan dalam mencapai visi menjadi mitra utama keuangan keluarga yang berkah dan amanah.

“Perjalanan ini baru kita mulai. Kehadiran Bank Syariah Nasional bukan hanya untuk  memenuhi kewajiban regulasi, tetapi memiliki amanah besar dalam memperluas akses layanan keuangan syariah, mendukung pembangunan nasional serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Selanjutnya: Rayakan HUT ke-27, Bank Mandiri Gelar Pasar Murah untuk Masyarakat

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak dalam Karier & Keuangan Besok Jumat 3 Oktober 2025, Ada yang Tertekan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Check Also

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar. Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

%site% | NEWS