Tugas Berat Bank BUMN di Awal Pemerintahan Prabowo Subianto

Saham Bank Milik Danantara Makin Tertekan Kebijakan Negara

ILUSTRASI. Kinerja Perbankan: Pengunjung di booth Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Jakarta, Kamis (15/8). berdasarkan hasil revisi RBB 2024-2026, Otoritas Jasa Keuangan mengungkapkan bahwa secara umum bank merevisi ke atas target kredit dan dana pihak ketiga (DPK) pada akhir tahun 2024, searah dengan proyeksi OJK. KONTAN/Baihaki/15/8/2024 . KONTAN/Baihaki/15/8/2024

Beritafintech.com – JAKARTA. Kinerja saham-saham bank milik Danantara makin tak bertenaga. Bahkan, dalam sebulan terakhir di mana banyak kebijakan yang konon mendorong fundamental bank tak cukup membuat sahamnya berbalik arah.

Seperti diketahui, dalam sebulan saja sudah banyak kebijakan yang menyangkut bank milik negara. Mulai dari tambahan likuiditas senilai Rp 200 triliun, penyaluran KUR Perumahan, hingga yang terbaru rencana kenaikan bunga deposito valas jadi 4%.

Sayangnya, saham bank pelat merah justru makin tersungkur. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) jadi yang paling dalam mengalami koreksi di mana secara year to date sudah turun 22,46% menjadi Rp 4.420 per saham. Bahkan, sebulan terakhir melorot 10,71%.

Tak hanya itu, investor asing pun terlihat masih betah keluar dari mayoritas saham bank milik Danantara ini. BMRI juga masih mencatatkan yang paling banyak perihal keluarnya investor asing yaitu mencapai Rp 16,76 triliun sejak awal tahun atau Rp 4,3 trilun dalam sebulan terakhir.

Loyonya saham bank milik negara ini juga terjadi pada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang sejak awal tahun sudah turun 3,91% menjadi Rp 4.180 per saham. Di mana, investor asing juga mencatatkan jual bersih senilai Rp 4,14 triliun.

TRENDING  BRI MI Raih Penghargaan Best Investment Manager Kategori Saham USD 2024

Menyusul, ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang selama 2025 ini sudah turun 0,98% menjadi Rp 4.040. Bedanya, investor asing sudah mulai masuk ke BBRI dengan catatan net buy senilai Rp 1,04 triliun sejak awal tahun.

Baca Juga: Banyaknya Tugas dari Pemerintah Ikut Menekan Kinerja Saham Bank BUMN

Melihat hal tersebut, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengungkapkan bahwa jika berbicara terkait sektor perbankan, tentu ada kaitannya dengan kondisi ekonomi makro. Dalam hal ini, ia melihat saham bank, terutama bank-bank danantara ini mendapat sentimen negatif terkait pergantian Menteri Keuangan.

Ia bilang saat ini investor asing masih keraguan dengan kebijakan fiskal dari Menteri Keuangan yang baru. Terlebih, terkait disiplin fiskal dan implementasi kebijakannya.

Misalnya, terkait pemindahan likuiditas senilai Rp 200 triliun ke bank pelat merah. Menurutnya, kebijakan tersebut tujuannya positif namun realisasinya menimbulkan keraguan. Menurutnya, akan sulit dengan hanya suntikan dana saja bisa mendorong kredit.

Dikhawatirkan akan mendorong penyaluran tingkat kredit tapi dengan menurunkan kualitas aset. Ini yang menjadi perhatian pelaku pasar dan investor,” ujar Nico.

Oleh karenanya, ia menilai saat ini investor akan lebih cari aman dengan melihat terlebih dahulu implementasinya. Ditambah, menunggu hasil kinerja perbankan di kuartal III/2025 akan seperti apa.

Sependapat, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi mengungkapkan bahwa tambahan likuiditas dari pemerintah cenderung memberikan Kekhawatiran kualitas penyaluran kredit. Alhasil, investor akan cenderung lebih berhati-hati.

Baca Juga: Danantara Diisukan Bakal Akuisisi Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) dari Bank BUMN

TRENDING  Hampir 3.000 Pinjol Ilegal Diblokir Tahun 2024, Cek Namanya & Catat Pinjol Legal 2025

“Pasar melihat ini sebagai modal kerja sifatnya sementara atas penempatan berimbal hasil rendah, dampak profit bank jangka panjang tetap terbatas,” ujar Audi.

Tak hanya itu, Audi turut melihat investor asing ini menilai ada risiko kebijakan fiskal atau kelembagaan. Di mana, itu memunculkan pertanyaan tentang alokasi, transparansi, dan potensi intervensi politik.

Di sisi lain, ia turut menyoroti kebijakan terbaru terkait wacana menaikkan suku bunga deposito valas. Menurutnya, ini justru memberikan resiko margin, dari cost of fund, dalam jangka pendek hingga menengah.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengungkapkan memang dengan adanya kenaikan bunga deposito valas ini membuat biaya yang ditanggung oleh bank bisa bertambah. Namun, ia optimistis itu tak kan berdampak signifikan.

“Fundamental perbankan masih solid,” ujar Nafan.

Rekomendasi Saham

Dengan berbagai kondisi tersebut, Audi masih melihat peluang untuk saham-saham bank milik danantara ini kembali bangkit. Terutama, ia merekomendasikan BMRI dengan target harga Rp 5.600, lalu BBNI dengan target harga Rp 5.000 dan BBRI di harga Rp 4.250.

Adapun, ia menyebutkan ada potensi kebangkitan seiring dengan era suku bunga rendah. Di mana, baik itu Bank Indonesia maupun The Fed mulai rajin menurunkan suku bunga acuan.

Dengan catatan kebijakan itu menciptakan efek multiplikatif likuiditas dan penurunan cost of fund,sehingga margin bunga akan cendeung membaik,” ujarnya.

Sedikit berbeda, Nico justru belum merekomendasikan untuk saham-saham bank milik negara ini. Ia justru merekomendasikan saham big banks lainnya yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang saat ini ada di harga Rp 7.625.

TRENDING  7 Trik Jitu Meraih Merdeka Finansial di Usia 30, Dijamin Hidup Lebih Tenang!

“BBCA saja kalau big banks, kalau yang lain takut karena ada beban juga (bank negara),” ujar Nico.

Baca Juga: Dana Jumbo Rp 200 Triliun Masuk Bank BUMN, Begini Dampaknya ke Pasar Saham

Selanjutnya: GPEI: Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Eksportir Perbanyak Volume

Menarik Dibaca: Nasi Bebek Ibu Chotijeh, Antrean Panjang di Pasar Baru Sejak 2016

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Similar Posts

  • Akuisisi Multifinance, Fintech Lending Berupaya Perluas Cakupan Bisnis

    Akuisisi Multifinance, Fintech Lending Berupaya Perluas Cakupan Bisnis

    Dalam upaya untuk memperluas cakupan bisnisnya, perusahaan multifinance telah melakukan akuisisi terhadap sebuah perusahaan fintech lending yang memiliki potensi besar di pasar. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam industri keuangan.

    Dengan akuisisi ini, diharapkan perusahaan dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan memberikan layanan finansial yang lebih luas. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi dari perusahaan fintech lending tersebut, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih baik bagi para pelanggan.

    Langkah ini juga sejalan dengan visi perusahaan untuk terus berkembang dan menjadi pemimpin dalam industri keuangan. Dengan menggabungkan kekuatan dari kedua entitas tersebut, diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan dan membawa bisnis mereka menuju kesuksesan yang lebih besar

  • Sah! Bank BTPN Ganti Nama Jadi Bank SMBC Indonesia

    ILUSTRASI. Salah satu kantor bank BTPN yang berlokasi di Jakarta. Beritafintech.com-JAKARTA. PT Bank BTPN Tbk (BTPN) resmi berubah nama menjadi PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Persetujuan perubahan nama tersebut telah disetujui dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (29/8). Henoch Munandar, Direktur Utama Bank BTPN mengatakan, langkah ini menandai transformasi Bank…

  • Hadirnya Fintech Lending Berdampak Terhadap Industri Multifinance

    Fintech lending telah hadir sebagai inovasi baru dalam industri multifinance, memberikan dampak yang signifikan terhadap cara tradisional dalam memberikan pinjaman. Dengan kemudahan akses dan proses yang cepat, banyak konsumen mulai beralih ke layanan fintech lending untuk memenuhi kebutuhan finansial mereka. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi industri multifinance untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan agar tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan adanya fintech lending, konsumen juga diuntungkan dengan pilihan lebih banyak dan persaingan yang sehat antar penyedia layanan pinjaman. Sehingga, hadirnya fintech lending dapat dikatakan sebagai angin segar bagi industri multifinance untuk terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi para konsumennya

  • Alasan Mengapa Ada Orang yang Betah Nganggur, Kenapa Ya?

    Beritafintech.com – Terkadang ada orang yang merasa bekerja itu adalah sebuah beban. Biasanya yang begini tipikal orang yang sudah kaya sejak lahir. Atau karena suatu alasan tertentu jadi enggan buat kerja, sungguh betah nganggur yang sulit terobati. Ya, orang yang suka nganggur seolah-olah mentalnya memang sedang sakit. Sehingga ia selalu berpikir seribu kali hanya untuk…

  • Simak Rencana dan Strategi Bisnis Bank Neo Commerce di Bawah Kepemimpinan Eri Budiono

    Bank Neo Commerce merupakan salah satu bank yang sedang berkembang pesat di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Eri Budiono, bank ini berhasil meraih berbagai prestasi dan mengimplementasikan berbagai strategi bisnis yang sukses.

    Eri Budiono dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan inovatif dalam mengelola Bank Neo Commerce. Dengan visi yang jelas dan strategi bisnis yang matang, bank ini mampu bersaing dengan bank-bank besar lainnya di Indonesia.

    Salah satu strategi bisnis yang berhasil diimplementasikan oleh Eri Budiono adalah meningkatkan layanan digital bagi nasabah. Dengan adanya layanan digital yang mudah digunakan dan efisien, Bank Neo Commerce mampu menarik minat para nasabah untuk menggunakan produk-produk perbankan mereka.

    Selain itu, Eri Budiono juga fokus pada pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) di Bank Neo Commerce. Dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan dan memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas, bank ini berhasil menciptakan tim kerja yang solid dan kompeten dalam menjalankan tugas-tugasnya.

    Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Bank Neo Commerce terus menunjukkan pertumbuhan positif dalam industri perbankan di Indonesia. Kepemimpinan Eri Budiono telah membawa bank ini menuju kesuksesan dan menjadi salah satu pilihan utama bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perbankan mereka

  • Daftar 337 Pinjol & 288 Pinpri Ilegal yang Diblokir & Dilarang OJK Desember 2023

    ILUSTRASI. Daftar 337 Pinjol & 288 Pinpri Ilegal yang Diblokir & Dilarang OJK Desember 2023 Pinjol Ilegal – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) kembali mengumumkan pemblokiran terhadap ratusan platform pinjaman online (pinjol) ilegal per Desember 2023. Selain itu, ratusan layanan pinjaman pribadi (pinpri) ilegal yang bergerak…