Indodana Fintech dan Shinhan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama Channeling

Indodana Fintech dan Shinhan Bank Indonesia Jalin Kerja Sama Channeling

Jakarta: Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi) dan Shinhan Bank Indonesia mengukuhkan kerja sama channeling untuk mendukung penyaluran kredit kepada masyarakat underbanked dalam memenuhi kebutuhan keuangan dan memperkuat pengaturan arus kas pribadi.

Direktur PT Artha Dana Teknologi, Jerry Anson, berharap dengan menghadirkan dukungan layanan keuangan digital, kehadiran Indodana Fintech dapat memberikan kemudahan akses dan menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia, termasuk para pelaku usaha UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) melalui kerja sama dengan Shinhan Bank Indonesia. Selain itu, penyaluran kredit yang dapat dimanfaatkan para pengguna Indodana Fintech terjamin keamanannya dan telah diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Indodana Fintech bersama Shinhan Bank Indonesia turut mengambil langkah untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional dengan memberikan layanan keuangan yang dapat digunakan kapan saja dan dimana saja untuk masyarakat underbanked. Semoga kerja sama strategis ini dapat menjadi jembatan untuk bisa menyalurkan pendanaan kepada para pengguna, agar bisa dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan finansial mereka,” kata Jerry.

Hal senada disampaikan oleh Group Head of Retail Banking Shinhan Bank Indonesia, Candra Wijaya dengan menyatakan bahwa terjalinnya kerja sama dengan Indodana Fintech ini mendukung strategi bisnis bank yang terus berkembang dan mendukung perkembangan teknologi keuangan digital.

Diharapkan, penyaluran pendanaan dari kerja sama ini dapat dimanfaatkan masyarakat Indonesia dengan tepat dan bertanggung jawab, sehingga mampu memenuhi target perekonomian mereka.

“Kerja sama dengan Indodana Fintech diharapkan dapat menjadi langkah bagi Bank Shinhan dalam meningkatkan layanan bank yang lebih efisien hingga ke nasabah end user. Dukungan kemudahan akses teknologi beserta keamanan dari Indodana Fintech juga mampu memperluas jangkauan masyarakat dan mendorong peningkatan jumlah nasabah di Indonesia,” kata  Chandra.

TRENDING  Mengintip Modal Bank-Bank Digital, Siapa Paling Kuat?

Dengan tercapainya penyaluran kredit kepada para pengguna, Indodana Fintech turut berpartisipasi aktif dalam peningkatan inklusi keuangan di Indonesia dan perkuatan perputaran roda perekonomian nasional.

Tercatat, per 6 Juni 2024, Indodana Fintech mampu mempertahankan TKB90 hingga 97,55% persen untuk penyaluran kredit kepada lebih dari 2 juta pengguna dengan nominal hingga Rp20 juta dan tenor maksimal 12 bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(MMI)

Indodana Fintech dan Shinhan Bank Indonesia baru-baru ini menjalin kerja sama channeling yang akan memperluas akses pendanaan bagi para pelanggan. Melalui kerja sama ini, Indodana akan menjadi platform pendanaan online yang terhubung dengan Shinhan Bank Indonesia sebagai penyedia sumber dana. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan para pemilik usaha maupun individu yang membutuhkan pendanaan akan lebih mudah untuk mendapatkan akses pendanaan yang dibutuhkan. Kolaborasi antara Indodana Fintech dan Shinhan Bank Indonesia diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui akses pendanaan yang lebih mudah dan cepat.

Similar Posts

  • Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Gabung Jaringan UN PRI, Bahana TCW Perkuat Prinsip Investasi Berkelanjutan

    Jakarta, 15 Februari 2022 – PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) telah resmi bergabung dengan Principles for Responsible Investment (PRI), sebuah inisiatif global yang mendorong praktik investasi berkelanjutan. Dengan bergabungnya Bahana TCW dalam jaringan PRI, perusahaan ini semakin memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

    Dalam keterangan resminya, Direktur Utama Bahana TCW, Bapak Sigit Wiryadi mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaan mereka dalam jaringan PRI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya investasi berkelanjutan di Indonesia. “Kami percaya bahwa dengan mengikuti prinsip-prinsip investasi yang bertanggung jawab, kami dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujar Bapak Sigit.

    Selain itu, keikutsertaan Bahana TCW dalam jaringan PRI juga diharapkan dapat membantu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam menjalankan aktivitas investasinya. Dengan adanya kerjasama antara Bahana TCW dan PRI, diharapkan akan tercipta sinergi yang positif dalam upaya memperkuat prinsip-prinsip investasi berkelanjutan di Tanah Air.

    Sebagai salah satu manajer aset terkemuka di Indonesia, Bahana TCW memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan praktik investasi yang ramah lingkungan dan sosial. Dengan bergabungnya mereka dalam jaringan UN PRI ini, diharapkan akan semakin banyak institusi keuangan lainnya yang ikut serta aktif dalam mendukung prinsip-prinsip investasi berkelanjutan demi menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang

  • Banyak kasus, tingkat kepercayaan terhadap fintech menciut

    Beritafintech.com – JAKARTA. Kasus yang melibatkan perusahaan financial technology (fintech) makin banyak. Berdasarkan data Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, per Juni 2019 sudah ada 4.500 aduan tentang fintech lending. Sementara Satgas Waspada Investasi melaporkan ada sebanyak 683 entitas fintech peer to peer (P2P) lending ilegal yang telah dihentikan operasinya hingga Juli 2019. Pada tahun 2018 ada 404…

  • Bank Hijra Resmi Meluncur Jadi Bank Digital

    Bank Hijra resmi meluncur sebagai bank digital yang siap menghadirkan layanan perbankan terbaik bagi masyarakat. Dengan teknologi canggih dan inovatif, Bank Hijra siap memberikan kemudahan dalam bertransaksi serta memberikan pengalaman perbankan yang lebih baik. Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari revolusi perbankan digital bersama Bank Hijra!

  • Perolehan Laba Fintech Lending Tahun Ini Diproyeksikan Melampaui Pencapaian 2024

    Menurut para ahli, perolehan laba fintech lending tahun ini diproyeksikan akan melampaui pencapaian yang diharapkan pada tahun 2024. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan pesat industri fintech lending dan tingginya minat masyarakat terhadap layanan pinjaman online. Dengan adanya inovasi-inovasi baru dalam teknologi finansial, para pelaku usaha di sektor ini optimis bahwa laba mereka akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Selain itu, regulasi yang semakin mendukung perkembangan fintech lending juga menjadi faktor penting dalam memperkirakan pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan tersebut. Dengan demikian, prospek bisnis fintech lending di Indonesia terlihat sangat cerah dan menjanjikan bagi para investor maupun pelaku usaha yang ingin meraih kesuksesan di bidang ini

  • Kredit Macet Fintech Lending Meningkat dari Kalangan Muda, OJK Ungkap Pemicunya

    Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit macet dari fintech lending semakin meningkat, terutama dari kalangan muda. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti minimnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan tingginya tingkat konsumtif di kalangan generasi milenial. OJK pun mengungkapkan bahwa salah satu pemicu utama dari peningkatan kredit macet ini adalah kurangnya kesadaran akan risiko yang ditimbulkan oleh pinjaman online tanpa pertimbangan yang matang. Oleh karena itu, penting bagi para pemuda untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan dan mempertimbangkan dengan seksama sebelum mengambil pinjaman dari fintech lending

  • Ajak Gen-Z Cerdas Mengatur Finansial, Pegadaian Hadirkan Program Si Gemas

    Jakarta: PT Pegadaian sebagai perusahaan yang bergerak di sektor keuangan, berkomitmen untuk menyikapi perkembangan isu pada kalangan generasi muda yang santer menjadi korban penggunaan jasa keuangan online ilegal. Dengan upaya meningkatkan literasi keuangan bagi generasi muda tersebut, Pegadaian meramu program “Si Gemas”, sebagai bagian dari komitmen Pegadaian dalam penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor 4, yakni…