Skip to content

Berita Fintech

  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TOS
Berita Fintech
  • Krom Bank Siap Buka Peluang Konsolidasi, Sambut Arah Perampingan Bank dari OJK
    UPDATE

    Krom Bank Siap Buka Peluang Konsolidasi, Sambut Arah Perampingan Bank dari OJK

    ByVincent Abdur January 30, 2026January 30, 2026

    Krom Bank siap membuka peluang konsolidasi dan menyambut arah perampingan bank yang diinstruksikan oleh OJK. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat posisi Krom Bank di pasar keuangan dan meningkatkan daya saingnya. Dengan adanya konsolidasi, diharapkan Krom Bank dapat lebih efisien dalam menjalankan operasionalnya serta memberikan layanan terbaik kepada nasabah. Selain itu, dengan mengikuti arah perampingan yang ditetapkan oleh OJK, Krom Bank juga akan lebih siap menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin ketat dalam industri perbankan

    Read More Krom Bank Siap Buka Peluang Konsolidasi, Sambut Arah Perampingan Bank dari OJKContinue

  • OJK Perketat Regulasi Fintech P2P Lending, AFPI Pastikan Kepatuhan Industri
    UPDATE

    Laba Fintech Lending Naik Signifikan 90,4% per November 2025, Ini Kata AFPI

    ByVincent Abdur January 30, 2026January 30, 2026

    Menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), pertumbuhan Laba Fintech Lending telah naik signifikan sebesar 90,4% per November 2025. Hal ini menunjukkan bahwa industri fintech lending terus berkembang pesat di tanah air. AFPI menyatakan bahwa hal ini merupakan bukti dari tingginya minat masyarakat dalam menggunakan layanan pinjaman online yang praktis dan cepat. Dengan adanya pertumbuhan yang begitu besar, AFPI optimis bahwa industri fintech lending akan terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia di masa mendatang

    Read More Laba Fintech Lending Naik Signifikan 90,4% per November 2025, Ini Kata AFPIContinue

  • Rencana OJK Batasi Lender Individu Non Profesional di Fintech Tuai Pro dan Kontra
    UPDATE

    Laba Fintech Lending Naik 90,4% per November 2025, Ini Kata Pengamat

    ByVincent Abdur January 30, 2026January 30, 2026

    Menurut pengamat, kenaikan Laba Fintech Lending sebesar 90,4% per November 2025 merupakan pencapaian yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa industri fintech lending terus berkembang pesat dan semakin diminati oleh masyarakat. Kenaikan laba yang signifikan ini juga menunjukkan bahwa perusahaan telah berhasil mengelola risiko dengan baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan bagi para pelanggannya. Dengan pertumbuhan yang begitu tinggi, tidak heran jika Laba Fintech Lending menjadi sorotan utama dalam dunia bisnis saat ini

    Read More Laba Fintech Lending Naik 90,4% per November 2025, Ini Kata PengamatContinue

  • Roadmap Fintech di 2026 untuk Memperluas Pendanaan UMKM
    UPDATE

    Roadmap Fintech di 2026 untuk Memperluas Pendanaan UMKM

    ByVincent Abdur January 26, 2026January 26, 2026

    Menurut Roadmap Fintech di 2026, langkah-langkah yang perlu diambil untuk memperluas pendanaan UMKM adalah dengan meningkatkan aksesibilitas terhadap layanan keuangan digital, seperti peer-to-peer lending dan crowdfunding. Selain itu, kolaborasi antara lembaga keuangan tradisional dan startup fintech juga menjadi kunci utama dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam dunia fintech, diharapkan UMKM dapat lebih mudah mengakses sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka

    Read More Roadmap Fintech di 2026 untuk Memperluas Pendanaan UMKMContinue

  • OJK Yakin Target Pembiayaan Fintech Lending untuk Sektor Produktif dan UMKM Tercapai
    UPDATE

    9 Fintech Lending Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Rp 12,5 Miliar

    ByAnindita Maya January 24, 2026January 24, 2026

    Menurut laporan terbaru, 9 perusahaan fintech lending di Indonesia belum memenuhi ketentuan ekuitas minimal sebesar Rp 12,5 miliar. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan regulator terkait dengan risiko yang mungkin timbul akibat ketidakpatuhan tersebut. Meskipun demikian, industri fintech lending tetap menjadi salah satu sektor yang paling diminati oleh para investor dan pelaku bisnis di Tanah Air. Diharapkan dengan adanya regulasi yang lebih ketat, para pelaku usaha dapat lebih berhati-hati dalam menjalankan operasional mereka demi menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech lending

    Read More 9 Fintech Lending Belum Penuhi Ketentuan Ekuitas Rp 12,5 MiliarContinue

  • OJK Yakin Target Pembiayaan Fintech Lending untuk Sektor Produktif dan UMKM Tercapai
    UPDATE

    OJK Masih Lakukan Pendalaman Terkait Merger 2 Fintech Lending Syariah

    ByAnindita Maya January 24, 2026January 24, 2026

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih terus melakukan pendalaman terkait rencana merger antara dua perusahaan fintech lending syariah. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa proses penggabungan kedua entitas tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak merugikan konsumen maupun pihak lainnya. OJK juga akan memastikan bahwa merger ini tidak melanggar prinsip-prinsip syariah dalam industri keuangan. Dengan adanya pendalaman yang dilakukan oleh OJK, diharapkan proses merger ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi semua pihak yang terlibat

    Read More OJK Masih Lakukan Pendalaman Terkait Merger 2 Fintech Lending SyariahContinue

  • OJK Atur Pembatasan Lender Nonprofesional di Fintech Lending, Ini Kata GandengTangan
    UPDATE

    OJK Atur Pembatasan Lender Nonprofesional di Fintech Lending, Ini Kata GandengTangan

    ByVincent Abdur January 23, 2026January 23, 2026

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur pembatasan bagi lender nonprofesional di industri fintech lending. Hal ini disambut baik oleh GandengTangan, platform peer-to-peer lending yang telah lama beroperasi di Indonesia.

    Menurut GandengTangan, langkah OJK tersebut sangat penting untuk melindungi para peminjam dari risiko yang mungkin timbul akibat praktik tidak etis dari lender nonprofesional. Dengan adanya regulasi yang lebih ketat, diharapkan akan tercipta lingkungan bisnis yang lebih sehat dan transparan di industri fintech lending.

    GandengTangan juga menyatakan komitmennya untuk terus mematuhi semua regulasi yang dikeluarkan oleh OJK demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan peer-to-peer lending. Mereka percaya bahwa dengan kerjasama antara regulator dan pelaku usaha, industri fintech lending di Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua pihak

    Read More OJK Atur Pembatasan Lender Nonprofesional di Fintech Lending, Ini Kata GandengTanganContinue

  • Rencana OJK Batasi Lender Individu Non Profesional di Fintech Tuai Pro dan Kontra
    UPDATE

    OJK: Beberapa Fintech Lending yang Gagal Bayar Telah Dikenakan Sanksi PKU

    ByVincent Abdur January 22, 2026January 22, 2026

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberlakukan sanksi kepada beberapa perusahaan fintech lending yang gagal membayar pinjaman kepada nasabahnya. Sanksi yang dikenakan berupa Penyidikan Khusus Usaha (PKU) sebagai upaya penegakan hukum terhadap praktik ilegal dalam industri fintech. Langkah ini diambil untuk melindungi konsumen dan menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia

    Read More OJK: Beberapa Fintech Lending yang Gagal Bayar Telah Dikenakan Sanksi PKUContinue

  • Optimalkan dana nganggur, Raiz Invest jajaki kerja sama dengan e-wallet
    UPDATE

    Optimalkan dana nganggur, Raiz Invest jajaki kerja sama dengan e-wallet

    ByAnindita Maya January 19, 2026January 19, 2026

    Raiz Invest, platform investasi yang sedang naik daun, kini tengah menjajaki kerja sama dengan beberapa e-wallet terkemuka di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan dana nganggur para pengguna e-wallet tersebut, sehingga dapat diinvestasikan secara cerdas dan menguntungkan. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan para pengguna e-wallet dapat lebih mudah dan efisien dalam mengelola dan mengoptimalkan keuangan mereka. Selain itu, Raiz Invest juga memberikan berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing pengguna, sehingga mereka dapat meraih tujuan keuangan mereka dengan lebih baik

    Read More Optimalkan dana nganggur, Raiz Invest jajaki kerja sama dengan e-walletContinue

  • Ada 7 Bank Bangkrut di Indonesia di Sepanjang 2025, Simak Daftarnya!
    UPDATE

    Ada 7 Bank Bangkrut di Indonesia di Sepanjang 2025, Simak Daftarnya!

    ByAnindita Maya January 19, 2026January 19, 2026

    Menurut data terbaru, ada 7 bank yang dinyatakan bangkrut di Indonesia sepanjang tahun 2025. Daftar lengkapnya bisa kamu simak di bawah ini! Apa yang sebenarnya terjadi dengan industri perbankan di tanah air? Simak selengkapnya untuk mengetahui lebih lanjut

    Read More Ada 7 Bank Bangkrut di Indonesia di Sepanjang 2025, Simak Daftarnya!Continue

Page navigation

Previous PagePrevious 1 2 3 4 5 6 … 100 Next PageNext

© 2026 Berita Fintech - WordPress Theme by Kadence WP

  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • TOS