Laba Bersih Allo Bank (BBHI) Tumbuh 23,19% Pada Kuartal I-2024

Laba Bersih Allo Bank (BBHI) Tumbuh 23,19% Pada Kuartal I-2024

ILUSTRASI. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) membukukan kinerja positif pada kuartal I-2024. (Foto Dok. Bank Mega)

Beritafintech.com – JAKARTA. Bank digital milik konglomerat Chairul Tanjung, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) membukukan kinerja positif pada kuartal I-2024. Mengutip laporan keuangannya, Allo Bank mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 111,49 miliar, meeningkat 23,19% secara tahunan dibandingkan Rp 90,5 miliar pada kuartal I-2023.

Peningkatan kinerja laba tersebut disebabkan pendapatan bunga bersih Allo Bank yang naik 10,98% yoy dari Rp 237,08 miliar di kuartal I-2023 menjadi Rp 263,12 miliar pada kuartal I-2024.

Alhasil margin bunga bersih Allo Bank meningkat dari 8,22% menjadi 8,97% per 31 Maret 2024.

Baca Juga: Kinerja Laba Bank Digital Tetap Tumbuh Meski Beban Bunga Membengkak di Kuartal I-2024

Sementara itu, pendapatan berbasis komisi dan lainnya atau fee based income Allo Bank tercatat naik 175% yoy dari  Rp 11,22 miliar menjadi Rp 30,9 miliar pada kuartal I-2024.

Namun kerugian penurunan nilai asset keuangan (impairment) membaik 35,54% yoy dari Rp 3,94 miliar, turun menjadi Rp 2,51 miliar pada kuartal I-2024. Alhasil beban operasional Allo Bank ikut menurun sebesar 2,32% yoy menjadi Rp 117,63 miliar.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) membaik, hal ini terlihat dari rasio BOPO yang turun dari 64,12% menjadi 61,08% per 31 Maret 2024.

Allo Bank juga mempertebal pencadangannya (CKPN) untuk kredit dan pembiayaan syariah yang diberikan, naik secara year to date dari Rp 62,2 miliar pada akhir tahun lalu, menjadi Rp 68,68 miliar pada kuartal I-2024.

TRENDING  Perluas Solusi Keuangan, Mandiri Capital Gencar Berinovasi di Fintech

Rasio CKPN secara tahunan juga naik dari 0,49% menjadi 0,57% per 31 Maret 2024.

Dari fungsi intermediasi, Allo Bank telah menyalurkan kredit sebesar Rp 6,83 triliun pada Kuartal I-2024, menurun 4,7% yoy dari Rp 7,17 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Begini Respons Sejumlah Bank Digital Soal Kebijakan The Fed Tahan Suku Bunga

Kualitas kredit Allo Bank masih terjaga dengan rasio non performing loan (NPL) di level 0,39% per 31 Maret 2024, naik dari posisi 0,05% pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi pendanaan, Allo Bank mencatat dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 3,7% yoy, dari Rp 5,12 triliun menjadi Rp 5,31 triliun pada Kuartal I-2024. 

Alhasil total asset Allo Bank sebesar 5,55% yoy, dari Rp 12,07 triliun menjadi Rp 12,74 triliun pada kuartal I-2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Allo Bank (BBHI) berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 23,19% pada kuartal I-2024. Laba bersih perusahaan tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Pendapatan yang meningkat serta efisiensi operasional yang baik menjadi faktor utama yang mendukung pertumbuhan laba bersih Allo Bank. Meskipun kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat pandemi Covid-19, Allo Bank tetap mampu menunjukkan performa yang positif. Hal ini mencerminkan strategi bisnis perusahaan yang baik serta kemampuan manajemen dalam menghadapi tantangan eksternal. Dengan pertumbuhan laba bersih yang positif, Allo Bank semakin kokoh dan siap menghadapi persaingan bisnis di masa mendatang.

Check Also

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar. Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

%site% | NEWS