Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

ILUSTRASI. Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jago Melesat 46% (KONTAN/Baihaki)

Beritafintech.com – JAKARTA. Bank digital memperluas layanan untuk menarik nasabah generasi Z (Gen Z). Kelompok usia ini tidak lagi menggunakan layanan perbankan hanya untuk menyimpan dana dan bertransaksi, tetapi juga mulai memanfaatkan fitur pengelolaan keuangan hingga investasi.

Head of Sustainability & Digital Lending Bank Jago, Andy Djiwandono, mengatakan pertumbuhan minat Gen Z terhadap layanan keuangan digital meningkat signifikan sejak pandemi Covid-19. Salah satu indikatornya terlihat dari meningkatnya jumlah investor ritel yang banyak berasal dari kelompok usia muda.

“Sejak Covid sampai sekarang, minat paling besar di Gen Z saya lihat di sisi investasi. Kami senang karena berarti mereka semakin melek mengenai pilihan investasi,” ujar Andy dalam acara Forum Jurnalis Jagoan di Menara SMBC Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago, Michael Hartawan, mengatakan kebutuhan Gen Z terhadap layanan keuangan kini berkembang lebih luas. Menurutnya, kelompok ini mulai mencari layanan yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membantu mengatur keuangan secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: BI Rate Naik, Bank Digital Kompak Tahan Bunga Deposito, Bahkan Ada yang Turun

Michael menjelaskan, fitur pengelolaan keuangan seperti kantong (pockets) menjadi salah satu layanan yang banyak digunakan nasabah Gen Z. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengatur dana sesuai kebutuhan, mulai dari transaksi harian hingga persiapan investasi.

Selain itu, penggunaan produk investasi juga mulai meningkat. Hal ini didukung integrasi Bank Jago dengan platform investasi Bibit dan Stockbit yang memungkinkan nasabah mengalokasikan dana ke berbagai instrumen, seperti deposito, reksa dana, hingga saham.

TRENDING  Bank Aladin Syariah Telah Menghimpun Dana Nasabah Rp 1,3 Triliun

“Kami melihat keseimbangan antara penggunaan untuk transaksi, tabungan, dan instrumen investasi cukup menarik,” kata Michael.

Menurut Michael, kemudahan dan fleksibilitas menjadi salah satu faktor yang menarik bagi Gen Z. Fitur seperti kantong terkunci diminati karena memungkinkan pengguna menyimpan dana sekaligus tetap dapat mengaksesnya melalui aplikasi.

“Anak-anak Gen Z maunya praktis dan sederhana. Itu yang menjadi salah satu daya tarik fitur kantong terkunci,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, keputusan Gen Z dalam memilih bank digital tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat bunga simpanan. Pengalaman penggunaan aplikasi, keamanan data, serta reputasi bank juga menjadi pertimbangan.

“Gen Z mempertimbangkan kemudahan interaksi, gamification atau model bank yang mirip dengan bermain game, serta tampilan aplikasi merupakan poin penting,” ujar Bhima kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Bank Digital Tetap Menahan Suku Bunga Deposito Saat BI Rate Naik, Ini Alasannya

Bhima menambahkan, kolaborasi dengan platform digital dapat menjadi strategi untuk memperkuat daya tarik layanan perbankan di segmen muda. Menurutnya, Gen Z lebih tertarik dengan berbagai keuntungan yang terintegrasi dalam aktivitas digital mereka, seperti diskon maupun bonus pembelian di platform e-commerce.

“Gen Z lebih tertarik dengan iming-iming diskon produk di layanan platform digital karena interaksi mereka banyak dilakukan secara digital,” katanya.

Vice President LPPI, Trioksa Siahaan menilai, bank digital memiliki sejumlah keunggulan dalam menarik Gen Z, mulai dari proses pembukaan rekening yang cepat, bebas biaya administrasi, aplikasi yang sederhana, hingga berbagai program promosi.

Menurutnya, Gen Z kini lebih mempertimbangkan kemudahan transaksi, biaya layanan, cashback, keamanan, serta pengalaman menggunakan aplikasi dibandingkan hanya melihat bunga simpanan.

TRENDING  Pinjam Dulu Seratus? Tips Menghadapi Teman Hobi Utang

“Bagi Gen Z, bunga simpanan bukan lagi faktor utama, karena bebas biaya admin, kemudahan transaksi, cashback, keamanan, dan pengalaman aplikasi yang nyaman umumnya lebih menentukan,” ujar Trioksa kepada Kontan, Kamis (9/7/2026).

Gen Z juga menginginkan layanan perbankan yang terintegrasi dengan aktivitas digital sehari-hari, mulai dari transaksi QRIS, pengelolaan keuangan, investasi, hingga pembayaran kebutuhan harian.

Karena itu, Trioksa menilai bank digital perlu terus mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda melalui pengalaman aplikasi yang sederhana, personal, serta terintegrasi dengan ekosistem digital.

Baca Juga: Bukan Perang Bunga, Bank Digital Fokus Genjot Dana Murah Saat Persaingan DPK Ketat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Proteksi Brand Digital: Mengapa Borong Domain Murah Itu Investasi Penting?

    Investasi dalam proteksi merek digital sangat penting untuk memastikan keberlangsungan bisnis Anda di era digital ini. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memborong domain murah sebagai langkah awal dalam melindungi identitas dan reputasi merek Anda secara online. Dengan memiliki banyak domain yang terkait dengan merek Anda, Anda dapat mencegah pihak lain mengambil alih nama domain tersebut dan merugikan bisnis Anda. Jadi, jangan ragu untuk berinvestasi dalam proteksi merek digital dengan memborong domain murah sekarang juga!

  • Pusat Finansial

    Bagi Anda yang ingin mengelola keuangan dengan lebih baik, Pusat Finansial adalah solusi terbaik! Dengan berbagai tips dan trik tentang investasi, pengelolaan utang, dan perencanaan keuangan, kami siap membantu Anda mencapai tujuan finansial Anda. Jadi jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas kami sekarang juga!

  • Menakar Peluang Bisnis dari Kehadiran Bank Emas

    Bank Emas merupakan salah satu inovasi terbaru dalam dunia perbankan yang menawarkan peluang bisnis yang menarik. Dengan kehadiran Bank Emas, para investor dapat dengan mudah membeli dan menjual emas secara online, tanpa perlu repot-repot datang ke toko fisik. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pelaku bisnis emas.

    Selain itu, Bank Emas juga memberikan jaminan keamanan dan transparansi dalam setiap transaksi yang dilakukan. Dengan sistem teknologi blockchain yang digunakan oleh Bank Emas, para investor dapat melacak setiap transaksi mereka dengan mudah dan aman. Hal ini tentu saja menjadi nilai tambah bagi para pelaku bisnis emas yang ingin mengoptimalkan investasi mereka.

    Dengan adanya Bank Emas, peluang bisnis di bidang investasi emas semakin terbuka lebar. Para investor dapat dengan mudah membeli emas dalam jumlah besar maupun kecil sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, harga emas yang ditawarkan oleh Bank Emas juga bersaing sehingga para investor bisa mendapatkan keuntungan maksimal dari investasi mereka.

    Dengan segala kemudahan dan manfaat yang ditawarkan oleh Bank Emas, tidak heran jika banyak orang mulai melirik peluang bisnis di bidang investasi emam ini. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan di dunia bisnis dengan memanfaatkan kehadiran Bank Emam sebagai sarana berinvestasi Anda!

  • Ini Alasan OJK Cabut Izin Usaha Fintech Lending Ringan

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memutuskan untuk mencabut izin usaha bagi sejumlah perusahaan fintech lending ringan. Keputusan ini diambil karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, seperti tidak mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan oleh OJK. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk melindungi konsumen dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Meskipun demikian, OJK juga memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan perbaikan dan mengajukan permohonan izin kembali jika sudah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan

  • Bingung Atur Keuangan? Ini 5 Tips Finansial dengan Konsep Syariah

    Jakarta: Meski telah memasuki bulan kedua 2024, tak ada kata terlambat untuk mulai mengatur keuangan secara matang demi mencapai tujuan finansial di masa mendatang.   Apalagi di tengah era modern saat ini, masyarakat dihadapkan pada berbagai solusi keuangan, termasuk produk dan layanan perbankan syariah yang menawarkan beragam manfaat.   Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat

  • Fintech Market Reports Rapid Growth during Covid-19 Pandemic: Study

    Jakarta: The fintech market has continued to help expand access to financial services during the covid-19 pandemic—particularly in emerging markets—with strong growth in all types of digital financial services except lending, according to a joint study by the World Bank, the Cambridge Centre for Alternative Finance at the University of Cambridge’s Judge Business School, and