Ini Rincian 5 Bank yang Dapat Kucuran Dana Rp 200 Triliun

Ini Rincian 5 Bank yang Dapat Kucuran Dana Rp 200 Triliun

ILUSTRASI. Ada lima bank yang bakal mendapatkan guyuran likuiditas yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN dan BSI

Beritafintech.com – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi mengatur pemberian Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 200 triliun ke bank pelat merah. Hal tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No 276 Tahun 2025.

Dalam keputusan tersebut, setidaknya ada lima bank yang bakal mendapatkan guyuran likuiditas. Yakni, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Adapun, besaran likuiditas yang dibagi ke lima bank tersebut berbeda-beda. Di mana, nilai terbesar untuk satu bank mencapai Rp 55 triliun.

Secara rinci, ada tiga bank yang mendapatkan likuiditas sebesar Rp 55 triliun. Mereka adalah Bank Mandiri, BNI, dan BRI yang memang ketiganya merupakan bank-bank yang masuk KBMI 4.

Baca Juga: Dana Rp 200 Triliun Masuk Bank BUMN, Dorongan Kredit atau Risiko Baru?

Sementara itu, BTN akan mendapat kebagian likuiditas senilai Rp 25 triliun. Lalu, BSI sebagai bank yang paling muda hanya mendapat likuiditas senilai Rp 10 triliun. 

Adapun, skema dari penempatan dana tersebut adalah dalam bentuk Deposito On Call konvensional atau syariah dengan mekanisme tanpa lelang. Tenor penempatan uang negara dilaksanakan untuk jangka waktu enam bulan dan dapat diperpanjang

TRENDING  Minta batas pinjaman dinaikkan, fintech P2P lending bergegas perkuat mitigasi risiko

Tak hanya itu, lima bank yang mendapat tambahan likuiditas ini dilarang menggunakan uang dari penempatan tersebut untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN). Tujuan dari penempatan ini hanya digunakan untuk pertumbuhan sektor riil.

Terakhir, terhadap penempatan Uang Negara kepada Bank Umum tersebut dikenakan tingkat bunga atau imbal hasil sebesar 80,476% dari BI 7-Day Reverse Repo – Rate (BI 7-DRR Rate) untuk Rekening Penempatan dalam Rupiah.

Selanjutnya: Osteoporosis Mengintai Perempuan, Berjalan Kaki Bisa Menjadi Langkah Pencegahan

Menarik Dibaca: 3 Manfaat Teh Hijau untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Sektor Fintech Lending Harus Kawal Kualitas Kredit

    Sektor fintech lending harus benar-benar mengawal kualitas kredit yang diberikan kepada para peminjam. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech dan juga untuk meminimalisir risiko terjadinya kredit macet. Dengan melakukan pengawalan yang ketat terhadap kualitas kredit, diharapkan sektor fintech lending dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang maksimal bagi para pelaku usaha dan masyarakat secara keseluruhan

  • 14 Fintech Lending Belum Penuhi Ekuitas Minimum Rp12,5Miliar, AFPI Urai Penyebabnya

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengungkapkan bahwa dari 14 perusahaan fintech lending yang telah beroperasi di Indonesia, belum ada satu pun yang memenuhi persyaratan ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar. AFPI pun mulai menyelidiki penyebab dari masalah ini.

    Menurut Ketua Umum AFPI, Tumbur Pardede, salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini terjadi adalah kurangnya pemahaman tentang regulasi dan persyaratan yang diperlukan untuk beroperasi di industri fintech lending. Banyak perusahaan masih belum memahami pentingnya memiliki modal yang cukup untuk menjaga keberlangsungan bisnis mereka.

    Selain itu, Tumbur juga menyoroti masalah transparansi dalam pengelolaan dana nasabah oleh beberapa perusahaan fintech lending. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa investor enggan untuk menanamkan modal lebih banyak ke dalam industri ini.

    AFPI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan edukasi kepada para pelaku usaha fintech lending agar dapat memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas terkait. Dengan demikian, diharapkan industri fintech lending di Indonesia dapat tumbuh dengan sehat dan memberikan manfaat bagi semua pihak

  • Bunga Deposito Bank Digital Terbaru, Siapa Paling Tinggi?

    Bunga Deposito Bank Digital Terbaru, Siapa Paling Tinggi?

    Pertanyaan ini sering kali muncul di benak para nasabah yang ingin menginvestasikan dananya dalam bentuk deposito. Dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, banyak bank digital terbaru yang menawarkan bunga deposito yang menarik.

    Namun, dari sekian banyak pilihan tersebut, siapakah yang menawarkan bunga deposito tertinggi? Apakah ada bank digital terbaru yang bisa menjadi pilihan utama bagi para investor untuk mendapatkan keuntungan maksimal?

    Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu melakukan riset dan membandingkan berbagai penawaran bunga deposito dari berbagai bank digital terbaru. Dengan begitu, kita dapat memilih opsi yang paling menguntungkan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan investasi kita.

    Jadi, jangan ragu untuk mencari informasi lebih lanjut tentang bunga deposito bank digital terbaru agar dapat memperoleh hasil investasi yang optimal. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam membuat keputusan finansial yang tepat!

  • Laba Bersih Bank Capital (BACA) Naik 6,43% Jadi Rp 109,39 Miliar di 2024

    Pada tahun 2024, Laba Bersih Bank Capital (BACA) mengalami kenaikan sebesar 6,43% menjadi Rp 109,39 miliar. Kinerja yang gemilang ini menarik perhatian banyak investor dan menunjukkan bahwa Bank Capital terus berkembang secara positif di pasar keuangan. Dengan pencapaian ini, Bank Capital semakin kokoh dalam persaingan industri perbankan dan siap bersaing di level yang lebih tinggi

  • Krom Bank Diawasi OJK dan BI untuk Memastikan Perlindungan Nasabah Bank Digital

    Krom Bank telah diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan perlindungan nasabah bank digital. Dengan pengawasan yang ketat dari kedua lembaga tersebut, nasabah dapat merasa aman dan nyaman dalam menggunakan layanan perbankan digital dari Krom Bank. Hal ini juga menunjukkan komitmen Krom Bank dalam menjaga kepercayaan nasabah serta mematuhi regulasi yang berlaku. Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan transparansi dan keamanan dalam bertransaksi online semakin terjamin bagi para nasabah bank digital

  • Fintech Gandeng Lazada Bidik Penyaluran Pinjaman Rp300 Miliar

    Fintech terkemuka di Indonesia telah mengumumkan kemitraan strategis dengan platform e-commerce terbesar, Lazada. Kedua perusahaan tersebut berencana untuk menyalurkan pinjaman senilai Rp300 miliar kepada para pelaku usaha kecil dan menengah yang berjualan di Lazada. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan akses modal bagi para pelaku usaha sehingga mereka dapat mengembangkan bisnis mereka lebih lanjut. Dengan adanya kemitraan ini, diharapkan akan semakin banyak pelaku usaha yang bisa merasakan manfaat dari perkembangan teknologi finansial di Indonesia