OJK: Bulan Fintech Nasional Edukasi Masyarakat dari Jerat Pinjol Ilegal

OJK: Bulan Fintech Nasional Edukasi Masyarakat dari Jerat Pinjol Ilegal

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini kegiatan Bulan Fintech Nasional (BFN) akan meningkatkan edukasi masyarakat agar terhindar jerat pinjaman online (pinjol) ilegal.
 
“Perkembangan fintech sangat membantu upaya meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat. Untuk mendorongnya, OJK mendukung kegiatan Bulan Fintech Nasional yang sekaligus bisa mengedukasi masyarakat untuk semakin pintar memanfaatkan produk dan layanan fintech seperti fintech lending, Fintech payment, dan lainnya secara aman,” ucap Advisor Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Maskum, dalam siaran pers, Selasa, 9 November 2021.
 
Maskum mengakui keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan layanan fintech sedang banyak disorot belakangan ini. Presiden Joko Widodo bahkan meminta kolaborasi banyak pihak untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sembari menata instrumen formal untuk menekan pergerakan pinjol ilegal.

Maskum mengungkapkan, pada launching Bulan Fintech Nasional 2021 di 11 November 2021, Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) berkolaborasi dengan pemerintah dan regulator, akan meresmikan peluncuran situs www.cekfintech.id dalam rangka membangun ekosistem layanan keuangan digital yang sehat dan bertanggung jawab dan mendukung peningkatan edukasi dan literasi keuangan digital di masyarakat.
 
“Situs www.cekfintech.id merupakan wujud nyata dari komitmen industri fintech terhadap pemberantasan pinjol ilegal, yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui legal atau tidaknya suatu aplikasi pinjol, menampilkan daftar penyelenggara fintech dengan status tercatat/terdaftar/berizin dari BI/OJK/Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) beserta sosial media resmi mereka, serta untuk melakukan pengecekan apakah nomor rekening yang digunakan oleh pinjol terlibat dalam tindak kejahatan,” tegas dia.
 
Lebih lanjut, potensi fintech di Indonesia sangat terbuka dengan semakin luasnya akses internet bila dibandingkan dengan komposisi masyarakat Indonesia yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional.
 
Hingga 2019, komposisi masyarakat yang tidak memiliki rekening di bank (unbanked) mencapai 92 juta orang dan masyarakat underbanked, yakni mereka yang punya rekening namun belum bisa memanfaatkan jasa keuangan seperti investasi, kredit, dan asuransi, mencapai 47 juta orang.

 
Di sisi lain, fintech terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi informasi di Tanah Air. Dengan nilai transaksi mencapai Rp19,2 triliun di sepanjang 2021, jumlah pengguna uang digital atau e-money di Indonesia mencapai angka lebih dari 500 juta yang berarti dua kali lipat dari jumlah penduduk.
 
Dari sisi teknologi yang dimanfaatkan end user, fintech juga mendukung ekosistem UMKM. Hingga November 2021, lebih dari 12 juta merchant yang didominasi UMKM telah terhubung dengan layanan QR Code Indonesian Standard (QRIS).
 
“Per 25 Oktober 2021, terdapat 104 fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK, yaitu 101 fintech lending yang berizin dan tiga fintech lending yang berstatus terdaftar,” papar Maskum.
 
Adapun data September 2021, akumulasi penyaluran dana tetap tumbuh positif mencapai Rp262,93 triliun atau meningkat 104,30 persen (yoy). Sedangkan outstanding pinjaman sebesar Rp27,48 triliun atau tumbuh 116,18 persen (yoy).

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
dan follow Channel WhatsApp Beritafintech.com

TRENDING  Dua Anak Usahanya Jadi Bank Emas, Ini Respon Bos BRI

(Des)

Similar Posts

  • Pengamat Nilai Fintech Lending Berkontribusi terhadap Perekonomian Indonesia

    Fintech lending telah menjadi salah satu inovasi yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi digital, platform fintech lending mampu memberikan akses pembiayaan kepada masyarakat yang sebelumnya sulit untuk mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan tradisional. Hal ini tentu saja membantu meningkatkan daya beli dan aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan. Selain itu, proses pengajuan pinjaman yang cepat dan mudah juga membuat fintech lending semakin diminati oleh para pelaku usaha maupun individu yang membutuhkan dana tambahan untuk mengembangkan bisnis atau memenuhi kebutuhan finansial mereka. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa fintech lending memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia menuju arah yang lebih baik dan berkelanjutan

  • 21 Penyelenggara Fintech P2P Lending Miliki TWP90 di Atas 5%, Ini Kata AFPI

    Menurut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dari 21 penyelenggara fintech peer-to-peer (P2P) lending yang ada, hanya beberapa di antaranya yang memiliki Tingkat Keterlambatan Pembayaran (TWP) di atas 5%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar penyelenggara P2P lending telah berhasil menjaga tingkat keterlambatan pembayaran tetap rendah. AFPI menyatakan bahwa hal ini merupakan bukti dari komitmen para penyelenggara untuk menjaga kepercayaan investor dan memastikan keberlangsungan industri fintech P2P lending di Indonesia

  • Fintech Lending Punya Hak Menagih jika Peminjam Tak Kembalikan Pinjaman

    Bagi para peminjam yang tidak mengembalikan pinjaman tepat waktu, kami memiliki hak untuk menagihnya sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Kami akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa pinjaman tersebut dikembalikan dengan baik dan tepat waktu. Jadi, jangan ragu untuk mengajukan pinjaman kepada kami karena kami akan selalu menjaga kepercayaan dan integritas dalam layanan fintech lending kami

  • Bank Syariah Nasional Lahir, Ini Jajaran Pengurusnya

    Bank Syariah Nasional (BSN) lahir sebagai bank syariah pertama di Indonesia pada tahun 2000. Sejak itu, BSN telah menjadi salah satu bank terkemuka dalam layanan keuangan berbasis syariah di Indonesia.

    Dalam menjalankan operasinya, BSN memiliki jajaran pengurus yang sangat kompeten dan berpengalaman. Mereka adalah para ahli dalam bidang keuangan syariah yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya.

    Dengan adanya jajaran pengurus yang handal ini, BSN mampu memberikan solusi keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah kepada seluruh nasabahnya. Hal ini membuat BSN semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai lembaga keuangan yang dapat diandalkan.

    Jadi, tidak heran jika Bank Syariah Nasional menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin mendapatkan layanan perbankan berbasis syariah dengan kualitas terbaik

  • Alasan Mengapa Ada Orang yang Betah Nganggur, Kenapa Ya?

    Beritafintech.com – Terkadang ada orang yang merasa bekerja itu adalah sebuah beban. Biasanya yang begini tipikal orang yang sudah kaya sejak lahir. Atau karena suatu alasan tertentu jadi enggan buat kerja, sungguh betah nganggur yang sulit terobati. Ya, orang yang suka nganggur seolah-olah mentalnya memang sedang sakit. Sehingga ia selalu berpikir seribu kali hanya untuk…

  • Ini Daftar Lengkap Bank Syariah di Indonesia

    Bank Syariah adalah lembaga keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah Islam. Di Indonesia, terdapat sejumlah bank syariah yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk beroperasi. Berikut ini adalah daftar lengkap bank syariah di Indonesia:

    1. Bank Muamalat Indonesia
    2. Bank Syariah Mandiri
    3. BRI Syariah
    4. BNI Syariah
    5. Bank Mega Syariah
    6. Bank BCA Syariah

    Keberadaan bank syariah di Indonesia semakin berkembang pesat, menawarkan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam kepada masyarakat. Dengan adanya pilihan bank syariah ini, masyarakat dapat memilih layanan perbankan yang sesuai dengan keyakinan dan nilai-nilai mereka dalam menjalankan aktivitas keuangan secara lebih Islami dan berkelanjutan