Jaga Keamanan Digital Industri Fintech Syariah dari Serangan Deepfake

Jaga Keamanan Digital Industri Fintech Syariah dari Serangan Deepfake

Jakarta: Indonesia memiliki potensi pasar besar untuk perbankan syariah karena 86,7% penduduk Indonesia beragama Islam. Bahkan, Indonesia saat ini menduduki peringkat ketiga negara dengan pangsa pasar teknologi finansial (fintech) syariah terbaik di dunia dibandingkan dengan Uni Emirat Arab. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun memproyeksikan pertumbuhan pangsa pasar bank syariah hingga 18 persen pada tahun 2028.

Dalam Peta Jalan atau Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia 2023−2027, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendorong akselerasi digitalisasi perbankan syariah, meliputi peningkatan kualitas ketahanan Teknologi Informasi (TI) perbankan syariah, termasuk dalam hal ini perlindungan terhadap data pribadi nasabah.

Meskipun inisiasi penguatan digital telah dilakukan, berbagai ancaman masih menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Laporan terbaru perusahaan keamanan siber Kaspersky menyebut pihaknya berhasil memblokir total 5.863.955 ancaman online selama periode Januari hingga Maret tahun ini.
Berdasarkan data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), lebih dari 204 juta serangan siber di Indonesia terjadi sejak Januari hingga Juni 2023, dimana sektor keuangan menempati peringkat ketiga yang paling banyak menerima serangan siber.

Seiring dengan perkembangan serangan siber di sektor jasa keuangan, perlu ada antisipasi mumpuni dalam menghadapi ancaman serangan siber yang semakin rumit dan canggih.

Merespon hal tersebut, OJK bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) juga berupaya memitigasi praktik kecurangan di sektor fintech dengan meluncurkan Panduan Strategi Anti-Fraud Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) untuk membangun kepercayaan masyarakat.

”Berbagai serangan siber di sektor fintech termasuk syariah menjadi hal yang perlu menjadi perhatian bersama. Penerapan langkah-langkah keamanan siber dalam setiap transaksi digital sangat penting dilakukan untuk menjaga kepercayaan nasabah. Mitigasi risiko peretasan pada sejumlah simpul keamanan siber layanan fintech syariah akan menentukan seberapa jauh ekosistem keuangan digital syariah yang aman dan terpercaya bisa terwujud,” ungkap Ahmad Taufik, SVP Product Vida.

TRENDING  OJK Officially Revokes Business License of Fintech TaniFund

Berdasarkan Laporan Whitepaper Vida, dari 2017 hingga 2019 penipuan deepfake meningkat lebih dari 900%, dan semakin mampu mengelabui sistem keamanan biometrik, termasuk teknologi pengenalan wajah untuk verifikasi dan autentikasi identitas.

Bahkan salah satu kasus penipuan perbankan menggunakan teknologi deepfake baru-baru ini menyebabkan sebuah institusi keuangan di Hongkong mengalami kerugian sebesar USD25 juta atau sekitar Rp392 miliar. Penipuan terjadi ketika karyawan institusi perbankan yang menjadi korban diperintah untuk bertransaksi secara rahasia, namun semuanya hanyalah perintah palsu yang menggunakan teknologi deepfake.

“Saat ini, deepfake juga menjadi ancaman yang serius bagi sektor fintech syariah, teknologi verifikasi identitas secara realtime ketika melakukan transaksi menjadi kunci pertahanan terhadap serangan. Nantinya foto pengguna dengan cepat akan dianalisa dari sisi kualitas maupun otentisitas, serta memastikan keamanan perangkat dan kamera yang digunakan, sekaligus pemanfaatan AI untuk memberikan sinyal jika ada kemungkinan fraud,” ungkap Ahmad Taufik, SVP Product Vida.

Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Vida mengeluarkan Vida Deepfake Shield sebagai solusi Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan institusi fintech syariah untuk memerangi penipuan deepfake secara efektif.

Dengan menerapkan Vida Deepfake Shield, institusi fintech syariah dapat membangun pertahanan yang kuat melawan deepfake, sehingga memperkuat ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(MMI)

Deepfake adalah teknologi yang memanipulasi video atau audio sehingga sulit membedakan antara yang asli dan palsu. Untuk industri fintech syariah, menjaga keamanan digital dari serangan deepfake menjadi sangat penting. Deepfake bisa digunakan untuk melakukan penipuan, mengancam privasi data pengguna, atau merusak reputasi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan fintech syariah perlu mengambil langkah-langkah perlindungan yang kuat, seperti meningkatkan keamanan data, melatih karyawan tentang keamanan digital, dan memperkuat sistem keamanan secara terus-menerus. Dengan demikian, keamanan digital industri fintech syariah dapat terjaga dari serangan deepfake yang berpotensi merugikan.

Similar Posts

  • Kapasitas Finansial

    Kapasitas finansial merupakan kemampuan seseorang dalam mengelola dan mengatur keuangan secara bijaksana. Dengan memiliki kapasitas finansial yang baik, seseorang dapat merencanakan masa depannya dengan lebih baik, serta mampu menghadapi berbagai tantangan keuangan yang mungkin muncul. Penting bagi setiap individu untuk meningkatkan kapasitas finansialnya agar dapat mencapai tujuan keuangan yang diinginkan

  • Manajemen Risiko Finansial Bank Bulion di Indonesia

    Manajemen risiko finansial merupakan hal yang sangat penting bagi Bank Bulion di Indonesia. Dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan di pasar keuangan, bank ini harus mampu mengelola risiko dengan baik agar tetap dapat bertahan dan berkembang. Risiko-risiko seperti risiko kredit, risiko pasar, dan risiko likuiditas harus dikelola secara hati-hati dan proaktif.

    Bank Bulion juga harus memperhatikan regulasi yang ada terkait manajemen risiko finansial agar tidak melanggar aturan yang berlaku. Selain itu, bank ini juga perlu memiliki tim yang kompeten dalam bidang manajemen risiko finansial untuk dapat mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola risiko dengan tepat.

    Dengan melakukan manajemen risiko finansial yang baik, Bank Bulion di Indonesia akan dapat meningkatkan kepercayaan nasabah serta menjaga reputasi mereka sebagai lembaga keuangan yang aman dan terpercaya. Selain itu, bank ini juga akan lebih siap dalam menghadapi berbagai ketidakpastian di pasar keuangan sehingga dapat tetap bersaing secara sehat di industri perbankan

  • OJK Beberkan Alasan & Tujuan Ubah Sebutan Pinjol Menjadi Pindar

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan alasan dan tujuan di balik perubahan sebutan dari pinjol menjadi pindar. Perubahan ini dilakukan untuk memberikan citra yang lebih positif terhadap layanan pinjaman online yang seringkali diidentikkan dengan praktik ilegal dan penagihan yang agresif. Dengan mengubah sebutan menjadi pindar, diharapkan masyarakat akan lebih percaya dan nyaman dalam menggunakan layanan tersebut. Selain itu, perubahan ini juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan perlindungan konsumen dalam bertransaksi dengan platform fintech peer to peer lending

  • Fintech Samir Beberkan Sejumlah Faktor yang Berpotensi Meningkatkan Kredit Macet

    Fintech Samir mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan kredit macet di Indonesia. Salah satunya adalah kondisi ekonomi yang tidak stabil, dimana banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam membayar utang mereka. Selain itu, tingginya suku bunga juga dapat menjadi faktor peningkat kredit macet, karena membuat cicilan menjadi lebih sulit untuk dibayar oleh para peminjam. Selain itu, kurangnya edukasi keuangan juga turut berperan dalam meningkatkan risiko kredit macet di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku industri finansial untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengelola keuangan mereka dengan baik dan mengurangi risiko kredit macet

  • KB Bank Genjot Bisnis Wholesale dan Retail, Kredit Capai Rp 43 Triliun & NII Naik 97%

    KB Bank terus menggenjot bisnisnya di segmen wholesale dan retail dengan pencapaian kredit mencapai Rp 43 triliun. Tak hanya itu, Net Interest Income (NII) bank ini juga berhasil naik hingga 97% dalam periode yang sama. Langkah strategis yang diambil oleh KB Bank nampaknya memberikan hasil yang positif dan menunjukkan komitmen mereka dalam memperluas pangsa pasar serta meningkatkan performa keuangan perusahaan

  • Merencanakan Keuangan Demi Kesehatan Finansial

    Merencanakan keuangan demi kesehatan finansial adalah langkah penting yang harus dilakukan oleh setiap individu. Dengan merencanakan keuangan dengan baik, kita dapat memastikan bahwa kita memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta untuk menghadapi berbagai risiko finansial yang mungkin terjadi di masa depan. Dengan demikian, kita dapat menjaga kesehatan finansial kita dan menghindari masalah keuangan yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai merencanakan keuangan sejak dini dan mengelolanya dengan bijaksana agar dapat mencapai tujuan keuangan kita secara efektif