Nanobank Syariah Realisasikan Transaksi Sharia Restricted Investment Account (SRIA)

Nanobank Syariah Realisasikan Transaksi Sharia Restricted Investment Account (SRIA)

ILUSTRASI. Peresmian berdirinya PT Bank Nano Syariah dari hasil spin oof UUS Bank Sinarmas, Kamis (18/1/2024).

Beritafintech.com – JAKARTA. PT Bank Nano Syariah (Nanobank Syariah) telah merealisasikan transaksi Sharia Restricted Investment Account (SRIA) melalui PT Bank Maybank Indonesia Tbk. Dalam hal ini, Nanobank Syariah bertindak sebagai investor yang menempatkan dananya untuk disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan.

Sebagai informasi, SRIA adalah rekening investasi syariah dengan pembatasan tertentu di mana nasabah (shahibul maal/investor) menempatkan dananya di bank syariah untuk dikelola sesuai akad syariah tertentu, dengan syarat bahwa nasabah memberikan instruksi/pembatasan khusus terkait penggunaan dana tersebut.

Direktur Utama Nanobank Syariah Halim menjelaskan kolaborasi dengan Maybank Indonesia melalui transaksi SRIA ini menunjukkan upaya bank untuk terus menghadirkan inovasi layanan perbankan syariah yang inklusif. Menurutnya, kerja sama ini akan membuka peluang lebih besar dalam menyalurkan pembiayaan berbasis syariah 

Baca Juga: BCA & BNP Paribas AM Hadirkan Reksa Dana Syariah Indeks Offshore Pertama di BCA

“Beberapa waktu terakhir, kami sudah melakukan transaksi ini Rp 150 miliar, harapannya bisa menjadi Rp 500 miliar” ujar Halim, Rabu (3/9/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Digital Business & Wholesale Financing Director Nanobank Syariah, Soejanto Soetjipto menambahkan bahwa transaksi ini layaknya kredit sindikasi yang biasa dilakukan oleh bank konvensional. Oleh karenanya, dengan terlibat dalam transaksi ini, ia bilang ada semacam berbagi risiko.

TRENDING  Sinergi Fintech-Perbankan Terus Menguat

Ia menjelaskan sebagai pihak yang menempatkan dananya, Nanobank Syariah tentu melakukan analisa mendalam terkait portfolio pembiayaannya. Di sisi lain, pihaknya juga percaya dengan kemampuan underwriting dan kapabilitas dari Maybank Indonesia untuk memilih dan melakukan seleksi atas nasabah-nasabahnya.

Baca Juga: Nanobank Syariah Gandeng Quamus Mendukung Digitalisasi Pendidikan

“Jadi, ini merupakan satu instrumen yang sangat terjaga kualitasnya karena ada dua institusi yang melakukan analisa terhadap kapabilitas dari sisi nasabahnya,” jelasnya.

Dalam transaksi SRIA, investor menanggung risiko investasi sesuai kesepakatan, sedangkan Bank mendapat imbalan berupa ujrah (fee) atau bagian keuntungan sesuai akad. 

SRIA juga berbeda dengan deposito syariah, Pada deposito syariah, Bank yang menentukan ke mana dana disalurkan. Sedangkan pada SRIA, investor dapat menentukan sektor/usaha spesifik.

Baca Juga: Bank Aladin Gandeng Nanobank Syariah Permudah Pendaftaran Haji Secara Digital

Selanjutnya: Angkutan Retail Kereta Api Indonesia Tumbuh 13% Hingga Agustus 2025

Menarik Dibaca: 15 Rekomendasi Makanan untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi secara Alami Menurut Ahli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Check Also

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar. Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

%site% | NEWS