Cara Meraih Kebebasan Finansial di Usia Muda

Cara Meraih Kebebasan Finansial di Usia Muda

Jakarta: Meraih kebebasan finansial menjadi impian banyak orang. Namun, tak banyak yang tahu bagaimana caranya.

Bebas finansial bisa dikatakan sebagai suatu kondisi di mana kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari baik pada masa sekarang maupun masa depan.

“Bebas finansial adalah suatu keadaan di mana kita memiliki tabungan atau pendapatan yang cukup. Hasilnya dapat mencukupi kebutuhan hidup kita, menjaga gaya hidup kita seperti yang kita inginkan,” kata Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie pada podcast Do It.
Lantas bagaimana caranya bisa bebas finansial pada usia muda, bahkan merencanakan pensiun dini?

“Setiap orang bisa bebas secara finansial sejak usia muda asal kita tahu caranya. Kuncinya adalah komitmen, disiplin, dan persiapan yang baik,” ucap Jeffrey Kie.

Bebas finansial bisa didapatkan oleh siapa saja karena pada kondisi ini uanglah yang bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja mencari uang.

“Hal ini disebut dengan passive income (pendapatan pasif). Kita mendapatkan pemasukan tanpa perlu bekerja keras dari pagi sampai malam. Itu bisa kita dapatkan jika sejak dini kita menyiapkan tabungan, memiliki proteksi, investasi, aset, dan mengelolanya dengan baik,” tuturnya.

Kapan Memulai Kebebasan Finansial?

Untuk menuju kebebasan finansial bisa dimulai sejak dini, yaitu sejak memiliki pendapatan. Bahkan, sejak masih menjadi mahasiswa pun bisa. Caranya, uang kiriman orang tua setiap bulan dikelola dengan baik.

Keuangan dikatakan telah dikelola dengan baik jika penghasilan dialokasikan dengan tepat, yaitu alokasi untuk tabungan, investasi, dana darurat, dan membeli aset.

TRENDING  Menilik Urgensi Asuransi Fintech Lending di Tengah Meningkatnya Kasus Gagal Bayar

“Sebaliknya, jika kita punya banyak sumber pemasukan tapi uang dihabiskan semua, maka kebebasan finansial tidak akan tercapai,” kata Jeffrey Kie.

Selain itu, penting bagi kita memiliki asuransi sebagai proteksi melindungi dari risiko kehidupan. Sebab, jika sakit dan butuh biaya banyak, maka uang yang sudah dikumpulkan akan habis untuk berobat. “Kita harus memulai mengumpulkan uang dari nol lagi,” kata dia.

Menabung saja tidak cukup untuk meraih kebebasan finansial. Yang harus dilakukan adalah berinvestasi. Sebelum memulai investasi harus mempelajari investasi sesuai profil kita.

“Kalau kita orangnya agresif bisa investasi saham. Namun kalau kita konservatif, bisa investasi obligasi.

Peluang Cari Pemasukan Tambahan

Jeffrey Kie menggarisbawahi agar setiap orang mampu membatasi diri dalam membeli barang konsumtif. Terutama bila membelinya menggunakan kartu kredit.

“Perlu dibatasi euforia berlebihan membeli barang konsumtif melalui penggunaan kartu kredit. Gunakan kartu kredit sebagai alat bayar, bukan sebagai dana talangan,” ucapnya menegaskan.

Saran untuk mengerem pengeluaran:

1. Tunda kesenangan

Kita harus menekan keinginan untuk memuaskan diri. Uangnya bisa kita simpan untuk dinikmati nanti, bisa digunakan untuk meraih kebebasan finansial.

2. Waspadai pengeluaran sepele

Banyak orang menganggap remeh pengeluaran dengan nominal kecil. Padahal jika pengeluaran receh tersebut dikumpulkan akan menjadi banyak, seperti pepatah sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit.

“Misalnya, ngopi di kafe. Sehari habis Rp100 ribu, berarti dalam 30 hari habis Rp3 juta. Dalam setahun menjadi Rp36 juta. Jangan karena kecil, maka kita sepelekan,” kata Jeffrey Kie.

Ia pun menganjurkan agar kita memperbanyak sumber pemasukan di sela-sela waktu.

TRENDING  Bank Swasta dapat Angin Segar dari Kucuran Dana Rp 200 Triliun Pemerintah

“Caranya, dengan menjadi agen asuransi Manulife. Ini akan membantu untuk mempersiapkan kebebasan finansial,” katanya.

Tunggu apalagi? Ayo, miliki sumber pemasukan tambahan dengan bergabung bersama Manulife, klik di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(ROS)

Meraih kebebasan finansial di usia muda adalah impian banyak orang. Untuk mencapainya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengelola keuangan dengan bijak. Mulailah dengan membuat rencana keuangan, menabung secara rutin, dan berinvestasi untuk masa depan. Tingkatkan pendapatan dengan mencari peluang usaha sampingan atau pengembangan karir. Selain itu, belajarlah untuk tidak boros dan selalu mengontrol pengeluaran. Berhematlah dan prioritaskan kebutuhan penting daripada keinginan. Dengan kesabaran dan disiplin, seorang individu bisa mencapai kebebasan finansial di usia muda dan menikmati hasilnya kelak.

Check Also

Cara Menentukan Jenis Reksadana yang Sesuai Kebutuhan

Cara Menentukan Jenis Reksadana yang Sesuai Kebutuhan di Aplikasi Reksadana

Untuk menentukan jenis reksadana yang sesuai dengan kebutuhan Anda di Aplikasi Reksadana, pertama-tama Anda perlu memahami tujuan investasi Anda. Apakah Anda ingin berinvestasi jangka pendek untuk keperluan mendesak atau jangka panjang untuk persiapan masa depan? Selain itu, tentukan juga tingkat risiko yang siap Anda tanggung. Apakah Anda lebih nyaman dengan risiko rendah, sedang, atau tinggi? Setelah mengetahui tujuan investasi dan tingkat risiko yang sesuai, selanjutnya pilihlah jenis reksadana yang cocok. Jika Anda menginginkan keuntungan stabil dan risiko rendah, maka reksadana pasar uang atau pendapatan tetap bisa menjadi pilihan terbaik. Namun jika Anda bersedia mengambil risiko lebih besar demi potensi keuntungan yang lebih tinggi, maka reksadana saham atau campuran mungkin lebih cocok untuk Anda. Ingatlah bahwa setiap jenis reksadana memiliki karakteristik dan potensi return yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan riset dan konsultasi dengan ahli finansial sebelum memutuskan jenis reksadana mana yang akan dibeli. Dengan cara ini, Anda dapat memastikan bahwa investasi yang dilakukan sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda

%site% | NEWS