Rencana OJK Batasi Lender Individu Non Profesional di Fintech Tuai Pro dan Kontra

Fintech Lending Perlu Antisipasi Kenaikan TWP90 Seusai Lebaran

ILUSTRASI. Ilustrasi pinjol – p2p lending (KONTAN/Muradi)

Beritafintech.com – JAKARTA. Permintaan pembiayaan dari masyarakat yang tinggi selama momentum Ramadan dan Lebaran berpotensi mengerek kinerja pembiayaan industri fintech peer to peer (P2P) lending. 

Namun, Pengamat sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengingatkan, penyelenggara fintech lending tentu perlu mengantisipasi dampak dari meningkatnya pembiayaan selama momentum Ramadan dan Lebaran. Sebab, peningkatan pembiayaan karena adanya momentum biasanya diikuti juga kenaikan tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 pascaLebaran.

“Biasanya diikuti juga kenaikan TWP90. Paling tidak dua hingga 3 bulan pasca Ramadhan dan Lebaran pasti akan mengalami kenaikan TWP90, karena siklusnya demikian. Disebabkan permintaan yang tinggi,” kata Nailul kepada Kontan, Sabtu (31/1/2026).

Nailul memperkirakan periode April 2026 hingga Juni 2026, TWP90 berpotensi mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Dia berharap apabila ada kenaikan, angkanya bisa lebih rendah dibandingkan posisi TWP90 industri per November 2025 yang melonjak menjadi 4,33%.

Baca Juga: AFPI Proyeksikan Pembiayaan Fintech Lending akan Meningkat Menjelang Ramadan

Mengenai kenaikan signifikan per November 2025, Nailul menilai hal tersebut disebabkan juga adanya faktor bencana di Sumatra dan kejadian gagal bayar dari PT Dana Syariah Indonesia (DSI). 

Oleh karena itu, kata Nailul, perlu ada pengereman dari penyelenggara fintech lending dalam menyalurkan pembiayaan pada periode Februari 2026 hingga Maret 2026 atau pada periode Ramadan hingga Lebaran, meskipun permintaan pasti tinggi. 

TRENDING  Mewujudkan Finansial Sehat di Tengah Pandemi dan Tuntutan Gaya Hidup

“Rem tersebut berfungsi sebagai pengendali TWP90 yang kemungkinan besar akan naik. Tuas rem bisa dari credit scoring atau lainnya. Remnya harus mulai dari Februari tahun ini,” kata Nailul.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan periode Ramadan dapat menjadi salah satu momentum pendorong peningkatan pembiayaan fintech lending. Hal itu tercermin dari data secara historis yang dihimpun pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menerangkan pada periode Ramadan pada 2024 atau Maret 2024, penyaluran pembiayaan fintech lending tumbuh 8,90% secara month to month (mtm). Sementara itu, pada periode Ramadan 2025 atau Maret 2025, penyaluran pembiayaan meningkat 3,80% secara mtm. 

“Tren tersebut menunjukkan bahwa Ramadan dapat menjadi salah satu momentum meningkatnya kebutuhan pembiayaan masyarakat,” katanya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK.

Baca Juga: Akulaku Menilai Pembiayaan Multiguna Berpotensi Jadi Penopang Industri Pembiayaan

Mengenai kinerja industri terbaru, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 94,85 triliun per November 2025. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 25,45% secara Year on Year (YoY).

Adapun tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per November 2025 tercatat sebesar 4,33%. Angkanya meningkat drastis, jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,76%. 

Selanjutnya: Pemerintah Godok Skema Subsidi untuk Penyaluran Rusun Meikarta

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TRENDING  Mengenal Qoala, fintech pelayanan klaim asuransi di sandbox regulatory OJK

Similar Posts

  • Jangan Mulai Bisnis Sebelum Paham Soal Modal Usaha

    Sebelum memulai bisnis, ada beberapa fondasi penting yang perlu Anda siapkan. Pertama, tentukanlah tujuan bisnis Anda dengan jelas dan spesifik. Tanpa tujuan yang jelas, bisnis Anda akan kesulitan untuk berkembang dan mencapai kesuksesan. Kedua, lakukan riset pasar secara mendalam untuk memahami kebutuhan dan keinginan konsumen potensial Anda. Dengan begitu, Anda dapat menyesuaikan produk atau layanan yang ditawarkan sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu, pastikan juga untuk memiliki rencana bisnis yang matang dan terperinci agar dapat mengatur langkah-langkah strategis dalam mengembangkan usaha Anda. Dengan fondasi yang kuat ini, peluang kesuksesan bisnis Anda akan semakin besar

  • Lender Institusi Jadi Tulang Punggung Industri Fintech P2P Lending

    ILUSTRASI. Penyaluran pinjaman industri fintech peer to peer (P2P) lending yang terus bertumbuh bisa dibilang tak terlepas dari peran lender institusi Beritafintech.com – JAKARTA. Penyaluran pinjaman industri fintech peer to peer (P2P) lending yang terus bertumbuh bisa dibilang tak terlepas dari peran lender institusi. Sebab, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lender atau pemberi pinjaman…

  • Bank Syariah Nasional Lahir, Ini Jajaran Pengurusnya

    Bank Syariah Nasional (BSN) lahir sebagai bank syariah pertama di Indonesia pada tahun 2000. Sejak itu, BSN telah menjadi salah satu bank terkemuka dalam layanan keuangan berbasis syariah di Indonesia.

    Dalam menjalankan operasinya, BSN memiliki jajaran pengurus yang sangat kompeten dan berpengalaman. Mereka adalah para ahli dalam bidang keuangan syariah yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya.

    Dengan adanya jajaran pengurus yang handal ini, BSN mampu memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah kepada seluruh nasabahnya. Hal ini membuat BSN semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai lembaga keuangan yang dapat diandalkan.

    Jadi, tidak heran jika Bank Syariah Nasional menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mendapatkan layanan perbankan berbasis syariah dengan kualitas terbaik

  • Fintech Lending Wajib Credit Scoring dengan Cara Ini Dalam Salurkan Pembiayaan

    Salah satu hal yang menjadi kunci dalam proses pengajuan pembiayaan melalui fintech lending adalah credit scoring. Dengan menggunakan metode ini, pemberi pinjaman dapat menilai risiko dan kemampuan pembayaran calon peminjam dengan lebih akurat. Namun, untuk memastikan bahwa credit scoring berjalan dengan baik, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan.

    Pertama, penting untuk mengumpulkan data secara lengkap dan akurat tentang calon peminjam. Data-data seperti riwayat kredit, pendapatan, dan informasi lainnya harus terdokumentasi dengan baik agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang profil keuangan calon peminjam.

    Selain itu, penting juga untuk menggunakan teknologi dan analisis data yang canggih dalam melakukan credit scoring. Dengan memanfaatkan teknologi seperti machine learning dan artificial intelligence, pemberi pinjaman dapat membuat prediksi yang lebih tepat tentang kemampuan pembayaran calon peminjam.

    Dengan menerapkan metode credit scoring secara efektif, fintech lending dapat menjadi solusi yang aman dan terpercaya bagi masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan. Dengan demikian, proses pengajuan pinjaman akan menjadi lebih transparan dan efisien bagi semua pihak yang terlibat

  • Bank Digital yang Hanya Mengandalkan Satu Ekosistem Berpotensi Punya Risiko Tinggi

    ILUSTRASI. Pelayanan nasabah Bank Neo Commerce (BNC)?di Jakarta, Kamis (4/1/2024). (KONTAN/Baihaki) Beritafintech.com – JAKARTA. Ekosistem yang kuat kerap digadang-gadang sebagai kunci bank digital mencatatkan kinerja ciamik. Berkat dukungan ekosistem, bank digital dapat tumbuh secara eksponensial dengan cara efektif.  Namun demikian, bank digital berbasis ekosistem juga memiliki risiko yang tidak bisa dianggap enteng. Potensi risiko itu semakin…

  • Fintech Lending Maucash Tutup Bisnis, Ini Kata Pengamat

    Maucash, salah satu perusahaan fintech lending di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan penutupan bisnis mereka. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk para pengamat industri fintech. Menurut mereka, penutupan Maucash bisa menjadi indikasi dari kondisi pasar yang semakin ketat dan persaingan yang semakin sengit di dunia fintech lending. Beberapa pengamat juga menyoroti pentingnya regulasi yang jelas dalam industri ini untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan. Meskipun begitu, Maucash tetap dianggap sebagai salah satu pelopor dalam layanan pinjaman online di Indonesia dan meninggalkan jejak yang cukup signifikan dalam perkembangan industri fintech di tanah air