Masalah Tak Terselesaikan, OJK Cabut Izin Usaha Fintech Crowde

Masalah Tak Terselesaikan, OJK Cabut Izin Usaha Fintech Crowde

ILUSTRASI. Kuasa hukum Yohanes Sugihtononugroho, Co-Founder PT. Crowde Membangun Bangsa (CROWDE), saat memberikan klarifikasi terkait laporan JTrust Bank Indonesia Tbk. dalam dugaan kasus penggelapan dana (Dok. Crowde)

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

Beritafintech.com – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha penyelenggar fintech peer to peer (P2P) lending PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde). 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman menjelaskan penyebab Crowde dicabut izin usaha karena tak dapat merealisasikan penyehatan perusahaan. Sebelumnya, Crowde sendiri telah ditetapkan dalam pengawasan khusus oleh OJK imbas adanya sejumlah masalah.

“OJK mencabut PT Crowde Membangun Bangsa (Crowde), karena Crowde dinyatakan dalam status pengawasan khusus dan tidak dapat melakukan penyehatan terhadap kondisi perusahaan,” ungkapnya dalam konferensi pers RDK OJK, Jumat (7/11/2025).

Baca Juga: OJK Godok Rancangan SEOJK Mengenai Tingkat Kesehatan Fintech P2P Lending, Ini Isinya

Agusman menambahkan realisasi yang tak dapat dilakukan Crowde untuk melakukan penyehatan, yakni kewajiban pemenuhan ekuitas minimum sebesar Rp 12,5 miliar dan aspek lainnya dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan ketentuan.

“Oleh karena itu, Crowde dinyatakan sebagai penyelenggara yang tak bisa disehatkan dan dicabut izin usahanya,” kata Agusman.

Agusman mengatakan pengenaan sanksi tegas kepada lembaga keuangan PVML dilakukan dalam rangka upaya penguatan pengawasan, pelindungan konsumen, memperkuat tata kelola manajemen risiko, serta konsolidasi industri di PVML. 

TRENDING  OJK: Kalangan Usia 26 Tahun Sampai 35 Tahun Paling Banyak Terjerat Pinjol Ilegal

Baca Juga: OJK Telah Jatuhkan Sanksi untuk Akseleran Usai Memeriksa Masalah Gagal Bayar

Asal tahu saja, sebelum dicabut izin usaha, Crowde diterpa masalah gagal bayar. Berdasarkan catatan Kontan, Crowde belum menunjukkan progress penyelesaian masalah hingga diawasi ketat oleh OJK.

Masalah yang terjadi di Crowde bermula karena adanya dugaan penyelenggara tersebut melakukan penggelapan dana atas fasilitas kredit yang diberikan oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank). Khususnya, penyaluran pembiayaan kepada end-user, yakni petani. Indikasinya, banyak end user bodong atau palsu serta pemalsuan dokumen-dokumen.

OJK juga sempat menyampaikan telah melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran ketentuan yang terjadi di Crowde dan telah melakukan proses penegakan hukum. 

Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha Fintech Lending Ringan

Selanjutnya: Perluas Penetrasi Broadband, Remala Abadi (DATA) Menerapkan Konsep KSO

Menarik Dibaca: 11 Tanda Kolesterol Naik yang Sering Terabaikan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Check Also

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Tak Cuma Wacana, Ini 5 Kebiasaan Finansial agar Keuangan Lebih Aman

Salah satu kebiasaan finansial yang penting adalah memiliki anggaran bulanan yang jelas dan terencana. Dengan memiliki anggaran, kita dapat mengontrol pengeluaran dan memastikan bahwa kita tidak menghabiskan uang lebih dari yang seharusnya. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan menabung, kita dapat memiliki cadangan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga. Selain itu, membiasakan diri untuk berinvestasi juga merupakan langkah penting dalam menjaga keuangan agar lebih aman. Dengan berinvestasi, kita dapat meningkatkan nilai aset dan menciptakan sumber pendapatan pasif. Selain itu, menjaga kesehatan finansial juga termasuk dalam kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Hal ini meliputi pembayaran tagihan tepat waktu, menghindari utang yang tidak perlu, serta mempertimbangkan risiko finansial sebelum membuat keputusan besar. Terakhir, selalu melakukan evaluasi terhadap kondisi finansial secara berkala juga merupakan kebiasaan penting agar keuangan lebih aman. Dengan melakukan evaluasi secara rutin, kita dapat mengetahui apakah ada perubahan dalam kondisi finansial dan membuat penyesuaian jika diperlukan. Dengan menerapkan kelima kebiasaan ini secara konsisten, diharapkan kita dapat menjaga stabilitas dan keselamatan keuangan di masa depan

%site% | NEWS