Bank Syariah Nasional Lahir, Ini Jajaran Pengurusnya

Bank Syariah Nasional Lahir, Ini Jajaran Pengurusnya

ILUSTRASI. RUPSLB Bank Victoria Syariah telah menyetujui susunan direksi baru untuk perkuat arah transformasi pemisahaan BTN Syariah dari induknya.?

Beritafintech.com – JAKARTA. Selain mengubah namanya jadi Bank Syariah Nasional (BSN), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Victoria Syariah juga telah menyetujui susunan direksi baru untuk memperkuat arah transformasi dari proses pemisahaan BTN Syariah dari induknya.

Corporate Secretary Bank Syariah Nasional Dody Agoeng mengatakan berdasarkan hasil RUPSLB yang telah sukses digelar, telah disepakati jajaran pengurus baru yang menjadi nahkoda transformasi BSN ke depan. 

Adalah Alex Sofjan Noor yang merupakan bankir BTN dipercaya untuk menjadi Direktur Utama BSN. Menemani Alex, mantan direktur BRI, Arga M. Nugraha terpilih menjadi Wakil Direktur Utama BSN.

Baca Juga: Bank Muamalat Bidik Nasabah DPLK dari Korporasi dan Individu

Dody bilang bahwa pengurus baru ini adalah identitas. Di mana, langkah ini akan meneguhkan jati diri baru BSN sebagai bank syariah yang lebih kokoh, lebih inklusif, dan lebih visioner serta menjadi lembaga keuangan syariah yang dipercaya masyarakat luas.

Ke depannya, Dody mengungkapkan BSN ditargetkan menjadi bank syariah dengan pondasi finansial dan moral yang kokoh, serta mampu menghadirkan layanan digital modern berprinsip syariah

“BSN akan menjadi bank yang solid, adaptif, dan menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Dody dalam keterangan pers yang diterima KONTAN, Sabtu (23/8). 

TRENDING  Satgas Waspada Investasi sulit berantas fintech ilegal dari luar negeri, ini sebabnya

Dody menegaskan jajaran pengurus baru tersebut akan efektif berlaku setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas Penilaian Uji Kemampuan dan Kepatutan serta memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam RUPSLB ini juga disetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka perubahan nama dan tempat kedudukan perseroan serta penyesuaian terhadap sejumlah peraturan dan perundang-undangan dari Menteri BUMN dan OJK, dan juga Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) Perseroan

Adapun, nama-nama lain yang terpilih  menjadi pengurus Bank Syariah Nasional, serta perubahan nomenklatur jabatan, adalah sebagai berikut:

Direktur Utama: Alex Sofjan Noor*

Wakil Direktur Utama: Arga M. Nugraha*

Direktur Finance, Strategy & Treasury: Abdul Firman*

Direktur Consumer Banking: Mochamad Yut Penta*

Direktur Human Capital & Compliance: Anton Rijanto*

Direktur Risk Management: Beki Kanuwa*

Direktur Network & Retail Funding: Ari Kurniaman*

Baca Juga: Bank Woori Saudara Panen Cuan Digital, Fee-Based Income Hampir Sentuh Rp 20 Miliar

Selanjutnya: Taiwan Travel Fair 2025 Dimulai, Sasar Wisatawan Muda Indonesia

Menarik Dibaca: Prediksi Manchester City vs Tottenham Hotspur di Liga Premier Inggris 2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • OJK Batasi Skema Tadpole P2P Lending: Perlindungan Konsumen Pinjol

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan untuk membatasi skema tadpole pada layanan peer-to-peer (P2P) lending guna melindungi konsumen dari praktik pinjaman online yang merugikan. Perlindungan konsumen terhadap pinjol menjadi prioritas utama dalam upaya mencegah penyalahgunaan dan penipuan yang sering terjadi di dunia digital. Dengan adanya regulasi ini, diharapkan para pelaku usaha P2P lending dapat lebih bertanggung jawab dalam memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga kepercayaan publik terhadap industri fintech dapat meningkat

  • Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Jakarta, 15 Februari 2022 – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) telah resmi bergabung dengan Principles for Responsible Investment (PRI), sebuah inisiatif global yang mendorong praktik investasi berkelanjutan. Dengan bergabungnya Bahana TCW dalam jaringan PRI, perusahaan ini semakin memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Bahana TCW, Bapak Sigit Wiryadi mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaan mereka dalam jaringan PRI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya investasi berkelanjutan di Indonesia. “Kami percaya bahwa dengan mengikuti prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab, kami dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Bapak Sigit.

    Selain itu, keikutsertaan Bahana TCW dalam jaringan PRI juga diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan aktivitas investasinya. Dengan adanya kerjasama antara Bahana TCW dan PRI, diharapkan akan tercipta sinergi yang positif dalam upaya memperkuat prinsip-prinsip investasi berkelanjutan di Tanah Air.

    Sebagai salah satu manajer aset terkemuka di Indonesia, Bahana TCW memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan praktik investasi yang ramah lingkungan dan sosial. Dengan bergabungnya mereka dalam jaringan UN PRI ini, diharapkan akan semakin banyak institusi keuangan lainnya yang ikut serta aktif dalam mendukung prinsip-prinsip investasi berkelanjutan demi menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang

  • Waspada, Tingkat Kredit Macet Fintech Lending Berpotensi Naik Usai Lebaran

    Menurut laporan terbaru, tingkat kredit macet pada perusahaan fintech lending berpotensi untuk naik setelah masa Lebaran. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas peminjaman selama bulan puasa dan libur Lebaran. Para ahli keuangan pun mengingatkan agar para nasabah lebih berhati-hati dalam mengelola pinjaman mereka agar tidak terjerat dalam masalah finansial di masa mendatang

  • Bingung Atur Keuangan? Ini 5 Tips Finansial dengan Konsep Syariah

    Jakarta: Meski telah memasuki bulan kedua 2024, tak ada kata terlambat untuk mulai mengatur keuangan secara matang demi mencapai tujuan finansial di masa mendatang.   Apalagi di tengah era modern saat ini, masyarakat dihadapkan pada berbagai solusi keuangan, termasuk produk dan layanan perbankan syariah yang menawarkan beragam manfaat.   Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat

  • Empat bank kucurkan kredit ke Cemindo Gemilang

    Empat bank ternama telah sepakat untuk mengucurkan kredit kepada perusahaan tambang terbesar di Indonesia, Cemindo Gemilang. Keputusan ini disambut dengan antusias oleh para investor dan pelaku industri, yang melihat potensi besar dari kerjasama ini. Dengan dukungan finansial yang kuat, Cemindo Gemilang diyakini akan mampu mengembangkan bisnisnya lebih jauh lagi dan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi negara. Selamat kepada kedua belah pihak atas kesepakatan yang telah tercapai!

  • Fintech dan tren transaksi digital, bagaimana upaya bank menghadapi disrupsi?

    ILUSTRASI. ilustrasi fintech. /2017/01/04 Beritafintech.com – JAKARTA. Poros ekonomi kini sudah dan memasuki era revolusi industri 4.0. Kemajuan teknologi pun melahirkan banyak perusahaan teknologi finansial (Tekfin/fintech). Sedikit banyak, kehadiran fintech pun membuat pelaku jasa keuangan konvensional harus memutar otak agar tetap relevan. Hal ini pula dibarengi dengan masifnya penggunaan internet melalui telepon pintar (smartphone). Kini melalui…