Biar Aman di Masa Depan, Nasabah Juga Perlu Atur Warisan Finansial Keluarga

Biar Aman di Masa Depan, Nasabah Juga Perlu Atur Warisan Finansial Keluarga

Jakarta: PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) bersama PT Bank HSBC Indonesia (Bank HSBC) berkolaborasi memberi solusi warisan untuk mendukung kehidupan keluarga nasabah HSBC Premier di masa depan melalui Premier Legacy Assurance.

Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan inflasi, persiapan masa depan generasi penerus menjadi krusial. Pentingnya persiapan sejak dini melalui investasi, peninggalan aset, dan pendidikan untuk kelangsungan hidup di masa depan.

Survei yang dilakukan Allianz terhadap nasabah SES kelas menengah ke atas, 94 persen responden menganggap peninggalan warisan penting. Kemudian, 85 persen di antaranya sudah mempersiapkannya melalui asuransi. Namun, 78 persen dari mereka menginginkan fitur tambahan untuk meningkatkan nilai warisan yang akan diterima keluarganya.
“Allianz Life membangun kerja sama yang strategis bersama dengan Bank HSBC sebagai wealth manager di Indonesia. Inovasi ini merupakan dukungan kami secara penuh agar rencana keuangan keluarga tidak terhenti ketika risiko kehidupan terjadi, serta kualitas hidup nasabah terlindungi dalam jangka panjang,” kata Country Manager & President Director Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz, dalam konferensi pers, Kamis 18 April 2024.

3 faktor hidup berkualitas

President Director HSBC Indonesia, Francois de Maricourt menambahkan, melihat dari survei Quality of Life yang dilakukan oleh HSBC, menunjukkan tiga faktor utama hidup yang berkualitas yakni kesehatan fisik dan mental, kecukupan finansial, serta waktu berkualitas bersama keluarga adalah faktor utama dalam kehidupan berkualitas.

Hal ini sangat terkait dengan legacy planning bagi nasabah Premier, yang membantu mempersiapkan masa depan mereka dan memberikan ketenangan pikiran. Legacy planning juga membantu generasi penerus dalam memenuhi faktor-faktor tersebut untuk kehidupan yang berkualitas di masa depan.

TRENDING  Transaksi BI-FAST KB Bank Tumbuh 40% hingga April 2026

“Premier Legacy Assurance adalah solusi bagi nasabah Premier yang ingin meningkatkan warisan mereka selain dari aset yang sudah dimiliki. Fitur booster uang pertanggungan dalam produk ini juga mengatasi kekhawatiran akan pengaruh inflasi terhadap nilai warisan yang akan diterima oleh generasi penerus,” jelas Francois.

Dia menjabarkan, produk ini menawarkan Manfaat Akhir Kontrak yang artinya nasabah akan menerima manfaat sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam polis, dapat mencapai total maksimum 300 persen dari jumlah uang pertanggungan. Ketentuan ini mencakup penambahan jumlah uang pertanggungan dari manfaat booster dengan memberikan perlindungan yang komprehensif.

“Selain itu, juga memberikan fleksibilitas yang disesuaikan dengan preferensi nasabah. Hal itu memungkinkan nasabah memilih jangka waktu pembayaran premi yang sesuai, baik Premi Dasar Tunggal atau Premi Dasar Berkala, dengan masa asuransi hingga Usia Tertanggung 100 tahun,” kata dia. (Indy Tazkia Aulia)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(AHL)

Penting bagi nasabah untuk merencanakan warisan finansial keluarga agar aman di masa depan. Hal ini merupakan langkah yang bijak untuk mengatur aset dan keuangan keluarga guna mencegah konflik di kemudian hari. Dengan merencanakan warisan finansial, nasabah bisa memastikan bahwa harta benda mereka akan disalurkan sesuai dengan keinginan mereka dan dapat memberikan perlindungan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, perencanaan warisan juga membantu menghindari masalah hukum dan pajak yang dapat muncul ketika seseorang meninggal. Oleh karena itu, nasabah perlu bijaksana dalam mengatur warisan finansial untuk keamanan keluarga di masa depan.

Similar Posts

  • Manajemen Risiko Finansial Bank Bulion di Indonesia

    Manajemen risiko finansial merupakan hal yang sangat penting bagi Bank Bulion di Indonesia. Dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan di pasar keuangan, bank ini harus mampu mengelola risiko dengan baik agar tetap dapat bertahan dan berkembang. Risiko-risiko seperti risiko kredit, risiko pasar, dan risiko likuiditas harus dikelola secara hati-hati dan proaktif.

    Bank Bulion juga harus memperhatikan regulasi yang ada terkait manajemen risiko finansial agar tidak melanggar aturan yang berlaku. Selain itu, bank ini juga perlu memiliki tim yang kompeten dalam bidang manajemen risiko finansial untuk dapat mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko dengan tepat.

    Dengan melakukan manajemen risiko finansial yang baik, Bank Bulion di Indonesia akan dapat meningkatkan kepercayaan nasabah serta menjaga reputasi mereka sebagai lembaga keuangan yang aman dan terpercaya. Selain itu, bank ini juga akan lebih siap dalam menghadapi berbagai ketidakpastian di pasar keuangan sehingga dapat tetap bersaing secara sehat di industri perbankan

  • AAUI: Asuransi Kredit Fintech P2P Lending Butuh Kehati-hatian

    Asuransi kredit fintech P2P lending merupakan salah satu produk yang sedang populer saat ini. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan produk ini juga memerlukan kehati-hatian yang tinggi. Hal ini dikarenakan risiko default atau gagal bayar yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

    Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk menggunakan asuransi kredit fintech P2P lending, penting bagi kita untuk melakukan riset dan analisis mendalam terlebih dahulu. Pastikan bahwa perusahaan penyedia asuransi tersebut memiliki reputasi yang baik dan telah terdaftar secara resmi.

    Selain itu, jangan lupa untuk membaca dengan teliti syarat dan ketentuan dari polis asuransi tersebut. Pastikan bahwa semua informasi yang diberikan sudah jelas dan tidak ada celah untuk penafsiran ganda.

    Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita dapat menghindari risiko kerugian yang mungkin timbul akibat penggunaan asuransi kredit fintech P2P lending tanpa pertimbangan matang. Jadi, selalu ingatlah untuk berhati-hati dalam menggunakan produk-produk finansial seperti ini demi melindungi diri kita sendiri dari kemungkinan kerugian di masa depan

  • Get to know the 4 Types of Fintech in Indonesia

    Bandung: The Financial Services Authority (OJK) revealed that financial technology is a technological innovation in the financial sector so that financial transactions can be carried out practically, easily and effectively. In practice, there are four types of fintech in Indonesia.  Head of Education and Consumer Protection Section of OJK Regional Office 2 West Java Teguh

  • Lebih dari 1.200 Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi Fintech P2P Lending Peroleh Sertifikasi dari AFPI

    Lebih dari 1.200 pemegang saham, komisaris, dan direksi perusahaan fintech P2P lending telah berhasil memperoleh sertifikasi dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam menjalankan bisnis secara profesional dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan industri fintech P2P lending dapat semakin berkembang dan memberikan layanan yang terpercaya bagi masyarakat

  • OJK Panggil Direksi Bank Mantap Terkait Dugaan Penipuan Investasi di Purwokerto

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memanggil direksi Bank Mantap terkait dugaan penipuan investasi yang terjadi di Purwokerto. Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan salah satu bank ternama di Indonesia. OJK berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan keamanan serta perlindungan bagi para nasabah. Direksi Bank Mantap pun diminta untuk memberikan klarifikasi dan kooperatif dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama demi mengungkap kebenaran dan menegakkan hukum dalam kasus ini

  • Fintech Memperluas Basis Investor Muda dengan Kolaborasi Lintas Industri

    Fintech telah menjadi salah satu industri yang terus berkembang pesat di era digital ini. Salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan fintech untuk memperluas basis investor muda adalah dengan melakukan kolaborasi lintas industri. Dengan adanya kolaborasi ini, para investor muda dapat lebih mudah mengakses informasi dan produk-produk finansial yang ditawarkan oleh perusahaan fintech. Hal ini tentu saja memberikan peluang besar bagi para investor muda untuk mendapatkan keuntungan dari investasi mereka. Selain itu, kolaborasi lintas industri juga dapat membantu perusahaan fintech dalam meningkatkan inovasi dan daya saing mereka di pasar. Dengan demikian, tidak heran jika semakin banyak perusahaan fintech yang mulai melirik potensi kerjasama lintas industri untuk memperluas basis investor muda mereka