Kredit Macet Fintech Lending Dominasi Anak Muda, Begini Penjelasan Beberapa Pemain

Masalah Gagal Bayar hingga Fraud Terpa Industri Fintech Lending, Ini Respons OJK

ILUSTRASI. Ilustrasi fintech (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Beritafintech.com – JAKARTA. Berbagai permasalahan mulai dari gagal bayar hingga fraud menerpa sederet penyelenggara di industri fintech peer to peer (P2P) lending.

Sebut saja, salah satunya ada PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang diterpa masalah pengembalian dana lender karena dugaan proyek fiktif dan fraud. 

Alhasil, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) telah menetapkan Taufiq Aljufri (TA) selaku direktur utama dan pemegang saham PT DSI, MY sebagai eks direktur dan pemegang saham PT DSI, dan ARL sebagai komisaris dan pemegang saham PT DSI sebagai tersangka perkara DSI pada Kamis (5/2/2026).

Selain DSI, ada juga PT Crowde Membangun Bangsa (PT CMB) yang menyeret CEO sekaligus pemegang saham Crowde Yohanes Sugihtononugroho dengan dugaan proyek fiktif dan fraud.

Baca Juga: Fraud Terpa Industri Fintech Lending, AFPI Tekankan Pentingnya Tata Kelola yang Benar

Sebagai bentuk antisipasi ke depannya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman meminta agar penyelenggara fintech lending melakukan upaya penguatan-penguatan dalam menjalankan bisnis.

Selain itu, OJK juga meminta agar penyelenggara menguatkan tata kelola dan manajemen risiko. 

“Perlu juga memastikan proyek-proyek yang dibiayai betul-betul real, sehingga bisa mengembalikan uang lender,” katanya saat ditemui seusai acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK, Jumat (6/2/2026).

Agusman menyampaikan penyelenggara fintech lending perlu menghindari tindakan proyek fiktif dan fraud, karena merupakan perbuatan tercela di sektor jasa keuangan. 

TRENDING  Resmi Jadi Bank Emas, BSI Siapkan 50 Unit ATM Emas di Indonesia

Baca Juga: Ini Kata Pengamat Soal Adanya Kejadian Fraud di Industri Fintech Lending

Apabila ditemukan indikasi fraud pada penyelenggara tertentu, dia menegaskan OJK akan mengambil langkah tegas dengan menggandeng aparat penegak hukum.

“Sektor keuangan itu harus berintegritas, serta diisi oleh orang-orang yang jujur dan terpercaya. Dengan demikian, tidak boleh melakukan yang fiktif. Kalau terkait dengan fraud, tentu saja kami proses dengan penegak hukum dan itu merupakan perbuatan tercela di sektor jasa keuangan. Jadi, perlu dihindari,” ungkapnya.

Sementara itu, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menekankan perlunya penyelenggara fintech lending mematuhi aturan yang berlaku, terutama ketentuan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pedoman Perilaku AFPI. 

Selain itu, Ketua Umum AFPI Entjik Djafar mengatakan fintech lending juga perlu menerapkan penguatan tata kelola yang baik dan benar, sehingga dapat terhindar dari masalah fraud.

Baca Juga: Tumbuh Pesat tapi Rawan: Deretan Kasus Gagal Bayar Fintech Lending Sepanjang 2025

Dia bilang hal itu yang selalu diingatkan AFPI kepada seluruh penyelenggara.

“Kami selalu mengingatkan semua anggota agar selalu patuh pada aturan yang berlaku, terutama peraturan yang dikeluarkan OJK dan Pedoman Perilaku AFPI. Dengan demikian, dalam menjalankan usaha menerapkan tata kelola perusahaan yang benar, prudent, dan comply, agar tidak terjadi fraud, terutama dari Internal,” kata Entjik kepada Kontan.

Similar Posts

  • World Bank Fintech

    Menurut laporan terbaru dari World Bank, industri fintech di Indonesia terus berkembang pesat dan menjadi salah satu yang paling inovatif di dunia. Dengan adopsi teknologi yang semakin luas, layanan keuangan digital semakin mudah diakses oleh masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah terpencil. Hal ini memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia. Selain itu, regulasi yang mendukung juga menjadi faktor penting dalam mempercepat perkembangan industri fintech ini. Diharapkan dengan dukungan semua pihak, Indonesia dapat menjadi pusat fintech global yang berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat

  • Dorong Literasi Keuangan, Mastercard Gandeng Fintech

    Mastercard telah mengumumkan kemitraan strategis dengan perusahaan fintech terkemuka untuk meluncurkan program Dorong Literasi Keuangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan dan bagaimana cara mengelola keuangan secara bijaksana. Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih cerdas dalam mengelola uang dan merencanakan masa depan keuangan mereka. Dengan adanya dukungan dari Mastercard, program Dorong Literasi Keuangan diharapkan dapat mencapai lebih banyak orang dan memberikan dampak positif yang besar bagi kemajuan finansial masyarakat Indonesia

  • Ketahui Penyebab Sulit Bertahan Hidup Saat Tanggal Tua

    Beritafintech.com – Anda mungkin pernah mengalami, saat tiba-tiba Anda harus merogoh saku dalam-dalam, ternyata saku itu kosong. Sebab hari itu adalah tanggal tua yang mana sudah sangat sekarat, tidak punya uang lagi. Mengapa masih ada orang yang demikian kiranya? Orang-orang yang tidak bisa bertahan hidup karena tanggal tua. Penyebab sulit bertahan hidup begini biasanya karena…

  • OJK Yakin Target Pembiayaan Fintech Lending untuk Sektor Produktif dan UMKM Tercapai

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakin target pembiayaan fintech lending untuk sektor produktif dan UMKM akan tercapai. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, yang menyatakan bahwa pertumbuhan fintech lending di Indonesia telah menunjukkan tren positif dalam memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha produktif dan UMKM. Dengan adanya regulasi yang ketat dari OJK, diharapkan para pelaku usaha dapat memperoleh pembiayaan dengan mudah dan aman melalui platform fintech lending

  • Kinerja Laba Sejumlah Bank Daerah Membaik pada Semester I-2025

    Pada semester pertama tahun 2025, kinerja laba sejumlah bank daerah mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari laporan keuangan yang menunjukkan adanya peningkatan laba bersih yang mencapai angka yang memuaskan. Para analis pun optimis dengan perkembangan positif ini dan berharap bahwa tren kenaikan laba akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Dengan demikian, bank-bank daerah diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional

  • Pendanaan Perbankan ke Fintech Lending Melonjak Signifikan

    Pendanaan perbankan ke fintech lending telah mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya minat investor untuk menyuntikkan dana ke platform-platform fintech lending yang menawarkan layanan pinjaman secara online. Fenomena ini tidak hanya memberikan peluang bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan akses pendanaan dengan cepat dan mudah, namun juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Dengan adanya dukungan dari sektor perbankan, fintech lending semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan pinjaman tanpa harus melalui proses yang rumit dan memakan waktu. Selain itu, perkembangan teknologi juga turut berperan dalam mempermudah proses pengajuan pinjaman serta pencairan dana sehingga semakin banyak orang yang tertarik untuk menggunakan layanan tersebut. Dengan potensi pertumbuhan yang begitu besar, tidak heran jika pendanaan perbankan ke fintech lending terus mengalami peningkatan yang signifikan di masa mendatang