Rencana OJK Batasi Lender Individu Non Profesional di Fintech Tuai Pro dan Kontra

Samir: Keberadaan Pinjol Ilegal Berdampak Negatif Terhadap Industri Fintech Lending

ILUSTRASI. Sahabat Mikro Fintek (Samir) menilai pinjol ilegal memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap industri fintech P2P lending yang berizin

Beritafintech.com – JAKARTA. Keberadaan pinjaman online ilegal terbilang masih marak saat ini. Mengenai fenomena itu, fintech peer to peer (P2P) lending PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) menilai keberadaan pinjol ilegal memberikan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap industri fintech P2P lending yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

CEO Samir Yonathan Gautama menerangkan salah satu dampak negatif yang dirasakan, yaitu menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pinjaman online atau fintech lending secara keseluruhan. 

“Maraknya kasus pinjol ilegal yang melakukan praktik penagihan tidak beretika, bunga mencekik, serta penyalahgunaan data pribadi, sering kali membuat masyarakat skeptis terhadap layanan fintech lending, termasuk yang telah memiliki izin resmi,” ungkapnya kepada Kontan, Kamis (14/3).

Yonathan menuturkan dampak lain yang dirasakan dari maraknya pinjol ilegal adalah potensi terjadinya kanibalisasi pasar. Dia bilang pinjol ilegal sering kali menawarkan pinjaman dengan proses yang sangat mudah dan cepat tanpa verifikasi yang ketat.

Dengan demikian, bisa menarik sebagian calon peminjam yang mungkin seharusnya dapat diarahkan ke fintech lending resmi dengan ekosistem yang lebih sehat dan bertanggung jawab. 

Baca Juga: AFPI Bersama Google Blokir 105 Aplikasi Pinjol Ilegal dalam 3 Bulan

Selain itu, Yonathan mengatakan meningkatnya kasus penipuan dari pinjol ilegal yang mengatasnamakan fintech lending resmi juga memiliki dampak negatif terhadap industri. Dia menyebut hal itu tentu saja berisiko merugikan brand dan kredibilitas perusahaan fintech lending yang legal.

TRENDING  The Bali Fintech Agenda: A Blueprint for Successfully Harnessing Fintech’s Opportunities

“Meskipun demikian, kami melihat bahwa upaya edukasi, sosialisasi, serta penguatan regulasi oleh OJK cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pinjol ilegal. Hal itu juga membuat masyarakat bisa membedakan pinjol ilegal dengan fintech lending yang legal dan diawasi,” kata Yonathan.

Lebih lanjut, Yonathan juga membeberkan bahwa Samir juga melakukan beberapa upaya dalam mendukung upaya pemberantasan pinjol ilegal.

Dia bilang salah satu upayanya, yakni Samir terus mengedukasi masyarakat melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, website, seminar, dan webinar, mengenai ciri-ciri pinjol ilegal, risiko yang ditimbulkan, serta cara memastikan bahwa layanan fintech lending yang digunakan merupakan entitas resmi yang terdaftar di OJK. 

Selain itu, Yonathan mengatakan Samir juga rutin berkolaborasi dengan OJK dan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) melaporkan temuan terkait pinjol ilegal, terutama yang berpotensi menyalahgunakan nama atau identitas perusahaan. 

“Dengan demikian, bisa segera ditindaklanjuti oleh otoritas terkait,” ungkapnya.

Dari sisi internal, Yonathan mengungkapkan pihaknya juga terus memperkuat sistem keamanan dan meningkatkan sistem verifikasi guna mencegah pemalsuan identitas, serta memastikan layanan Samir tetap aman dan terpercaya bagi pengguna.

Yonathan menyebut Samir juga aktif memberikan pemahaman kepada pengguna agar lebih berhati-hati dalam mengakses layanan pinjaman online, seperti memastikan platform yang digunakan sudah terdaftar di OJK atau tidak.

Baca Juga: OJK: Laporan Aduan Terbanyak Investasi dan Pinjol Ilegal Berasal dari Jawa Barat

Ditambah tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas legalitasnya. Selain itu, Samir juga mendukung program Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang berkolaborasi dengan Google untuk memblokir aplikasi pinjol ilegal di Google Play Store, sehingga dapat makin mempersempit ruang gerak platform ilegal yang merugikan masyarakat. 

TRENDING  BCA WealthSummit2023 Ajak Nasabah &Masyarakat Raih Kemakmuran Finansial Berkelanjutan

“Kami percaya bahwa pemberantasan pinjol ilegal membutuhkan sinergi antara regulator, pelaku industri, serta masyarakat untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ucap Yonathan.

Sementara itu, Yonathan menyampaikan per Februari 2025, Tingkat Keberhasilan Bayar dalam 90 hari (TKB90) Samir berada di level 99,97%, sedangkan tingkat wanprestasi (TWP90) berada di level 0,03%. 

Sebagai informasi, OJK bersama Satgas PASTI telah menghentikan 796 entitas keuangan ilegal sejak 1 Januari 2025 sampai 27 Februari 2025. Secara rinci, dari 796 entitas keuangan ilegal tersebut, telah dihentikan sebanyak 587 entitas pinjaman online ilegal.

Secara total, sejak 2017 hingga 25 Februari 2025, OJK telah menghentikan entitas keuangan ilegal sebanyak 12.185. Terbanyak berasal dari pinjaman online ilegal 10.197, diikuti investasi ilegal sebanyak 1.737, dan gadai ilegal sebanyak 251. 

Selanjutnya: Jelang Libur Idulfitri, BSI Siapkan Uang Tunai Rp42,88 Triliun

Menarik Dibaca: 5 Tips Liburan Nyaman Saat Ramadan biar Ibadah Tetap Jalan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

    Bank Digital Bidik Gen Z, Tak Lagi Sekadar Andalkan Tabungan

    Bank-bank digital kini semakin agresif dalam menarik perhatian generasi Z. Mereka tak lagi hanya mengandalkan tabungan sebagai produk utama, namun juga menawarkan berbagai layanan dan fitur yang sesuai dengan gaya hidup anak muda saat ini. Dengan kemudahan akses melalui aplikasi mobile dan transaksi online yang cepat, generasi Z pun semakin tertarik untuk menggunakan layanan perbankan digital ini.

    Selain itu, bank digital juga memberikan berbagai promo menarik dan cashback yang membuat pengguna merasa lebih diuntungkan ketika menggunakan layanan mereka. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi Z yang selalu mencari keuntungan dalam setiap transaksi yang dilakukan.

    Dengan strategi pemasaran yang cerdas dan inovatif, bank digital berhasil memenangkan hati generasi Z sebagai konsumen potensial mereka. Tak heran jika kini banyak anak muda mulai beralih dari bank konvensional ke bank digital untuk memenuhi kebutuhan perbankan mereka

  • Daftar 98 Pinjol Resmi yang Memiliki Izin OJK per Agustus 2024

    ILUSTRASI. Sampai dengan 12 Juli 2024, total jumlah pinjol yang berizin di OJK adalah sebanyak 98 perusahaan. KONTAN/Carolus Agus Waluyo Beritafintech.com – Pinjaman online alias pinjol semakin menjamur di Indonesia. Karenanya, masyarakat diimbau untuk jeli dalam memilih pinjol.  Jika ingin mengajukan pinjaman, sebaiknya mengajukan ke pinjol resmi alias legal.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar pinjaman…

  • Menteri BUMN, Erick Thohir Dorong BTN Jadi Bank Raksasa

    Menteri BUMN, Erick Thohir, memberikan dorongan kuat kepada Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menjadi bank raksasa di Indonesia. Dalam pertemuan dengan jajaran direksi BTN, Erick Thohir menegaskan pentingnya peran BTN dalam mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat. Dengan potensi yang dimiliki oleh BTN, Menteri BUMN yakin bahwa bank ini dapat menjadi salah satu bank terbesar dan terpercaya di Indonesia. Dorongan ini disambut baik oleh jajaran direksi BTN yang siap bekerja keras untuk mencapai visi tersebut

  • Ini alasan BTN beli 30% saham PNM Investment Management

    Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memulai rencana pengembangan bisnis perusahaan dengan mengakuisisi perusahaan di bidang keuangan tahun ini. Realisasi ini dimulai dengan menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNM IM) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Emiten bersandi saham BBTN tersebut memboyong 33.000…

  • Likuiditas Ketat Tetap Menghantui Bank KBMI 4

    Meskipun Bank KBMI 4 telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan likuiditasnya, namun ketatnya likuiditas masih tetap menghantui bank ini. Hal ini terlihat dari rendahnya tingkat pinjaman yang disalurkan oleh bank kepada nasabah, serta keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dana jangka pendek. Para investor pun mulai khawatir dengan kondisi likuiditas yang belum stabil ini, sehingga perlu adanya langkah-langkah strategis yang lebih agresif untuk mengatasi masalah ini

  • Raiz Invest bidik milenial yang belum pernah berinvestasi

    Raiz Invest adalah platform investasi yang sedang menjadi sorotan bagi para milenial yang belum pernah mencoba berinvestasi sebelumnya. Dengan fitur-fitur inovatif dan kemudahan penggunaan, Raiz Invest berhasil menarik perhatian generasi muda untuk mulai membangun portofolio investasi mereka. Dengan Raiz Invest, para milenial dapat mulai berinvestasi dengan modal kecil dan merasakan manfaat dari investasi jangka panjang. Jadi, jangan ragu untuk bergabung dengan Raiz Invest sekarang juga dan mulailah membangun masa depan finansialmu!