Terus Meningkat, Laba Fintech P2P Lending Tembus Rp 1,34 Triliun per Juli 2025

Terus Meningkat, Laba Fintech P2P Lending Tembus Rp 1,34 Triliun per Juli 2025

ILUSTRASI. Pengguna sosial media mengamati iklan platform pinjaman online alias pinjol di Tangerang Selatan, Minggu (24/9/2023). (KONTAN/Carolus Agus Waluyo). OJK mencatat laba industri fintech lending atau pinjaman daring (pindar) terus mengalami peningkatan sejak awal tahun ini.

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat laba industri fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) terus mengalami peningkatan sejak awal tahun ini. Adapun laba industri fintech lending per Januari 2025 tercatat  hanya sebesar Rp 152,22 miliar.

“Per Juli 2025, industri pindar mencatatkan laba secara agregat sebesar Rp 1,34 triliun,” ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Minggu (7/9).

Jika ditelaah berdasarkan data statistik OJK per Desember 2024, laba industri fintech lending tercatat mencapai Rp 1,65 triliun. Artinya, posisi laba per Juli 2025 sudah melebihi setengah dari pencapaian total laba sepanjang 2024.

Baca Juga: Disokong Pemerintah, Risiko Kredit Terhadap Koperasi Merah Putih Dinilai Tetap Ada

Lebih lanjut, di tengah ketidakpastian dan tantangan ekonomi global, OJK mencermati adanya potensi risiko terkait kualitas kredit atau gagal bayar yang dapat berdampak pada laba industri.

Meskipun demikian, Agusman menerangkan OJK terus mendorong industri fintech lending untuk melakukan langkah mitigasi risiko yang diperlukan, melalui langkah-langkah tindakan pengawasan dan pembinaan kepada penyelenggara fintech lending. 

TRENDING  Bunga Deposito Bank Digital Terbaru, Siapa Paling Tinggi?

Adapun tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 industri fintech P2P lending per Juli 2025 tercatat sebesar 2,75%. Adapun angka TWP90 per Juli 2025 tercatat meningkat, jika dibandingkan posisi Juli 2024 yang sebesar 2,53%. 

Namun, angka TWP90 per Juli 2025 terbilang membaik, jika dibandingkan dengan posisi Juni 2025 yang sebesar 2,85%.

Sementara itu, OJK mencatat outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 84,66 triliun per Juli 2025. Nilai itu tercatat tumbuh sebesar 22,01% secara Year on Year (YoY).

Baca Juga: Yusril Sebut RUU Perampasan Aset Bakal Jadi Usulan DPR

Selanjutnya: Disokong Pemerintah, Risiko Kredit Terhadap Koperasi Merah Putih Dinilai Tetap Ada

Menarik Dibaca: Dilirik Asing, Saham REAL Jadi Sorotan di Bursa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Rasio Utang Dibatasi Maksimal 30% Mulai 2026, Begini Dampaknya bagi Fintech Lending

    Keputusan untuk membatasi rasio utang maksimal menjadi 30% mulai tahun 2026 telah menimbulkan dampak yang signifikan bagi industri fintech lending. Hal ini membuat para perusahaan fintech lending harus melakukan penyesuaian besar-besaran dalam model bisnis mereka. Banyak dari mereka yang harus mengurangi jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah, sehingga berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan.

    Selain itu, adanya batasan rasio utang juga membuat persaingan di industri ini semakin ketat. Para pemain baru akan kesulitan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki basis pelanggan yang kuat. Namun, di sisi lain, regulasi ini juga dapat memberikan perlindungan bagi konsumen dari risiko over-leveraging dan kemungkinan terjerat dalam utang yang tidak terkendali.

    Secara keseluruhan, kebijakan pembatasan rasio utang maksimal ini telah membawa dampak yang kompleks bagi industri fintech lending. Perusahaan-perusahaan di sektor ini harus mampu beradaptasi dengan cepat dan mencari strategi baru untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif

  • BFI Finance (BFIN) Tutup Usaha Fintech P2P Lending

    BFI Finance (BFIN) telah resmi mengumumkan penutupan usaha fintech peer-to-peer (P2P) lending mereka. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk fokus pada bisnis inti mereka di sektor pembiayaan konvensional. Meskipun demikian, BFI Finance tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada para nasabahnya dan memastikan kelancaran proses penutupan usaha fintech P2P lending ini. Selain itu, BFI Finance juga akan terus mengembangkan inovasi-inovasi baru dalam rangka meningkatkan kualitas layanan mereka di masa mendatang

  • Otak-Atik Kursi Direksi Bank Pelat Merah di Pemerintahan Baru

    Dalam pemerintahan baru ini, kursi direksi Bank Pelat Merah menjadi sorotan utama. Banyak yang menantikan siapa saja yang akan duduk di kursi-kursi penting tersebut. Spekulasi dan rumor pun mulai beredar di kalangan pebisnis dan pengamat ekonomi. Siapakah sosok-sosok terpilih yang akan membawa Bank Pelat Merah ke arah yang lebih baik? Semua mata tertuju pada keputusan pemerintah dalam menentukan susunan direksi bank tersebut. Tidak heran jika banyak orang tidak sabar untuk melihat bagaimana perjalanan Bank Pelat Merah di bawah kepemimpinan baru ini

  • Simak Rencana dan Strategi Bisnis Bank Neo Commerce di Bawah Kepemimpinan Eri Budiono

    Bank Neo Commerce merupakan salah satu bank yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Eri Budiono, bank ini berhasil meraih berbagai prestasi dan mengimplementasikan berbagai strategi bisnis yang sukses.

    Eri Budiono dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan inovatif dalam mengelola Bank Neo Commerce. Dengan visi yang jelas dan strategi bisnis yang matang, bank ini mampu bersaing dengan bank-bank besar lainnya di Indonesia.

    Salah satu strategi bisnis yang berhasil diimplementasikan oleh Eri Budiono adalah meningkatkan layanan digital bagi nasabah. Dengan adanya layanan digital yang mudah digunakan dan efisien, Bank Neo Commerce mampu menarik minat para nasabah untuk menggunakan produk-produk perbankan mereka.

    Selain itu, Eri Budiono juga fokus pada pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) di Bank Neo Commerce. Dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan dan memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas, bank ini berhasil menciptakan tim kerja yang solid dan kompeten dalam menjalankan tugas-tugasnya.

    Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bank Neo Commerce terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam industri perbankan di Indonesia. Kepemimpinan Eri Budiono telah membawa bank ini menuju kesuksesan dan menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka

  • Bank Mandiri Buktikan Komitmen Dorong Perekonomian dengan Digitalisasi Layanan

    Bank Mandiri terus membuktikan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui digitalisasi layanan. Dengan berbagai inovasi dan teknologi canggih, Bank Mandiri siap memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Bank Mandiri selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas layanannya demi kemajuan perekonomian Indonesia. Dengan semangat yang tinggi, Bank Mandiri akan terus berinovasi dan menghadirkan solusi-solusi digital yang memudahkan para nasabah dalam melakukan transaksi keuangan

  • Resmi dari OJK, Ini Daftar 98 Pinjol Legal & 654 Pinjol Ilegal Per Agustus 2024

    ILUSTRASI. Jika ingin mengajukan pinjaman, sebaiknya mengajukan ke pinjol resmi alias legal. Beritafintech.com – Saat ini di Indonesia, pinjol semakin menjamur. Itu sebabnya, masyarakat harus jeli dalam memilih pinjol.  Jika ingin mengajukan pinjaman, sebaiknya mengajukan ke pinjol resmi alias legal.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar pinjaman online (pinjol) resmi secara berkala.  Melansir ojk.go.id, sampai dengan…