Batas Atas Pembiayaan Produktif Fintech Lending Naik Jadi Rp 5 M, Ini Kata Amartha

Batas Atas Pembiayaan Produktif Fintech Lending Naik Jadi Rp 5 M, Ini Kata Amartha

ILUSTRASI. VP Public Relations Amartha, Harumi Supit di Jakarta (19/3).

Beritafintech.com – JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) menyambut baik ketentuan baru yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana penyelenggara fintech P2P lending dapat menyalurkan pembiayaan produktif dengan batas maksimum Rp 5 miliar.

Sebelumnya, batas maksimum pembiayaan fintech lending itu hanya sebesar Rp 2 miliar. 

Ketentuan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 40 Tahun 2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech P2P lending.

Baca Juga: Amartha Telah Salurkan Modal Usaha Rp 28 Triliun, Ini Fokusnya Tahun Ini

“Karena Amartha berfokus pada penyaluran pembiayaan di sektor produktif, maka kami tentunya mendukung aturan tersebut dan kami akan selalu mengikuti kebijakan yang ditetapkan OJK,” kata VP Public Relations Amartha, Harumi Supit kepada Beritafintech.com, usai acara Media Gathering, di Jakarta, Rabu (19/3).

Harumi menyebutkan bahwa secara kumulatif sudah menyalurkan pembiayaan modal usaha sebesar Rp 28 triliun sejak pertama berdiri di 2010 hingga saat ini.

“Modal usaha tersebut sudah disalurkan ke lebih dari 2,7 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di 50 ribu desa di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Kendati begitu, Harumi mengatakan bahwa nilai pengajuan pinjaman produktif di Amartha mulai Rp 5 juta hingga Rp 20 juta ke atas saja. Dengan begitu, perusahaan belum merealisasikan ketentuan OJK tersebut, untuk menyalurkan pembiayaan maksimum Rp 5 miliar.

TRENDING  Tantiem Komisaris Bank BUMN Dipangkas, Ini Efeknya ke Kinerja Bank Himbara

Pasalnya, ia menuturkan mayoritas mitra Amartha bergerak di sektor perdagangan, pertanian, dan industri rumah tangga, sehingga belum banyak nasabah yang meminjam dengan nominal hingga Rp 5 miliar.

Baca Juga: Strategi Amartha Jaga Pertumbuhan di Tengah Tantangan Segmen Mikro

“Jadi untuk masing-masing mitra memang pinjamannya itu dimulai dari Rp 5 juta dan kurang lebih sampai sekitar di atas Rp 20 juta. Kalau angka pinjaman mereka mau di atas Rp 20 juta lebih, kami buatkan kerja sama dengan bank, karena kami hanya melayani segmen ultra mikro yang unbanked itu ya,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Harumi bilang,  Amartha banyak digandeng oleh institusi dan perbankan. Pasalnya, melalui kerja sama ini dapat membantu para nasabah atau UMKM yang ingin mengajukan pinjaman di atas Rp 20 juta lebih.

Lebih jauh lagi, Harumi mengatakan bahwa Amartha akan fokus meningkatkan teknologi credit scoring dan saat ini sedang didesain agar dapat memahami profil risiko mitra berdasarkan data yang komprehensif, seperti jenis usaha, wilayah, status keluarga, dan lain-lain. Sehingga, hasil pengukurannya pun memang akan berbeda-beda untuk setiap mitra. 

Menurut dia, pengukuran ini terbukti efektif untuk mengetahui profil risiko sehingga dapat menentukan besaran bunga yang tepat bagi mitra. 

Baca Juga: Resmi Diakuisisi Amartha, Bosowa Multi Finance Ubah Nama Jadi Amartha Warbler Finance

“Sehingga dengan cara itu, Amartha terus mencatatkan performa yang sehat dengan kualitas Non Performing Loan (NPL) yang terjaga, di mana NPF kami di bawah 2% saat ini, jadi kami optimistis Amartha di tahun 2025 ini akan lebih baik lagi,” kata dia.

TRENDING  OJK: Beberapa Fintech Lending yang Gagal Bayar Telah Dikenakan Sanksi PKU

Sebagai informasi, dalam Pasal 137 POJK Nomor 40 Tahun 2024 ayat (4), dijelaskan penyelenggara dapat memberikan pendanaan produktif melebihi batasan maksimum sampai Rp 5 miliar sepanjang memenuhi sejumlah ketentuan. 

Adapun secara rinci, ketentuan tersebut yaitu penyelenggara harus memiliki kualitas pendanaan macet atau TWP90 maksimal 5% dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.

Selain itu, penyelenggara tidak sedang dalam pengenaan sanksi pembatasan kegiatan usaha atau pembekuan kegiatan usaha sebagian atau seluruhnya dari OJK. 

Selanjutnya: Ini Modus Penipuan yang Marak Jelang Lebaran Menurut BNI, Waspada

Menarik Dibaca: Ini Cara Alami Mengontrol Asam Urat di Rumah! Wajib Dicoba Sekarang juga

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Zurich Family Gen Assurance Hadir untuk Stabilitas Finansial Hingga Generasi ke-3

    ILUSTRASI. PT Zurich Topas Life (Zurich) meluncurkan Zurich Family Gen Assurance, Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) terbaru yang membawa terobosan dalam proteksi jiwa, proteksi kesehatan, sekaligus investasi. Beritafintech.com – PT Zurich Topas Life (Zurich) meluncurkan Zurich Family Gen Assurance, Produk Asuransi Yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) terbaru yang membawa terobosan dalam proteksi jiwa

  • Merger OCBC NISP dengan Bank Commonwealth Rampung Tahun Ini

    ILUSTRASI. RUPST PT Bank OCBC NISP Tbk telah menyetujui rencana pengambilalihan saham PT Bank Commonwealth. Beritafintech.com – JAKARTA. Rencana PT Bank OCBC NISP Tbk mengakuisisi PT Bank Commonwealth berjalan mulus. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)  PT Bank OCBC NISP Tbk telah menyetujui rencana pengambilalihan saham PT Bank Commonwealth. Oleh karenanya, manajemen OCBC NISP pun…

  • Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

    Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.

    Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar.

    Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

  • Tsunami Finansial Jepang: Akankah Menghantam AS?

    ILUSTRASI. Badai yang sempurna: data pekerjaan AS yang lemah, ketegangan di Timur Tengah, dan pergeseran kebijakan Jepang memicu kekacauan pasar global. Apakah ini awal dari akhir untuk pasar bull? Broker Octa membahas lebih dalam mengenai kehancuran pasar hari Senin. Beritafintech.com – Badai yang sempurna: data pekerjaan AS yang lemah, ketegangan di Timur Tengah, dan pergeseran…

  • Sulit Menabung? Ini 10 Tips Finansial Gen Z agar Tabungan Cepat Terkumpul

    Berikut adalah 10 tips finansial untuk generasi Z agar tabungan cepat terkumpul:

    1. Mulailah dengan menetapkan tujuan tabungan yang jelas dan spesifik.
    2. Buatlah anggaran bulanan dan patuhi rencana pengeluaran yang telah dibuat.
    3. Hindari utang konsumtif dan belanja impulsif yang tidak perlu.
    4. Manfaatkan teknologi untuk memantau pengeluaran dan mengatur keuangan secara lebih efisien.
    5. Pertimbangkan investasi jangka panjang seperti reksadana atau saham untuk pertumbuhan tabungan yang lebih cepat.
    6. Selalu sisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung sebelum digunakan untuk keperluan lain.
    7. Cari cara-cara kreatif untuk meningkatkan pendapatan tambahan, seperti berjualan online atau freelance.
    8. Bandingkan harga sebelum membeli barang atau jasa agar dapat menghemat lebih banyak uang.
    9. Jaga kesehatan finansial dengan memiliki asuransi kesehatan dan perlindungan diri lainnya.
    10. Tetap disiplin dan konsisten dalam menjalankan kebiasaan menabung demi mencapai tujuan keuangan Anda secara lebih cepat.

    Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan generasi Z dapat meningkatkan kesadaran finansial mereka serta berhasil mengumpulkan tabungan dengan lebih efisien dan cepat

  • Bank Mandiri Buktikan Komitmen Dorong Perekonomian dengan Digitalisasi Layanan

    Bank Mandiri terus membuktikan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi layanan. Dengan berbagai inovasi dan teknologi canggih, Bank Mandiri siap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Bank Mandiri selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas layanannya demi kemajuan perekonomian Indonesia. Dengan semangat yang tinggi, Bank Mandiri akan terus berinovasi dan menghadirkan solusi-solusi digital yang memudahkan para nasabah dalam melakukan transaksi keuangan