Laba Bersih Bank Banten (BEKS) Naik 39,56% Capai Rp 8,35 miliar pada Agustus 2025

Laba Bersih Bank Banten (BEKS) Naik 39,56% Capai Rp 8,35 miliar pada Agustus 2025

ILUSTRASI. Petugas teller menghitung uang pecahan rupiah di kantor cabang Bank Banten Jakarta, Rabu (6/10). PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten akan melakukan penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) VII atau rights issue. Bank Banten akan mengalokasikan 65 persen dari penambahan modal itu untuk penyaluran kredit dan 35 persen sisanya untuk penguatan struktur keuangan perseroan./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/06/10/2021.

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) yang mencatatkan lonjakan kinerja laba bersih sebesar 39,56% secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai Rp 8,35 miliar pada Agustus 2025.

Sebagai perbandingan, pada periode sama tahun sebelumnya labanya mencapai Rp 5,98 miliar.

Hal ini didorong oleh pendapatan bunga bersihnya yang ikut meningkat 15,29%  menjadi Rp 130,58 miliar dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 113,26 miliar.

Direktur Bisnis Bank Banten Bambang Widyatmoko mengatakan, capaian kinerja yang impresif hingga Agustus 2025 seiring dengan strategi perseroan yang konsisten memanfaatkan captive market di wilayah Provinsi Banten.

Baca Juga: Bank Banten Catat Realisasi Transaksi Kartu Kredit BPD Rp 219 Juta per Mei 2025

“Kinerja cemerlang ini didorong oleh fokus Bank Banten sebagai Bank Pengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten selaku pemegang saham pengendali,” ungkap Bambang kepada Beritafintech.com, Jumat (3/10/2025).

TRENDING  Pasar Makin Ramai, Begini Kinerja Bank Besutan Investor Korea di Tanah Air

Perseroan disebut berhasil mengoptimalkan ekosistem keuangan daerah untuk mendorong pertumbuhan DPK yang lebih stabil dan penyaluran kredit yang terukur.

“Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi kami dalam mengelola captive market, sehingga portofolio kredit tumbuh dengan tetap menjaga kualitas aset yang sehat,” ujar Bambang.

Hingga Agustus 2025, aset Bank Banten juga tercatat tumbuh 26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penyaluran kredit meningkat 35%, sedangkan DPK tumbuh 17% secara tahunan (year-on-year). Perseroan optimistis tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun.

Bambang menyampaikan bahwa kinerja semester II 2025 diproyeksikan tetap solid, meskipun ada tantangan berupa pelemahan daya beli kelas menengah ke bawah.

“Kami tetap pada jalur pertumbuhan yang sehat dan sejauh ini masih sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB). Tidak ada indikasi perlunya penyesuaian,” tegasnya.

Baca Juga: BPD Hadapi Tekanan Kualitas Kredit, NPL Sejumlah Bank Masih Tinggi

Bank Banten menempatkan kredit konsumtif dan UMKM sebagai motor utama pertumbuhan bisnis tahun ini. Kredit konsumtif difokuskan pada segmen ASN, yang dinilai memiliki risiko rendah karena sistem pembayaran langsung melalui pemotongan gaji.

Sementara itu, segmen UMKM diarahkan kepada pelaku usaha dan kontraktor yang memperoleh pembiayaan dari proyek-proyek pemerintah daerah. Strategi ini memperkuat posisi Bank Banten sebagai mitra keuangan strategis Pemerintah Provinsi Banten.

Untuk mendorong kinerja 2025, Bank Banten mengandalkan lima pilar strategi utama, yakni penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), penguatan permodalan, peningkatan kualitas kredit dan DPK, pengembangan human capital yang andal, dan digitalisasi layanan perbankan.

TRENDING  OJK Terus Pantau Proses Penyelesaian Likuidasi Fintech Ringan

Perseroan juga terus memperluas basis pendanaan dari ekosistem keuangan daerah dan menyalurkan kredit secara selektif guna menjaga kualitas portofolio.

Pendekatan ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan profitabilitas, tetapi juga untuk memperkuat fundamental bisnis jangka panjang.

“Bank Banten berkomitmen untuk tumbuh secara berkelanjutan, mendukung pembangunan daerah, dan menjadi pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten,” pungkas Bambang.

Baca Juga: Dana Pemda yang Mengendap di Perbankan Makin Besar, Ini Efeknya ke Kinerja BPD

Selanjutnya: Eksportir Kopi Menilai Tarif Impor AS 19% Bisa Tekan Ekspor Kopi Indonesia

Menarik Dibaca: 8 Jenis Minuman yang Bisa Menurunkan Risiko Kanker Menurut Ahli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

    Simpanan Jumbo Membengkak, Nasabah Kaya Pilih Parkir Dana di Bank

    Para nasabah kaya semakin memilih untuk “parkir” dana mereka di bank, terutama dengan adanya produk simpanan jumbo yang memberikan tingkat bunga yang menggiurkan. Dengan simpanan jumbo ini, para nasabah dapat melihat dana mereka berkembang dengan cepat dan aman.

    Tidak heran jika semakin banyak orang kaya yang memilih untuk menyimpan dananya di bank daripada menginvestasikannya ke dalam instrumen keuangan lain. Dengan tingkat bunga yang kompetitif dan keamanan yang terjamin, parkir dana di bank menjadi pilihan utama bagi para nasabah kaya.

    Dengan simpanan jumbo membengkak, para nasabah kaya dapat merasa lebih tenang karena dana mereka terjaga dengan baik dan tetap berkembang secara signifikan. Selain itu, dengan berbagai layanan tambahan yang ditawarkan oleh bank seperti wealth management dan asuransi, para nasabah kaya semakin yakin bahwa mereka telah membuat pilihan yang tepat dengan memilih untuk parkir dana mereka di bank

  • Privy Jadi Official Digital Signature Partner Bulan Fintech Nasional 2024

    Welcome to our blog!

    Here at Amazing Adventures, we are dedicated to bringing you the latest news and updates on all things related to travel and exploration. Whether you’re a seasoned traveler or just starting out on your journey, our blog is the perfect place to discover new destinations, get insider tips, and connect with other adventure enthusiasts.

    Stay tuned for exciting stories, helpful guides, and much more. Join us as we embark on this incredible adventure together!

  • KB Bank Akan Akuisisi Kredit Pensiunan Bank Capital Rp 1 Triliun

    KB Bank telah mengumumkan rencananya untuk mengakuisisi kredit pensiunan Bank Capital senilai Rp 1 triliun. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi perluasan bisnis KB Bank di Indonesia. Dengan akuisisi ini, KB Bank berharap dapat memperluas pangsa pasar dan meningkatkan layanan keuangan bagi para pensiunan di tanah air. Aksi korporasi ini juga menunjukkan komitmen KB Bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui sektor keuangan

  • DBS Ungguli CIMB dalam Perebutan Saham Mayoritas Panin Bank

    Dalam perebutan saham mayoritas Panin Bank, DBS berhasil unggul dalam persaingan dengan CIMB. DBS berhasil menarik perhatian para investor dengan strategi yang tepat dan keputusan yang cerdas. Dengan langkah-langkah yang terukur, DBS mampu memenangkan pertarungan ini dan menjadi pemegang saham mayoritas di Panin Bank. Kemenangan ini membuktikan bahwa DBS adalah pemain kuat dalam dunia perbankan Indonesia dan siap bersaing dengan pesaing-pesaingnya. Selamat untuk DBS atas pencapaian gemilang ini!

  • Waduh, 34 Fintech Kena Sanksi Selama Agustus 2023

    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan sanksi administratif kepada 34 penyelenggara financial technology (fintech) peer-to-peer (P2P) lending selama Agustus 2023 atas pelanggaran yang dilakukan terhadap peraturan OJK yang berlaku.   “Pengenaan sanksi administratif terdiri dari 46 pengenaan sanksi peringatan tertulis, satu teguran tertulis, dan 10 sanksi denda,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan…

  • Prospek Cerah Fintech Lending: OJK Soroti Pertumbuhan 2026

    Menurut data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan industri fintech lending diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2026. Hal ini menjadi sorotan penting bagi regulator dan pelaku pasar dalam mengantisipasi perkembangan yang semakin pesat di sektor ini.

    Dengan prospek cerah yang dihadirkan oleh fintech lending, OJK pun memberikan perhatian khusus untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut dapat berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Regulasi yang ketat serta pengawasan yang intensif menjadi langkah-langkah yang ditempuh untuk menjaga stabilitas pasar dan melindungi konsumen dari potensi risiko.

    Para pelaku industri pun diharapkan dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan mereka guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses pembiayaan yang cepat, mudah, dan aman. Dengan kerjasama antara regulator, pelaku pasar, dan konsumen, industri fintech lending di Indonesia diyakini akan terus berkembang positif menuju tahun 2026 mendatang