Sempat Diterpa Isu Bangkrut, Begini Cara Fintech Agar BPR Tak Gugur

Sempat Diterpa Isu Bangkrut, Begini Cara Fintech Agar BPR Tak Gugur

Jakarta: Industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sempat diterpa isu bangkrut. Bahkan pada 2023 lalu, sejumlah BPR gulung tikar.
 
Di tengah isu tersebut, fintech Komunal justru menggelar pameran Deposito BPR pertama. Hal ini menjadi salah satu upaya agar masyarakat kembali mengenal dan memahami deposito BPR sebagai instrumen investasi yang aman dan menguntungkan.
 
“Dari Komunal, sebenarnya harapannya adalah membantu para BPR terutama dari sisi pendanaan, supaya BPR ini lebih dikenal oleh masyarakat luas terutama akan produk deposito nya yang sebenarnya unggul, dari sisi bunga penjaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dan dari sisi keamanan juga,” kata Co-Founder & CFO Komunal Indonesia, Kendrick Winoto, saat ditemui di BPR Fair di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 5 Juni 2024.

Kendrick menegaskan, masyarakat semakin dapat mengenal BPR, terlihat dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang sudah terakumulasi di DepositoBPR by Komunal, yang mencapai Rp7 triliun-Rp8 triliun.
 
“Dari sejak platform BPR dibuka pada 2021 sampai sekarang sudah Rp7 triliun, sampai Rp8 triliun yang sudah terdanai dari platform kami,” kata Kendrick.
 
 

Edukasi BPR ke masyarakat

AVP Marketing & Communications Komunal Indonesia, Vera Rosana, mengatakan sosialisasi dan edukasi yang bisa dilakukan BPR-BPR terhadap masyarakat, dengan cara membawa BPR terkait ke kota tier 1.
 
Dengan meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap BPR, diharapkan jumlah investasi yang masuk ke BPR meningkat dan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kota-kota tier 2 dan 3.
 
“Ini upaya kami untuk empowering BPR- BPR itu, tujuannya semua BPR yang dibawa ke sini agar para deposan di kota-kota tier 1 seperti Jakarta misalnya bisa mengenal BPR yang kami bawa dari daerah ke sini. Contoh dari Jawa Timur, Bali, Pekanbaru. Hal itu tidak mungkin terjadi kalau tidak kami ajak ke sini. Jadi kita sama-sama bertumbuh, karena tagline kami Tumbuh Bersama Komunitas,” ujar Vera.
 
Diketahui, Komunal BPR Fair diselenggarakan pada 5-9 Juni 2024 di Atrium Mall of Indonesia. Dalam pameran ini, ada empat mitra BPR dan 1 mitra BPRS yang mengikuti, yakni BPR Nusumma (Jatim), BPR Pekanbaru Madani Perseroda (Riau), BPR Suryajaya Kubutambahan (Bali), dan BPR Kirana (Jatim) serta BPRS Artha Madani (Jabar).
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di

TRENDING  Daftar Lengkap 96 Perusahaan Pinjol Resmi Per Juni 2025

Google News

(AHL)

Similar Posts

  • Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

    Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.

    Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar.

    Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

  • Perusahaan Fintech Akan Banding Putusan KPPU Soal Bunga Fintech

    Perusahaan fintech telah menyatakan akan mengajukan banding terhadap putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait masalah bunga yang dikenakan oleh perusahaan fintech. Keputusan KPPU tersebut dinilai tidak adil dan merugikan perusahaan fintech, sehingga mereka memutuskan untuk melawan putusan tersebut demi keberlangsungan bisnis mereka. Hal ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan betapa pentingnya regulasi yang adil dalam industri fintech agar tidak merugikan pihak-pihak yang terlibat

  • OJK Akan Menaikkan Batas Atas Pembiayaan Fintech

    Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membuat aturan baru yang mangatur fintech peer to peer lending (P2P lending). Salah satu poinnya adalah batas maksimum pembiayaan dari saat ini sebesar Rp 2 miliar. OJK menyebut, rancangan POJK fintech P2P lending sebagai tindak lanjut UU Pengembangan dan Penguatan Sektor

  • Penurunan Saham Bank Masih Terjadi, Asing Banyak Jual

    Penurunan saham Bank masih terjadi hari ini, membuat para investor semakin khawatir. Pasar saham dipenuhi dengan aksi jual dari investor asing yang terus meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap kinerja Bank belum pulih sepenuhnya. Para analis pun memberikan saran agar para investor tetap waspada dan mempertimbangkan untuk menjaga aset investasi mereka dengan baik. Semoga kondisi pasar segera membaik dan saham Bank dapat kembali mengalami kenaikan nilai

  • Bank DKI sukses raih prestasi di tengah pandemi Covid-19

    Bank DKI has proven to be a shining example of success in the midst of the Covid-19 pandemic. Despite the challenges brought on by the global health crisis, Bank DKI has managed to achieve remarkable accomplishments. Their resilience and dedication have not gone unnoticed, as they continue to provide exceptional service and support to their customers. Congratulations to Bank DKI for their well-deserved recognition during these difficult times

  • AirAsia Move dan HTS Integrasikan Produk Pendukung Fintech

    Jakarta: AirAsia Move (sebelumnya airasia Superapp) umumkan kemitraan dengan HTS (Hopper Technology Solutions) untuk mengintegrasikan produk pendukung teknologi keuangan (fintech)ke dalam platform digital AirAsia.  Dalam kurun beberapa bulan ke depan, AirAsia Move akan menawarkan opsi “Cancel for Any Reason”, atau Pembatalan dengan Alasan Apapun untuk pemesanan penerbangan tanpa fasilitas pengembalian dana (non-refundablefares). Nantinya, opsi “Cancel…