Krom Bank Siap Buka Peluang Konsolidasi, Sambut Arah Perampingan Bank dari OJK

Krom Bank Siap Buka Peluang Konsolidasi, Sambut Arah Perampingan Bank dari OJK

ILUSTRASI. Dok. Krom Bank. PT Krom Bank Indonesia Tbk menyambut baik arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bakal merampingkan jumlah bank di Indonesia.

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Krom Bank Indonesia Tbk menyambut baik arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bakal merampingkan jumlah bank di Indonesia. Dalam hal ini, Krom Bank masih membuka peluang adanya konsolidasi.

Seperti diketahui,  Krom Bank saat ini dimiliki oleh PT Finnacel Teknologi Indonesia dengan kepemilikan 75%. Di mana, Kredivo Group ini telah melakukan akuisisi sejak tahun 2022.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan bilang pihaknya secara berkesinambungan melakukan kajian terhadap peluang kolaborasi dan sinergi strategis, baik dengan sesama industri maupun dengan pihak lain dalam kosistem keuangan dan digital. 

Baca Juga: OJK Bakal Wajibkan Bank KBMI 1 Naik Kelas Lewat Konsolidasi

Ia menjelaskan kajian ini juga mencakup upaya dalam meningkatkan ragam produk serta layanan, guna memenuhi kebutuhan nasabah, memperluas basis nasabah serta mempercepat pencapaian skala bisnis yang berkelanjutan. 

Anton juga menegaskan pihaknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan untuk setiap potensi konsolidasi atau kolaborasi. Di mana, Krom Bank memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan OJK tentang pengendalian, kepemilikan, serta integrasi sistem dan tata kelola

“Krom Bank juga melakukan penguatan permodalan dan efisiensi,” ujarnya, Kamis (6/11).

Lebih lanjut, ia menjelaskan Krom Bank terus berkoordinasi dengan pemegang saham untuk memastikan dukungan permodalan yang memadai, sekaligus mengupayakan peningkatan efisiensi melalui digitalisasi proses, optimalisasi struktur biaya dan pemanfaatan sinergi antar-unit usaha.

TRENDING  Menilik Kinerja Penyaluran Pembiayaan Fintech Lending pada Kuartal I-2025

Hingga September 2025, Krom Bank memiliki modal inti senilai Rp 3,32 triliun. Angka tersebut mengalami peningkatan dari periode sama tahun lalu yang baru senilai Rp 3,25 triliun.

Seperti diketahui, OJK akan menghilangkan Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) 1 dengan modal inti di antara Rp 3 triliun hingga Rp 6 triliun. Dengan adanya penyesuaian tersebut, nantinya cuma akan ada tiga kelompok bank. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang perampingan menjadi tiga kelompok bank ini lebih diarahkan untuk konsolidasi dalam hal ini merger akuisisi. Dian bilang upaya ini tak sekedar meningkatkan modal inti, tapi juga mengurangi jumlah bank di Indonesia.

“Seingat saya ada 61 bank KBMI 1,” ujar Dian kepada KONTAN, Kamis (6/11).

Baca Juga: Allianz Syariah Terapkan Maqasid Syariah, Kontribusi Rp 593,06 M per September 2025

Selanjutnya: Kurs Rupiah Kembali Perkasa Setelah 3 Hari Tertekan: Apa Pemicunya?

Menarik Dibaca: Benarkah Makan Bawang Putih Bisa Menurunkan Kolesterol Tinggi?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Sudah Ada Ketentuan Modal, Pengamat: Moratorium Fintech Lending Harusnya Bisa Dibuka

    Menurut pengamat, keputusan untuk memberlakukan moratorium terhadap fintech lending seharusnya bisa dibuka kembali. Sudah ada ketentuan modal yang harus dipenuhi oleh perusahaan fintech lending agar dapat beroperasi dengan baik. Hal ini penting untuk melindungi konsumen dan mencegah praktik ilegal yang merugikan masyarakat. Dengan adanya regulasi yang jelas dan ketat, diharapkan industri fintech lending dapat berkembang secara sehat dan memberikan manfaat bagi semua pihak

  • Solusi DIgital Menjaga Tantangan Keamanan Finansial

    Solusi digital saat ini menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan finansial. Dengan adanya teknologi yang terus berkembang, kita harus mampu memanfaatkannya dengan bijak untuk melindungi aset dan informasi keuangan kita. Tantangan keamanan finansial semakin kompleks, namun dengan solusi digital yang tepat, kita dapat mengatasi semua risiko tersebut. Jadi, jangan ragu untuk mulai menggunakan teknologi digital dalam mengelola keuangan Anda agar tetap aman dan terlindungi dari ancaman cybercrime

  • Pendanaan Perbankan ke Fintech Lending Melonjak Signifikan

    Pendanaan perbankan ke fintech lending telah mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya minat investor untuk menyuntikkan dana ke platform-platform fintech lending yang menawarkan layanan pinjaman secara online. Fenomena ini tidak hanya memberikan peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan akses pendanaan dengan cepat dan mudah, namun juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dengan adanya dukungan dari sektor perbankan, fintech lending semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman tanpa harus melalui proses yang rumit dan memakan waktu. Selain itu, perkembangan teknologi juga turut berperan dalam mempermudah proses pengajuan pinjaman serta pencairan dana sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk menggunakan layanan tersebut. Dengan potensi pertumbuhan yang begitu besar, tidak heran jika pendanaan perbankan ke fintech lending terus mengalami peningkatan yang signifikan di masa mendatang

  • Pentingnya Pendidikan Finansial bagi Anak dari Kecil

    Pendidikan finansial bagi anak sejak dini sangatlah penting untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam mengelola keuangan di masa depan. Dengan memberikan pendidikan finansial sejak usia dini, anak-anak dapat belajar tentang pentingnya menabung, berinvestasi, dan mengelola uang dengan bijaksana. Hal ini akan membantu mereka menjadi individu yang lebih mandiri dan bertanggung jawab secara finansial ketika dewasa nanti. Oleh karena itu, orangtua perlu memperhatikan pentingnya memberikan pendidikan finansial kepada anak sejak dini agar mereka dapat memiliki kebiasaan yang baik dalam mengelola keuangan di kemudian hari

  • Alasan Bank-Bank Besar Belum Pangkas Bunga Deposito

    Menurut data terbaru, bank-bank besar di Indonesia masih belum mengurangi suku bunga deposito meskipun Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan. Hal ini membuat nasabah semakin tertarik untuk menyimpan dananya di bank-bank besar karena tingginya keuntungan yang bisa didapatkan. Meskipun demikian, para ahli keuangan menyarankan agar nasabah tetap waspada dan mempertimbangkan risiko investasi dengan cermat sebelum memutuskan untuk menempatkan dana mereka di deposito

  • Jelang Pergantian Tahun, Begini Strategi Finansial Sehat Menuju 2026

    Menjelang pergantian tahun, penting bagi kita untuk merencanakan strategi finansial yang sehat agar dapat mencapai tujuan keuangan kita menuju tahun 2026. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah dengan membuat perencanaan anggaran yang terinci dan disiplin. Selain itu, mulailah untuk berinvestasi secara cerdas dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio investasi. Jangan lupa pula untuk mengatur tabungan darurat sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat di masa depan. Dengan melakukan langkah-langkah ini, kita dapat memastikan bahwa keuangan kita akan tetap sehat dan stabil dalam jangka waktu yang panjang