Fitch Turunkan Outlook Bank BUMN, Begini Efeknya ke Saham dan Fundamental Bank

Fitch Turunkan Outlook Bank BUMN, Begini Efeknya ke Saham dan Fundamental Bank

ILUSTRASI. IHSG ditutup turun 4,57 persen ke level 7.577,06 (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

Beritafintech.com – JAKARTA. Kinerja saham bank badan usaha milik negara (BUMN) mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (10/3/2026). Tekanan ini muncul setelah lembaga pemeringkat global Fitch Ratings merevisi outlook peringkat tiga bank Himbara menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Meski demikian, Fitch tetap mempertahankan peringkat (rating) ketiga bank tersebut. Bank yang outlook peringkatnya direvisi menjadi negatif adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Pada penutupan perdagangan Selasa (10/3/2026), saham BBNI turun 0,70% ke level Rp 4.260 per saham. Padahal pada pembukaan perdagangan sahamnya sempat menguat di level Rp 4.350. Dalam sepekan terakhir, saham BBNI juga melemah 0,93%.

Baca Juga: Hadapi Geopolitik Iran-AS, Sekuritas Ini Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Investor

Sementara itu, saham BBRI ditutup turun 0,28% ke level Rp 3.560 per saham. Saham ini sempat dibuka menguat di level Rp 3.600, namun dalam sepekan terakhir terkoreksi hingga 5,57%.

Adapun saham BMRI justru ditutup menguat 1,87% ke level Rp 4.910 per saham. Pada pembukaan perdagangan sahamnya juga dibuka menguat di level Rp 4.920. Meski begitu, dalam sepekan terakhir saham BMRI masih terkoreksi 3,73%.

Dari sisi kinerja, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat laba bersih Rp 8,9 triliun hingga Februari 2026 atau tumbuh 16,7% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp 13,7 triliun atau naik 9,16% secara tahunan.

Penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp 1.513,1 triliun atau tumbuh 15,7% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut diikuti oleh penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 1.644,8 triliun atau naik 16,3% secara tahunan.

TRENDING  Ini Respons Samir Soal Adanya Ketentuan Pembatasan Pinjaman Borrower Fintech Lending

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan semakin aktifnya transaksi nasabah di berbagai kanal layanan digital Bank Mandiri.

“Laba bersih Bank Mandiri tumbuh 16,7% secara tahunan menjadi Rp 8,9 triliun hingga Februari 2026, seiring meningkatnya aktivitas transaksi digital masyarakat melalui Livin’ by Mandiri yang turut mendorong pertumbuhan pendapatan berbasis komisi,” ujar Novita dalam keterangan resmi, Selasa (10/3).

Dengan fundamental bisnis yang tetap kuat, Bank Mandiri optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ke depan.

Baca Juga: Zurich Asuransi Indonesia Proyeksikan Premi Travel dan Kendaraan Naik Jelang Lebaran

“Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis guna mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat keunggulan kompetitif perseroan,” tambah Novita.

Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk juga menunjukkan perbaikan di awal 2026. Pada Januari 2026, laba bersih BRI mencapai Rp 3,72 triliun atau melonjak 85,39% secara tahunan dari Rp 2 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pendapatan bunga yang tumbuh 1,92% secara tahunan menjadi Rp 13,24 triliun. Selain itu, penyaluran kredit BRI juga meningkat 11,95% secara tahunan menjadi Rp 1.354,09 triliun pada Januari 2026.

Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatat laba bersih bank-only sebesar Rp 1,7 triliun pada Januari 2026. Angka ini turun 2,5% secara bulanan, namun masih tumbuh 3,5% secara tahunan.

Pendapatan bunga bersih (NII) BNI tercatat meningkat 17% secara tahunan, ditopang oleh pertumbuhan kredit yang solid. Sementara margin bunga bersih (NIM) bertahan di level 3,7%. Adapun pertumbuhan kredit BNI mencapai 19% secara tahunan, meski secara bulanan melambat menjadi 1,3%.

TRENDING  Babak Baru Industri Fintech Lending, Dapat Dukungan Asuransi Kredit

Sebelumnya, setelah Moody’s memangkas outlook sejumlah bank besar di Indonesia, kini giliran Fitch yang menurunkan outlook bank pelat merah menjadi negatif. Langkah ini dinilai berpotensi menekan sentimen saham perbankan dalam jangka pendek.

Baca Juga: Kebijakan Dividen BBNI Dinilai Jadi Sinyal Stabilitas Masih Terjaga

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan mengatakan penurunan outlook dari lembaga pemeringkat memang dapat meningkatkan persepsi risiko investor terhadap sektor perbankan, terutama di tengah kondisi global yang masih bergejolak.

“Pasar biasanya merespons perubahan outlook ini sebagai peningkatan persepsi risiko terhadap sektor perbankan, apalagi di tengah volatilitas pasar yang meningkat,” ujarnya kepada Kontan Selasa (10/3).

Meski demikian, Ekky menilai perubahan outlook tidak serta-merta mencerminkan penurunan fundamental bank secara langsung. Oleh karena itu, dampaknya terhadap kinerja operasional bank dinilai masih relatif terbatas.

Ia memperkirakan tekanan terhadap harga saham bank BUMN masih berpotensi terjadi dalam jangka pendek. Pasalnya, investor cenderung bersikap lebih hati-hati sambil menunggu perkembangan sentimen global maupun domestik.

Di tengah tekanan tersebut, sentimen dividen dinilai masih dapat menjadi penopang bagi saham perbankan. Bank-bank besar di Indonesia dikenal memiliki dividend yield yang relatif menarik.

“Namun dalam kondisi sentimen eksternal yang cukup kuat seperti saat ini, efek dividen kemungkinan lebih berfungsi sebagai penopang stabilitas harga dibandingkan menjadi katalis utama penguatan saham,” tambahnya.

Ke depan, arah pergerakan saham perbankan masih akan sangat dipengaruhi oleh stabilitas makro domestik, pergerakan nilai tukar rupiah, serta dinamika suku bunga global.

Menurut Ekky, jika kondisi global mulai stabil dan tekanan pasar mereda, sektor perbankan berpotensi kembali dilirik investor karena fundamentalnya yang relatif kuat, terutama dari sisi pertumbuhan kredit dan profitabilitas bank besar.

TRENDING  BPKH Mencari Pemilik Baru Bank Muamalat Sembari Perbaiki Kinerja

Baca Juga: Jasindo: Premi Asuransi Umum Masih Berpeluang Tumbuh Positif Tahun Ini

“Untuk saat ini outlook sektor perbankan cenderung netral. Investor sebaiknya lebih selektif dan menunggu konfirmasi stabilisasi pasar sebelum meningkatkan eksposur pada saham perbankan,” jelasnya.

Senada, Head Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki menilai revisi outlook tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap risiko fiskal Indonesia yang dapat berdampak pada sektor perbankan.

Menurutnya, bank-bank BUMN memiliki keterkaitan erat dengan kondisi fiskal negara sehingga perubahan outlook dapat meningkatkan persepsi risiko investor.

“Efek utamanya adalah peningkatan persepsi risiko atas bank-bank ini karena terikat erat dengan risiko fiskal negara, yang berpotensi meningkatkan biaya pendanaan atau cost of fund,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi pelebaran defisit fiskal hingga sekitar 2,9% pada 2026 juga dapat memicu peningkatan biaya untuk mendapatkan pendanaan valuta asing.

Meski demikian, Yaki masih melihat sejumlah saham bank tetap menarik untuk dikoleksi dengan rekomendasi berbeda.

Ia merekomendasikan buy untuk saham BBNI dengan target harga Rp 5.690, BMRI dengan target Rp 6.500, serta BBTN dengan target Rp 1.700.

Sementara saham BBRI direkomendasikan hold dengan target harga Rp 4.400. Adapun saham BBCA dinilai menarik untuk trading buy dengan target harga Rp 8.200.

Baca Juga: Bank Mandiri Taspen Perkuat Program Sosial

Dengan berbagai sentimen yang ada, pelaku pasar disarankan lebih berhati-hati dan melakukan akumulasi secara bertahap sambil menunggu stabilitas pasar keuangan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Proteksi Brand Digital: Mengapa Borong Domain Murah Itu Investasi Penting?

    Investasi dalam proteksi merek digital sangat penting untuk memastikan keberlangsungan bisnis Anda di era digital ini. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memborong domain murah sebagai langkah awal dalam melindungi identitas dan reputasi merek Anda secara online. Dengan memiliki banyak domain yang terkait dengan merek Anda, Anda dapat mencegah pihak lain mengambil alih nama domain tersebut dan merugikan bisnis Anda. Jadi, jangan ragu untuk berinvestasi dalam proteksi merek digital dengan memborong domain murah sekarang juga!

  • Ini Strategi dan Upaya Penegakan Hukum Pemberantasan Pinjol Ilegal

    Dalam upaya pemberantasan pinjol ilegal, strategi dan penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan komprehensif. Langkah-langkah preventif seperti sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya pinjol ilegal perlu ditingkatkan, serta kerjasama antara lembaga pemerintah, kepolisian, dan lembaga keuangan harus diperkuat.

    Selain itu, penindakan terhadap pelaku pinjol ilegal juga harus dilakukan dengan cepat dan efektif. Tidak hanya menindak para pelaku utama, tetapi juga jaringan mereka yang terlibat dalam praktik ilegal ini. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku sehingga praktik pinjol ilegal dapat diminimalisir.

    Pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan jasa pinjol ilegal juga perlu ditingkatkan melalui edukasi yang intensif. Dengan begitu, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih aman dari praktik pinjol ilegal yang merugikan banyak pihak

  • Bank Dituntut untuk Menghadirkan Layanan Digital seperti Fintech

    Bank-bank tradisional dituntut untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan digital seperti yang telah dilakukan oleh perusahaan fintech. Hal ini menjadi penting mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan tingginya permintaan masyarakat akan kemudahan dalam bertransaksi secara online. Dengan adanya layanan digital, diharapkan bank dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi nasabah serta meningkatkan daya saing di pasar finansial. Selain itu, kehadiran layanan digital juga diharapkan dapat memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke bank konvensional. Oleh karena itu, bank dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabahnya

  • Kredit Macet Fintech Lending Meningkat dari Kalangan Muda, OJK Ungkap Pemicunya

    Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit macet dari fintech lending semakin meningkat, terutama dari kalangan muda. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan tingginya tingkat konsumtif di kalangan generasi milenial. OJK pun mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama dari peningkatan kredit macet ini adalah kurangnya kesadaran akan risiko yang ditimbulkan oleh pinjaman online tanpa pertimbangan yang matang. Oleh karena itu, penting bagi para pemuda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mempertimbangkan dengan seksama sebelum mengambil pinjaman dari fintech lending

  • KoinWorks Jadi Fintech Lending Pertama yang Hadirkan Layanan Customer Service 24 Jam

    KoinWorks telah menjadi pionir dalam dunia fintech lending di Indonesia dengan menghadirkan layanan customer service 24 jam pertama kali. Dengan adanya layanan ini, para pengguna KoinWorks dapat dengan mudah mendapatkan bantuan dan informasi kapan pun mereka membutuhkannya. Hal ini tentu saja membuat pengalaman bertransaksi di platform KoinWorks menjadi lebih nyaman dan aman. Tidak heran jika KoinWorks berhasil menarik perhatian banyak orang dan menjadi salah satu platform fintech lending terkemuka di Indonesia

  • 2 Cara Mudah Cek NIK KTP Dipakai Pinjol atau Tidak Secara Online & Offline

    Apakah Anda sering merasa khawatir dengan penggunaan NIK KTP Anda oleh perusahaan pinjaman online (Pinjol)? Jika iya, ada dua cara mudah untuk memeriksa apakah NIK KTP Anda telah dipakai oleh Pinjol atau tidak, baik secara online maupun offline.

    Cara pertama adalah dengan melakukan pengecekan secara online melalui situs resmi OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Anda dapat mengunjungi website resmi OJK dan memasukkan NIK KTP Anda untuk mengetahui apakah data pribadi Anda telah digunakan oleh perusahaan Pinjol.

    Sementara itu, cara kedua adalah dengan melakukan pengecekan secara offline melalui kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat. Dengan membawa kartu identitas asli dan surat permohonan yang berisi alasan pengecekan NIK KTP, petugas akan membantu Anda untuk memeriksa apakah NIK KTP Anda telah dipakai oleh Pinjol.

    Dengan melakukan dua cara mudah ini, Anda dapat lebih tenang dan terhindar dari potensi penyalahgunaan data pribadi oleh perusahaan pinjaman online. Jangan ragu untuk melakukan pengecekan secara berkala agar keamanan data pribadi Anda tetap terjamin